
"Jadi mulai hari ini kita resmi pacaran yaa.." Jawab Satria dari telpon.
"Hahaha iyaa Sayang.. Yaudah kita lanjut di chat aja gimana?" Tanyaku.
"Kamu gak mau lama - lama telponan sama aku ya?"
"Hahaha bukan gitu. Yaampun baru beberapa detik loh kita pacaran, kamu udah manja aja sih Mas.... Maksud aku biar aku bisa istirahat. Jadi kita bales chat ajaa.. Panas juga telinga kalo pake telpon lama - lama.." Jawabku bercanda.
"Iyasih.. Yaudah kalo gitu, sebentar lagi aja mau gak? Nanti kalo aku udah sampai stasiun baru kita tutup telponnya. Aku bosen banget di jalan macet gini diem aja.."
"Yaudah yaudah..."
Aku dan Satria pun telponan sampai akhirnya Satria sampai di stasiun.
__ADS_1
"Aku udah sampai ini, kita lanjut di chat aja yaa.." Jawab Satria.
"Okee sayang.. Hati - hati yaa.."
"Assalamualaikumm..."
"Walaikumsalam..." Aku pun langsung menutup telponnya setelah itu.
***
Walaupun aku agak kecewa karena seharusnya kami janjian pergi nonton bioskop dan foto box di tanggal 1 Juli 2019 itu saat Satria datang ke Jakarta. Hanya karena suatu hal yang membuat aku kecewa sekali karena mendadak.
"Kayaknya kita gak bisa nonton deh nih, ini Razi bener - bener gak ngerti lagi aku. Dia udah beli tiket malem ini jam 9 dari Stasiun Senen. Gimana solusinya? Kita gak usah nonton gapapa? Makan aja nanti, aku udah marah - marah ini sama Razi atau nanti kamu mau anterin aku ke stasiun? Nanti biar pulangnya dianterin. Gak suka nih aku grabak grubuk gini, ini baru cerit pas aku mau pesen tiket buat besok, dia bilang udah booking. Parah."
__ADS_1
Aku pun kesal sekali saat itu, kami belum pernah bertemu sebelumnya. Tapi rasaku ke Satria sudah tulus sayang, pasti jelas ada rasa kecewa jika tiba - tiba rencana jauh - jauh hari di batalkan begitu saja. Sampai Satria merayuku terus menerus saat aku menolak untuk bertemu dan memintanya langsung saja pulang ke Jogja. Walaupun akhirnya aku luluh juga dengan rayuannya dan dia benar - benar menhampiriku ke Rumah Sakit saat itu dan sampai akhirnya aku dan Satria berpacaran.
Setelah kami berpacaran, 2 Juli 2019. Satria pun mengabariku bawha dia sudah sampai di Jogja pada pukul 4 pagi tempat kelahirannya dan rumahnya. Aku pun membalasnya saat aku terbangun pukul 6 pagi.
Hubungan chattingku dan Satria pun semakin mesra, bahkan aku tidak bosan - bosannya jika Satria menanyakan hal - hal itu saja. Bahkan aku selalu senang jika Satria menanyakan kegiatanku sehari - hari. Sesekali Satria mengirimkan video cover dia nyanyi dengan bermain alat musik gitar. Hanya saja aku agak sedikit kesal karena dia selalu mengirim video tidak terlihat wajahnya. Dan beberapa kali dia menelponku tapi tidak ada suaranya, hanya aku yang bicara dan dia meresponku dengn chat. Mungkin sedikit gila yaa soal ini tapi aku benar - benar jadi gila saat itu, gila karena cinta. Cinta buta.
Lalu tiba - tiba saat baru beberapa hari Aku dan Satria berpacaran. Ka Galia bercerita soal Satria yang ternyata pernah gagal menikah juga dengan seorang perempuan dan dia adalah dokter. Aku sangat terkejut saat itu karena kisahku dan Satria sama, bahwa kami gagal menikah. Tapi aku sedih karena aku tidak mendengar langsung dari orangnya. Tapi dari orang lain, padahal selama ini kami sudah berjanji akan saling terbuka satu sama lain. Sampai akhirnya aku memancingnya agar dia mau jujur yang sebenarnya soal masa lalunya.
"Jadi sebenarnya setelah sama Desyana, aku sempet di kenalin sama perempuan. Dia Dokter, anaknya sahabatnya Papanya Galia yang tinggal di Cirebon. Dia ini dari keluarga yang high class sih emang. Papanya itu punya pabrik rotan terbesar di Cirebon sana, ceweknya ini kuliah di salah satu Unievrsitas swasta di Bandung. Yaudah aku di kenalin, akhirnya kita kenal sampai jadian. Waktu itu dia masih koas juga kebetulan di Purwakarta itu.. Yaa perjuangan aku nemenin dia koas menurut aku luar biasa banget sih, gak perlu aku ceritain lah perjuangannya kayak apa. Intinya aku support banget, aku tungguin smpai akhirnya dia jadi dokter. Setelah dia udah jadi dokter, Mamanya dia itu minta ke aku kalo bisa jangan lama - lama. Kalo emang serius yaa di seriussin. Karena waktu itu aku udah ngerasa cocok juga sama dia, dia juga sama ke aku (katanya), akhirnya aku bilang lah sama Mama Papa. Akhirnya Mama Papa ke Bandung buat ngomongin soal ini, akhirnya sepakat kedua keluarga ini, tapi makin kesini cewek ini banyak permintaan dan persyaratan yang harus aku penihin. Dia minta rumah mewah di Bandung, dia minta mobil Toyota Camry terbaru, dia minta resepsi di 3 tempat, di Cirebon, Bandung sama Jakarta. Dan yang terakhir dia minta punya Rumah Sakit sendiri, aku udah sanggupin semuanya, cuma waktu itu aku minta waktu satu hal untuk Rumah Sakit. Prosesnya setelah nikah, karena pengeluaran aku buat sampe ke nikah aja udah banyak banget. Akhirnya udah deal nih, kita semua udah ngurus ini itu, H-2 minggu dia ada acara reuni SMA di Cirebon. Setelah acara reunian itu dia berubah, sampai udah H-1 minggu mau acara kita, undangan udah disebar, dia dengan gampang ngebatalin itu semua. Yang ada dipikiran aku saat itu bukan soal aku pribadi, tapi orang tua aku gimana malunya mereka ke rekan - rekan mereka, dengar cerita dia waktu reunian ketemu sama mantannya yang sesama dokter juga dan kebetulan mantannya yang jadi dokter itu udah punya Rumah Sakit sendiri, akhirnya balikan sama dia. Aku udah janji sama diri aku sendiri sebenarnya untuk gak anggep itu pernah kejadian, makanya aku bilang mantan aku cuma 1. Karena yang ini tuh parah banget menurut aku. Terlalu parah... Dengan gampangnya dia batalin via telp, gak pernag ada niat baik datang ke rumah buat minta maaf. Yang dateng malah orang tuanya sama kakak - kakaknya."
Aku pun benar - benar tidak menyangka dengan cerita Satria saat itu, apakah benar itu ceritanya? Hebat sekali dia laki - laki yang sudah bertanggung jawab besar dan punya biaya sebanyak itu di tinggalkan pacarnya? Sampai akhirnya itu yang membuat Satria sempat trauma dengan dokter. Dan dia bercerita ke Ka Galia soal aku yang sudah mulai jauh dekat dengan Satria. Bahkan Satria meminta masukan dengan Ka Galia dan Ka Galia membuka pikiran Satria supaya tidak menjudge seseorang hanya karena profesinya tapi itu salah dari individunya.
Sampai akhirnya Satria akan melanjutkan sekolah S3 setelah dia lulus wisuda S2nya. Dan dia akan melanjutkannya ke Belanda. Kami akan semakin jauh saja, pertemuan kami baru sekali. Aku kira dengan aku dan Satria mengganti status menjadi pacaran, kami akan sering bertemu..Nyatanya tidak... Satria dapat beasiswa ke Belanda, Groningen University. Aku senang dia bisa melanjutkan sekolahnya lagi tapi aku juga sedih dan khawatir akan semakin jauh dengannya. Walaupun akhirnya aku semakin dekat dengan Ka Galia untuk mengisi hari - hariku tanpa Satria. Dia yang selalu menceritakan soal Satria, jadi membuatku merasa Satria selalu ada di dekatku saat itu.
__ADS_1