Penipu Cinta

Penipu Cinta
Bab 64. Selalu Baik


__ADS_3

"Gue bukannya gak percaya ya sama kematiannya Robert. Tapi gak tau kenapa gue ngerasa aneh aja." Aku masih chat Wina.


"Gue lagi gak bisa mikir Ri. Capek banget sama kehidupan ini.. Gue bener - bener gak nyangka Robert tiba - tiba gak ada." 


"Sabar Win, gue akan bantu lo untuk cari tau. Ini gue diem - diem yaa.. Bahkan Ka Gaida gak tau kalo gue cari tau Satria dan Robert."


"Gak usah Ri, Kakak tuh juga ngerasa aneh sama dia tau. Bokap lo aja udah curiga kan sebenarnya sama dia. Tapi dia kayak masih pura - pura gak tau.  Feeling gue dia tau sih.." 


"Tapi jujur ya.. Gue harus muka dua nih sekarang sama Ka Gaida. Gak boleh ketauan gue mulai cari tau."


"Yaudah nanti lo kabar - kabarin gue ya Ri."


"Oke."

__ADS_1


Akhirnya aku mulai mencari tau, bahkan sampai malam tiba sebelum tidur pun aku terus mencari tau. Akhirnya aku membuat instagram akun palsu untuk mulai mencari tau siapa mereka semua. Satu persatu.. Tapi sejujurnya aku belum ada gambaran banyak saat itu. Yang aku ingat aku menemukan lebih dari satu instagram Satria. Yang aku ingat ada 3. Dan akhirnya aku membuka instagram Satria satu persatu, ternyata tidak terkunci. Lalu aku menemukan sebuah foto dan dia memegang rokok. Yang aku ingat itu foto lama sebelum bertemu denganku, padahal Satria bilang denganku kalau dia bukan perokok. Jujur saat aku melihatnya, hatiku sangat hancur. Rasanya sakit sekali di bohongi dan bahkan aku tau bukan dari orangnya langsung. Tetapi melihat dari akun sosial medianya yang aku tidak tau. Aku pun segera menghubungi Satria.


"Jujur. Tiba - tiba aku nemuin foto ini. Aku bukan kecewa sama rokoknya kok, tapi aku kaget aja Mas kenapa gak cerita. Aku pun gak pernah melarang kok, selagi Mas tau apa yang baik buat Mas. Mas kan juga udah dewasa. Makanya aku bilang, kal ada privacy yang Mas gak mau ceritain ke aku juga gak masalah. Asal Mas bilang 'Aku punya privacy untuk itu' yaudah aku akan terima kok. Dan, kalo Mas punya instagram lebih dari satu aku juga gak masalah kok. Itu hak dan privacy mas, aku juga gak akan ngusik atau ngotak ngatik instagram Mas lainnya. Ini feeling aku yang membawa aku bisa sampai tau ini semua Mas. Bukan karena orang lain. Bahkan punya WA lebih dari satu sebelum ada WA baru juga aku diem kok, karena aku ngerti mungkin itu privacy Mas." 


Satria pun segera membalas chatku dengan penuh amarah, yang anehnya dia marah saat itu. Padahal dia sedang amnesia, kok dia bisa paham instagramnya ada banyak?


"Aku gak bisa hidup dipantau kayak gini, aku putus sama yang pertama karena terlalu dipantau. Paling gak suka aku dicari tau kayak gini, ternyata semua cewek itu sama aja, selalu ngusik, mantau, aku gak bisa Ri. Kayaknya udah cukup ya, gak perlu berlanjut lagi. Maaf kalo aku belum bisa jadi yang terbaik selama ini, semoga setelah ini kamu bisa dapet yang jauh lebih baik dari aku, amiin."


"Demi Allah yaa.. Sedikit pun aku gak pernah mau cari tau kamu. Sepintas aja tiba - tiba dan aku gak pernah sedikitpun negatif thinking sama kamu, sama sekali. Segitu mudahnya Mas bilang kayak gini? Padahal dari tadi aku nangis - nangis kayak orang bego. Kamu laki - laki kan? Kamu mau bohongin aku 100 kali pun gak akan pernah merubah perasaan aku ke kamu. Mungkin karena ketulusan hati aku ya gini. Kamu bilang sayang tapi kesalahan segini pun kamu bisa ngomong gitu ninggalin aku. Mas Satria orang baik, aku tau kamu baik. Dan aku selalu suka sama kebaikan kamu. Dari awal kenal, aku gak pernah ada niat cari tau kamu. Karena kamu orangnya sangat terbuka sama aku. Kan aku bilang sama kamu, aku kalo udah sayang banget kalo ada yang ngeganjel tuh kayak ada sesuatu yang membawa aku untuk cari tau. Tapi setelahnya aku gak perna mau menuduh apapun kamu. Buat semakin cari tau aja gak. Kalo dirasa emang kamu butuh privacy aku juga gak larang. Aku selalu ngekang? Ngelarang? Aku gak gila Mas. Bukan aku juga yang mau cari - cari. Karena aku tau kamu baik dan jujur. Mana pernah aku berprasangka jelek sama kamu. Kecewa? Kamu yang kecewa? Oke. Salah? Aku yang salah? Oke. Mulai hari ini aku tutup semua, mata, telinha sama hati biar gak tau apa - apa dan gak ngerasain gimana rasanya sedih, seneng, bahagia. Semoga Mas bisa menjadi lebih dewasa lagi. Semga Mas bisa lebih baik lagi. Semga Mas akan selalu menadi Mas Satria yang apa adanya. Gak ada manusia yang sempurna, manusia gak ada puasnya. Aku juga manusia biasa kk Mas yang punya perasaan. Maafin ya Mas kalo aku selalu salah di mata Mas. Mungkin aku adalah orang yang berlebihan. Mas marah banget ya sama aku? Segitunya ya? Aku jahat banget berarti. Mas terbiasa yaa memutuskan sepihak? Rasa cinta itu akan selalu ada jika memang hati ini yang memulai. Kita pasti pernah kecewa dengan pasangan kita, kita pernah marah, pernah kesal, tapi jika memang cinta itu benar cinta, sebesar apapun kesalahan orang yang kita sayangi pasti akan termaafkan. Maafkan jika aku salah. Kata - katamu selalu menjadi penyemangatku setiap hari. Aku selalu berterima kasih sama kamu sudah mau mengenalku, sudah mau membuka hatiku yang sangat terluka waktu itu. Karena kamu, aku menadi orang yang selalu bahagia."


Saat itu aku merasa wanita yang sedang mengemis cinta dan kalau diingat aku merasa bodoh sekali berkali - kali mengirimkan chat ke Satria, supaya Satria luluh dan mau memaafkanku. Sampai aku sulit tidur dan akhirnya aku mengirimkan pesan lagi ke Satria.


Sampai tengah malam tiba, aku pun sulit tidur. Sampai akhirnya aku mengirimkan dia pesan lagi.

__ADS_1


"Kamu belum tidur?" 


Satria hanya membaca chatku. Setelah 30 menit aku chat dia lagi.


"Yaudah maaf ganggu ya."


Setelah itu aku menangis sampai sesak, bahkan aku sampai pusing. Aku pun segera tidur karena pasti Satria tidak mau lagi membalas pesanku. Aku sudah pasrah setelah ini bagaimana hubunganku dengan Satria.


***


Saat bangun pagi, aku cek HP ternyata Satria tetap tidak membalas pesanku. Aku pun rasanya lemas sekali. Tapi aneh kali ini, malamnya aku malah bermimpi Robert masih hidup. Bahkan di dalam mimpi jelas sekali Robert berbicara bahasa indonesia. Yang ku ingat di mimpi waktu itu adalah Robert berkata, "Ri, bilang sama Wina.. Aku disini baik - baik saja dan aku belum meninggal." Rasanya nyata sekali, sampai akhirnya aku bercerita dengan Wina bahwa aku memimpikan Robert masih hidup. Sampai Wina menangis lagi mendengar ceritaku. Bahkan aku berharap itu nyata.


Ya setelah sorenya Satria mengirimkanku cover lagu yang menyatakan bahwa dia tidak akan pernah melupakanku walaupun kita tidak bersama. Yang pasti Satria selalu baik saat itu.

__ADS_1


__ADS_2