
Kali ini aku akan bercerita tentang Rasty yang aku tau saat itu. Entah kenapa perasaanku mengatakan Rasty ada sesuatu dengan Satria, tapi aku ingat lihat Satria saat di pernikahan Ka Gian dan Ka Rini, Satria seperti menghindari jika terlalu dekat dengan Rasty. Aku merasa sangat aneh sekali. Karena saat itu, Ka Gaida selalu menceritakan soal Rasty. Ya Rasty yang sepupunya Satria, yang ada di video instagram Satria saat itu. Saat aku sudah mulai curiga, tanpa sadar aku celetuk ke Ka Gaida.
"Si Rasty itu sepupunya Satria dari Papanya ya Ka?" Tanyaku di chat.
"Iya dia sepupunya Satria dari bokapnya. Kenapa Ri?"
"Gapapa.. Aku ngerasa beda aja liat dia."
"Kenapa? Beda gimana?"
"Kayak gak mirip aja dari keluarganya Satria."
"Satria udah pernah cerita gak sih sama kamu soal Rasty?"
"Kayaknya udah pernah deh waktu itu, dia sih cerita dia punya sepupu tapi diangkat sama omnya. Jadi bukan langsung sepupu gitu."
"Nah ya itu si Rasty anak angkatnya."
"Oh pantes.. Jangan - jangan itu mereka di jodohin ya Ka? Hahahahaha."
__ADS_1
"Hah? Ngaco deh Ri. Gak mungkin lah.. Satria gak pernah bilang kok sama aku. Dia kan semua cerita ke aku Ri."
"Hahaha santai aja kali Ka.. Aku juga cuma bercanda kok."
"Gak lah Ri."
Entah kenapa aku bisa berfikiran seperti itu, karena mataku tidak mungkin salah. Saat pertama kali aku melihat Rasty saat itu berbeda. Tidak seperti saudaranya Satria, melainkan seseorang yang sayang dengan Satria. Seperti seorang kekasih. Lalu aku mulai mencari tau soal Rasty saat itu. Dan akhirnya aku menemukan sesuatu tentangnya. Saat itu juga aku ribut dengan Satria lewat chat.
Aku mengirimkan foto - foto Satria dan Rasty di instagram Rasty saat itu, entah mengapa sejak aku mulai mengetahui Satria punya instagram lebih dari satu. Diam - diam aku mulai mencari tau tentang Satria.
"Coba jelasin."
"Gak bisa. Aku gak bisa liat pacar aku ternyata udah ada yang lain. Udah cukup. Cukup. Saya masih punya harga diri untuk saat ini. Cukup. Silahkan habis ini kamu bisa jelaskan sendiri dengan Mama dan Bapak saya. Terima kasih. Jahat kamu! Jahat banget! Aku gak mau di cap pelakr, makasih yaa Ka. Ini terakhir kalinya kita membahas. Dan aku gak akan ganggu kakak lagi."
"Karena liat itu?" Balas Satria singkat.
"Makasih yaa Ka setahun ini Kakak udah bodoh - bodohin aku. Makasi. yaa Ka.."
"Siapa yang bodoh - bodohin kamu. Terserah kamu deh, terserah pemikiran kamu gimana ke aku selalu gini."
__ADS_1
"Udah cukup kali ini. Saya gak akan nahan apapun lagi. Prinsip hidup saya kalo ada lelaki saya ternyata ada cewek lain, saya akan mundur. Terimakasih. Saya doain kamu cepet menikah yaa sama dia. Saya doain. Maaf ya Ka. Kita harus akhiri. Kamu mempermainkan, aku gak bisa diginiin. Udah cukup yaa cukup. Kamu udah jadi hak orang lain. Aku yang kedua. Toh kamu gak bisa berbuat apa - apa sampai kapanpun kamu akan jadi pengecut. Udah cukup, aku capek. Makasih yaa Ka. Mungkin minggu - minggu ini aku mulai menghapus Kakak. Makasih ya Ka. Aku udah cukup terluka. Aku akan diem aja ya kal ditanya Mama Bapak. Biar Kakak yang jelasin sendiri. Kalo kakak gentle ya. Kal gak yaudah nanti lama - lama juga kecium sendiri bangkainya.
"Kenapa selalu kayak gini sih, seenggaknya dengerin aku dulu, kenapa selalu langsung kayak gini. Sekarang aku di keroyok kayak gini."
Aku pun langsung bercerita dengan Ka Gaida saat itu dan Ka Gaida pun membelaku saat itu.
"Aku udah gak kenal sama dia. Bukan Satria yang aku kenal." Kata Ka Gaida di chat.
"Aku gak mau kenal dia lagi setelah Mama sama Bapak tau semuanya."
"Perasaan dia gak kayak gini, kenapa jadi payah begini."
"Gak sudi banget Ka. Sumpah gak habis pikirlah pokoknya Ka."
"Ulah dia bisa - bisa aku juga kena nih nanti, di cap bantuin dia lagi nanti."
"Aku juga gak mau di cap pelakor Ka. Jadi udah selesaiin ajalah."
Aku pun mulai membahas Rasty saat itu dan ternyata memang mereka di jodohkan. Satria pun bercerita sal Rasty saat itu. Yang membuat aku terkejut. Mereka saudaraan tapi keluarganya sudah merencanakan perjodohan. Lucu sekali. Rasanya membuatku kesal saja dengan Rasty. Saat itu aku sangat benci dengan Rasty, aku merasa dia wanita gatal, pemaksa dan kepedean. Padahal Satrianya bilang ke Aku kalau dia tidak mau dengan Rasty.
__ADS_1