Penipu Cinta

Penipu Cinta
Bab 28. Yogyakarta


__ADS_3

Malamnya Bapak demam, Mama sangat khawatir sekali sampai aku pun juga susah tidur. Aku tidak tau kenapa Bapak tiba - tiba it seperti ini. Atau mugkin karena makanan yang tidak cocok disini kaena Bapak sempat muntah - muntah dan buang - buang air makan soto di magelang. Tapi aku tidak tau dimananya. 


"Pak, jangan dipaksa pulang ya? Sehari lagi disini.." Kata Mama sembari membalurkan minyak kayu putih ke seluruh tubuh Bapak. 


"Bapak drop Ka.. Kayaknya gak bisa nih pulang besok subuh. Bapak maksa mau pulang karena besok sore harus jaga." Aku terpaksa menghubungi Ka Gaida.


"Yaudah aku kesana, ini aku otw yaa Ri." Balas Ka Gaida cepat. 


"Hah? Seriussan Ka? Naik apa? Kakak kan harus nemenin bos Kakak." 


"Udah santai aja, aku udah izin sama atasan aku kok Ri." 


"Serius Ka?"


"Iyaa ini aku udah cari tiket kesana kok. Tapi paling jam 2 pagi baru sampai.. Gapapa kan Ri?" 


"Gapapa Ka.. Aku bilang Mama sama Bapak dulu yaa Ka.." 


Aku pun langsung menyampaikannya ke Mama dan bapak bahwa Ka Gaida akan datang menyusul kesini. Dia khawatir dengan keadaan Bapak jika tetap menyetir ke Jakarta. Jadi akhirnya dia bersikeras untuk datang dan menyetir mobil ke Jakarta supaya Bapak istirahat saja di perjalanan. 


"Yaudah Bapak istirahat dulu, nanti kalo Galia dateng aku bangunin." Kata Mama.


"Alhamdulillah.. Iya.." Jawab Bapak yang akhirnya memejamkan mata untuk tidur beristirahat.


Aku, Mama dan Bapak pun tidur. Tapi aku tidur ayam karena menunggu kabar Ka Galia. Tak lama Ka Galia mengabari kalau dia sudah mau sampai. Aku pun segera bangun dan membangunkan mama pelan - pelan. 


"Ma.. Maa.. Siap - siap. Ka Gaida udah deket katanya.." Bisikku pelan.


Mama pun terbangun dan siap - siap. Untungnya Mama dan Bapak sudah pakai baju rapih dan barang - barang dan sudah memasukan tas - tas ke dalam mobil. Jadi Mama dan Bapak tinggal masuk ke mobil. 


Ka Galia pun menelponku, "Assalamualaikum. Ri, aku udah di depan ya.." 

__ADS_1


"Walaikumsalam, masuk aja Ka.. Ini aku sama Mama mau bangunin Bapak pelan - pelan." 


"Iya aku di depan aja Ri."


Aku pun segera membuka pintu kamar, Mama dan Bapak pun segera keluar.


"Yaampun, Ka Gaida. Masuk ajaa.." Sahut Mama.


"Gak usah tante, ini kan biar langsung jalan aja." Jawab Ka Gaida. 


Mama dan Bapak pun bersiap - siap. Karena besok hari minggu dan aku jaga malam, jadi aku tetap tidur di hotel sampai waktunya besok check out jam 12 siang. 


"Ri, Mama sama Bapak pulang yaa.." Kata Mama.


"Iyaa Maa hati - hati yaa.." Jawabku sembari salim dengan Mama dan Bapak. 


"Iyaa.. Assalamualaikum.." Sahut Bapak.


"Dahh Ri.." Kata Ka Gaida sembari membuka kaca mobil.


Aku pun melambaikan tangan dan mobilnya berlalu pergi. 


***


Aku pun terus berkomunikasi dengan Ka Gaida sampai akhirnya sampai di Jakarta dengan selamat, Bapak pun keadaannya berangsur membaik. Sesampai di Jakarta siang dan Bapak masih sempat istirahat. Bahkan akhirnya Bapak tidak jadi praktek karena Mama yang meminta Bapak untuk beristirahat terlebih dahulu seharian. Aku pun lega setelah tau. 


"Riri.. Nyokap sama Bokap lo udah pulang?" Tanya Ka Rina saat aku di dalam kamar yang baru pulang jaga.


Yaa.. Jadwal jaga malam jika hari minggu adalah 1 orang dan ganti shift. Aku mengambil shift siang sampai sore, karena aku masih di hotel sejak tadi. 


"Iyaa Ka.." Jawabku singkat. 

__ADS_1


"Yeayy Kakakku udah kembali ke kamar.." Sahut Ria dengan senang. 


"Ria dari kemarin dia galau tuh gak ada lo.." Ledek Ka Rina. 


"Besok ke Jogja yuk kita Ri, sekalian cari rumah Satria dimana." Kata Ka Rina. 


"Ih ayoooo Ka.." Sahut Ria.


"Eh Ka Rina ngajaknya gue bukan lo.." Ledekku.


"Ihh emang Ka Rina gak mau ngajak aku?" Tanya Ria dengan wajah sedih.


"Gak usah. Gue aja sama Riri. Si Lina kan besok dia mau ketemu sama Kakaknya datang kesini." Kata Ka Rina. 


"Okeee dehh.. Asikk.." 


Keesokan harinya pun aku, Ka Rina dan Ria ke Jogja. Karena Koko dan Hilda jadwal jaga malam, jadi mereka tidak bisa ikut dan Lina sedang pergi dengan kakaknya yang sedang mampir ke Magelang. Sesampai disana aku dan Ria diajak makan papeda dengan Ka RIna, dan untuk pertama kalinya aku mencobanya. Itu sangat enak. Makanan khas papua itu enak sekali. Walaupun setelah itu aku jadi sering buang air kecil.


"Makan yang banyak yaa Riri dan Ria." Kata Ka Rina. 


"Ka.. Aku kurang suka sama Papeda. Aku pesan yang lain aja yaa. Kurang suka lihat teksturnya.." Kata Ria. 


"Yaudah bebas.." Kata Ka RIna.


"Padahall ini enak bangeet.." Jawabku.


"Ohh Riri sukaa ternyata.. Tambah Ri.." Kata Ka Rina tersenyum.


Aku sedih saat aku datang ke Jogja, aku tidak bisa bertemu dengan Satria karena dia masih di Belanda. Bahkan Satria juga sedih karena tidak bisa menemaniku di Jogja. Drama sekali hubunganku dan dia. Penuh dengan cerita - cerita dramatis. 


***

__ADS_1


Setelah akhir minggu kami di Magelang, selesai sudah kami masuk di bagian kejiwaan. Aku sudah selesai ujian dan rasanya lega sekali. Sampai akhirnya kami berangkat naik pesawat dari Jogja, malamnya kami dari Magelang ke Jogja dengan taksi online. Kami sempat keliling di Jogja untuk mencari oleh - oleh terlebih dahulu, dan makan di tempat - tempat enak. Setelah itu kami tidur di hotel dan besok paginya kami kembali ke Jakarta. Selama di Jogja aku terus menangis karena tidak bisa bersama dengan Mas Satria. Bahkan Satria pun tidak memberitahukan alamat rumahnya, karena mungkin dia belum berani mempertemukanku dengan Papanya. Karena Papanya tidak merestui hubunganku dengannya hanya karena trauma. 


__ADS_2