
"Coba lo tenang dulu yaa Win." Aku berusaha menenangkan Wina di chat.
"Ri, coba tanya Satria. Mungkin aja Robert gak meninggal." Balas Wina.
"Win... YaAllah. Masa orang meninggal bohongan. Nanti gue tanya sama Satria pelan - pelan yaa Win. Lo tenangin diri lo dulu."
Akhirnya aku mengirimkan pesan ke Satria, karena pagi itu Satria belum chat aku.
"Mas, udah bangun belum?" Pada saat itu aku sedang bersiap - siap untuk berangkat ke kampus.
Setelah kurang lebih 30 menit Satria pun membalas chatku.
"Ini aku baru bangun. Kaget bangun - bangun di telpon temenku dari Belanda katanya. Terus dia bilang Robert meninggal karena covid." Balas Satria.
"Ya Allah berarti bener. Tadi pagi Wina udah di kasih tau sama Mamanya Robert."
"Terus ini aku di kirimin lagu cover gitu dari temenku. Katanya ini suara Robert, dia nyanyiin ini seminggu sebelum meninggal buat pacarnya. Pacarnya itu sepupu kamu kan?" Lalu Satria pun mengirimkan beberapa cover lagu. Dan aku pun segera mengirimkan bukti chat Satria ke Wina dan mengirimkan semua cover yang di kirim Satria.
"Ini apa????? Ri. Ka Satria bohong kan???? Pasti Ka Satria lagi bercanda. Kan gue tau dia suka bercanda."
"Win, itu Satria loh yang ngomong. Masa iya dia bohong. Katanya temennya yang di Belanda sampe telpon dia. Ikhlasin yaa Win... Itu Robert nyanyiin buat lo. Dia sayang banget sama lo Win."
Sampai akhirnya setelah kegiatanku selesai di kampus, aku pun langsung ke rumah Wina. Karena saat itu Wina izin tidak masuk karena keadaannya drop. Aku benar - benar tidak menyangka dengan keadaan ini. Kenyataan pahit yang dialami Wina sungguh menyakitkan. Bahkan sebelum akhirnya ke Indonesia, Robert dan Satria kecelakaan. Bahkan Satria sempat kritis, sedangkan Robert hanya shock tidak kritis dan masalah di kaki. Setelah itu hanya satu minggu Robert di rawat, langsung pulang ke Belanda. Dan sampai disana Robert pemulihan, tapi ternyata disana sudah mulai pandemi dan Robert terkena covid. Dan tidak bisa bertahan lama, hanya 3 hari saja dia meninggal. Sungguh kenyataan yang membuatku tidah habis pikir. Satria yang kritis, sekarang dia benar - benar sehat. Aku masih berharap ini hanyalah mimpi.
***
__ADS_1
Setelah aku selesai membuat hati Wina lebih tenang, aku pun pulang ke rumah. Sesampai di rumah, mama sudah menunggu dan membuat banyak pertanyaan.
"Gimana Wina Ri? Ya Allah terus si Robert udah di makamin? Kasihan ih si Wina..."
"Alhamdulillah udah lebih tenang Ma. Katanya sih langsung di makamin. Soalnya kan covid, gak boleh lama lama dan harus khusus makamnya. Kata Wina sih keluarga bener - bener gak bisa nemenin jenazah Robert sama sekali. Jadi gak sempet foto atau video."
"Ya Allah... Terus Satria inget sama Robert?"
"Belum Ma. Itu aja juga dia dikasih tau sama temennya yang di Belanda."
Tiba - tiba Satria menelponku. Aku pun segera mengangkatnya.
"Halo Assalamualaikum." Jawabku di telpon.
"Walaikumsalam. Kamu udah pulang dari rumah Wina?"
Satria masih bicara bisik - bisik di telpon.
"Mas.. Sehat - sehat yaa.." Sahut Mama berteriak supaya Satria mendengar Mama bicara.
"Iya buu aamiin.. Terima kasih ya Bu." Jawab Satria di telpon.
"Ri.. Suaranya kok bisik - bisik gitu?" Tanya Mama pelan.
"Waktu kemarin sih bisik - bisik di telpon karena malu ada Mama Papanya Ma." Jawabku juga pelan.
__ADS_1
Mama pun tertawa kecil.
"Yaudah aku ke kamar dulu ya Ma." Aku pun langsung ke kamar dan mengganti baju.
"Nonton yuk Ri, aku udah punya rekomendasi film nih. Nonton online kita." Kata Satria lalu mengirimkan link film - film.
"Sebentar yaa Mas. Aku bersih - bersih dulu."
"Iya."
Setelah selesai bebersih, aku langsung menyiapkan posisi untuk nonton online bersama Satria. Tiba - tiba dipertengahan film, ada kata kata yang membuat Satria memintaku untuk berhenti menonton.
"Pause!!" Bisik Satria.
"Oke. Kenapa Mas?"
"Kepala aku sakit. Arrrgghh.." Jawab Satria merintih kesakitan.
"Yaudah yaudah istirahat dulu yaa Mas. Udah udah... Aku mau kita stop dulu nontonnya."
"Tiba - tiba wajah kamu tuh ada di ingatan aku. Terus kata - kata barusan buat aku ingat sesuatu. Tapi apa aku gak tau, ini aku lagi berusaha inget - inget. Tapi makin sakit kepala aku."
"Stop Mas, jangan dipaksa. Udah udah, istirahat aja yuk. Udah yaaa..."
"Aku mau tiduran dulu."
__ADS_1
"Iya Mas udah yaa...."
Aku benar - benar takut jika Satria sampai sakit lagi jika dia harus memaksa memorinya. Aku bahkan hanya ingin Satria sehat, kalaupun dia benar - benar tidak bisa mengingatku tidak masalah. Yang penting hatinya bisa suka lagi denganku.