
Setelah aku membaca chat dari Mama Ayu, Mama dari Satria aku pun langsung membalasnya.
"Terus keadaan Mas Satria gimana Ma? Temennya Satria?"
"Mama masih belum tau keadaan Satria dan temannya, yang mama tau mereka belum sadar. Ini Mama harus cepat segera kesana.."
"Yaudah Mama kabarin Riri yaa.. Hati - hati yaa Ma..." Balasku yang berusaha masih tegar walaupun aku sudah menangis dari tadi.
Setelah itu aku menghubungi Wina, Wina langsung terkejut saat aku memberitahukannya. Menangis bukan main juga sama sepertiku. Lalu aku juga mengabari Ka Gaida. Ka Gaida pun berusaha menenangkanku dan bahkan dia ingin menyempatkan ke rumahku.
"Ayo nak, sholat dulu. Kita doain Satria sama Robert baik - baik aja.." Kata Mama.
Yaa memang setelah tau kabar, aku seperti orang kehilangan arah. Hanya bisa menangis dan rebahan di kamar tidak mau melakukan hal apapun.
"Iyaa biar kita doain Satria sama temennya baik - baik aja.." Sahut Bapak yang masuk ke kamar juga.
Aku sepertinya sudah mau gila saat itu, sudah tidak bisa berkata - kata lagi. Bahkan aku lebih banyak menangis dan melamun. Sampai akhirnya aku berusaha sholat untuk menenangkan pikiran dan hati.
***
Seharian aku menunggu kabar dari Russia, karena Mama Ayu belum sampai di Russia. Jadi belum tau persis keadaan Satria dan Robert bagaimana. Yang pasti aku berusaha terus berdoa dan percaya sama Allah kalau mereka baik - baik saja.
__ADS_1
"Ri? Belum ada kabar dari Mamanya Ka Satria?" Tanya Wina di chat.
"Belum Win. Ini gue juga masih nungguin kabar.. Semoga ada kabar baik yaa.. Soalnya Mamanya Satria juga belum liat langsung keadaan Satria."
"YaAllah gue khawatir banget sama keadaan Robert Ri.. Mereka baik - baik aja kan Ri?"
"InsyaAllah baik kok... Sabar yaaa.. Gue yakin mereka kuat. Lo tau kan badan mereka besar, jadi gue yakin mereka kuat."
"Iyalaah pasti kuat kok..Kabarin gue yaa Ri kalo udah ada info dari Robert."
"Iyaaa pasti gue kabarin."
Sampai aku pun sulit tidur saat itu, karena rasanya hidupku kali ini drama dan apakah ini nyata? Kalaupun nyata kenapa harus terjadi kepadaku? Lalu kalaupun ini hanya bohongan kenapa berani berbohong dengan musibah? Aku benar - benar terdiam dan pikiranku kacau.
"Ri... Satria kritis. Masih belum sadar Ri... Kepalanya kebentur jadi sekarang keadaannya koma."
"Ya Allah Ma.. Jadi Mas Satria sekarang koma? Ya Allah.." Balasku cepat dan tidak bisa lagi berfikir apapun.
"Doain Satria yaa Ri... Mama cuma minta itu aja.."
"Iyaa Ma pasti.. Temennya Satria gimana Ma?"
__ADS_1
"Kalau temennya Satria parah di kaki Ri... Kepalanya gak masalah. Robert masih sadar.. Dia gak koma Ri.."
"Ya Allah jadi mas Satria yang parah ya Ma?"
"Iyaa Ri.. Mama juga udah gak bisa apa - apa lagi liat anak Mama satu - satunya gak berdaya kayak gini. Mama sedih banget.. Minta waktunya ya Ri.. Mama mau fokus urus Satria disini. Nanti kalau ada perkembangan apapun langsung Mama kabari ya Nak."
"Iya Ma.. Riri ngerti sekali perasaan Mama.. Yang penting Mama jaga kesehatan disana yaa Ma.. Terima kasih yaa Ma mau kasih tau info perkembangan Mas Satria.."
"Iya Nak.."
Berhari - hari aku hanya bisa diam dan seperti orang bodoh yang mengirimkan pesan spirit ke Satria. Padahal sudah jelas tidak mungkin Satria membalasnya dan ponselnya entah kemana. Aku berusaha tegar selama berhari - hari tanpa komunikasi dengan Satria. Yang biasanya aku berkomunikasi dengan Satria setiap hari, setiap saat dan tanpa putus. Tapi kali ini aku harus berhenti komunikasi dengannya. Aku berharap Satria cepat sadar dari tidur panjangnya.
***
Selama seminggu aku tidak berkomunikasi dengan Mama Ayu sama sekali, tapi aku terus di temani Ka Gaida, terkadang Ka Gaida mengajakku nonton film atau sekedar makan diluar. Walaupun aku terkadang bisa lupa sejenak tentang kesedihanku tapi pasti aku masih terus mengingat keadaan Satria.
"Ri... Jangan di pikirin terus dan di tangisi. Kita doain ajaa.. Kalo kamu gitu terus kamu nanti gak fokus ngapa - ngapain loh. Besok kan kamu udah mulai masuk koas lagi." Kata Ka Gaida saat aku sedang duduk melamun.
"Iya Ka.. Tapi yaa gak bisa di pungkiri. Aku pasti kepikiran Satria.. Gimana ya.."
"Iyaa aku tau, pastilah namanya pacar sendiri pasti kepikiran. Tapi kita doain aja semoga Satria cepet sadar. Kamu percaya kan sama Allah? Udah."
__ADS_1
"Hmm iya Ka.."
Mama juga tidak ada hentinya mendoakan Satria. Semua sudah menguatkanku, tapi aku masih tetap tidak bisa kuat. Rasanya aku hancur saat itu. Pikiranku sudah tidak karuan sama sekali.