Penipu Cinta

Penipu Cinta
Bab 45. Kecelakaan


__ADS_3

"Ka.. Aku mau mandi dulu yaa.." Jawabku sembari mengambil handuk.


"Hmm.. Iya.." Jawab Ka Gaida mengangguk sembari sibuk memainkan ponselnya.


Aku pun segera mandi, lalu setelah selesai mandi Ka Gaida menawarkan makan siang.


"Ri.. Laper nih. Makan yuk.. Mau makan diluar atau pesen online?" Kata Ka Gaida sembari tiduran di kasur depan TV.


"Duh.. Gak capek Ka? Online aja lah.. Aku mau tiduran." Jawabku yang langsung merebahkan badan di kasur. 


"Bebas aku mah.. Tante mau apa?" Kata Ka Gaida.


"Mama mah ikut aja Ka.." Jawabku. 


"Yaudah mau apa? Jangan terserah yaa.." 


"Lah Kakak maunya apa? Aku sama Mama juga makan apa aja."


"Ihh jangan gitu... Cepet."


"Ih apasih, kan kakak yang mau. Kita mah pemakan segala.."


"Duh.." Ka Gaida masih sibuk membuka ponsel.


Akhirnya Ka Gaida memilih makanan cepat saji, karena dia ingin kulit ayamnya. Yaa dia memang suka lemak, dari awal aku mulai dekat dengan Ka Gaida cara makannya dia sanat luar biasa. Suka sekali makan jeroan, makan kulit ayam, bakso, keju. Bahkan aku jarang sekali melihat dia makan sayur dan buah. 


Setelah aku selesai makan, aku lanjut asik chat Satria. Begitupun Ka Gaida asik tiduran sembari bermain ponsel. 


"Sayang.. Aku udah mau berangkat nih sama Robert." Kata Satria di chat.


"Iyaa Sayang.. Hati - hati yaa.. Aku sama Mytha kayaknya besok sore mau ke rumah Pran, karena besok 7 harian Papanya Pran Mas." Balasku cepat.


"Kamu gak mau nungguin aku ketemu sama Pran dan Mythanya?"


"Yaa nanti kamu dateng aku ajak lagi ketemu mereka, soalnya aku kemarin pas Papanya meninggal belum bisa langsung kesana sayang. Makanya ini aku besok dateng sekalian acara pengajian." 


"Hmm gitu. Yaudah deh.. Padahal aku juga mau ikut pengajiannya."


"Mas.. Pengajian kan ada 40 harian nanti, kamu kan di Indonesia lama. Udah nanti pasti ada waktunya kok."


"Emang kapan 40 hariannya?"


"Yaa aku belum tau, kan aku belum nanya Pran. Baru mau besok sore kesana.."


"Kamu sama Gaida kesana?"


"Gak lahh.. Ka Gaida katanya besok balik ke rumah Bulek. Besok aku anterin Ka Gaida dulu kok baru ke rumah Pran."


"Oh gitu.. Yaudah kamu hati - hati ya sayang."


"Hmm iya sayang kan masih besok... Kamu udah mau flight?"


"Iyaa sayang, kalo nanti aku kacangin maaf yaa sayang. Soalnya kan harus di air plane si pesawat."

__ADS_1


"Iyaa sayang.."


"Yaudah ini aku udah mau masuk. Nanti aku kabarin yaa.. Love you.. Kamu juga kabar - kabarin aku yaa sayang."


"Iyaa Sayangku."


***


Setelah Satria flight ternyata Satria bilang ada transit ke Russia. Jadi kemungkinan sampai di Indonesia besok pagi. Kemungkinan kalo sempat dia akan langsung ikut menemaniku ke pengajian Papanya Pran. 


"Sayang... Aku udah di Russia ini." Kata Satria di chat.


Saat itu waktu sudah menunjukkan waktu jam 09:00 WIB di Indonesia. Sedangkan disana sudah siang. 


"Alhamdulillah.. Terus flight lagi jam berapa sayang?"


"Sebenarnya aku cuma dikasih waktu 1 jam aja disini, cuma karena lagi ada badai salju delay jadi 5 jam.. Sedih banget. Kayaknya belum tentu sampai besok di Indonesia deh."


"Yaudah gapapa yang penting kamu baik - baik aja yaa sayang. Untung ada temennya yaa si Robert.. Jadi gak bosen ada temen ngobrol."


"Iyaa Alhamdulillahnya gitu, padahal tuh tadinya udah dari minggu lalu aku disuruh pulang sama Mama dan Papa bareng mereka, cuma aku pengen nemenin Robert. Karena dia baru bisa pulang hari ini." 


"Yaa gapapa, kan kamu juga liburnya lama. Sebulan lebih.." 


"Iyaaa makanya itu, disini juga aku masih mau nikmatin liburan sih. Karena juga kan selama ini aku sibuk kuliah dan kerja disini. Jadi belum sempet liburan juga."


"Iyaa sayang.."


"Gaya banget ahahahaha.." 


"Iyaa yaa gayaa.. Biasanya main hujan eh ini main salju haha.."


"Tau kamu gaya woo.."


"Sayang.. aku ngantuk. Tadi di pesawat aku gak bisa tidur, goyang - goyang terus pesawatnya. Jadi gak berani merem.."


"Yaudah sayang.. Sana tidur dulu.. Mumpung banyak waktu kan.."


"Iyaa ini si Robert sewa tempat istirahat. Love You sayang.."


Saat itu aku belum merasakan keanehan, karena menurutku biasa kalau ada delay penerbangan jika cuaca sedang tidak bagus. Apalagi itu awal tahun disana masih musim salju. Dan kebetulan saat itu sedang ada badai salju, jadi pasti ada penghambatan penerbangan. Lalu saat Satria sudah bangun, dia dan Robert pun jalan - jalan membeli makanan dan menikmati main salju. Dan tak terasa waktu sudah hampir tengah malam disana. Di Indonesia masih sore, aku pun bersiap - siap untuk ke rumah Pran.


"Ri.. kamu nanti kabar - kabarin aku yaa baliknya. Soalnya aku mau ketemuan sama temenku diluar." Kata Ka Gaida yang juga ikut pergi.


Setiap aku tidak ada di rumah, dia pasti juga pergi. Padahal ada Mama di rumah, aku tidak mengerti sih padahal dia sudah dekat dengan Mama. 


"Oke Ka." Jawabku singkat.


Lalu aku pun janjian dengan Mytha dan langsung ke rumah Pran habis Sholat Maghrib. Setelah aku berbincang - bincang dengan Pran dan Mytha sebenarnya aku kurang fokus karena Satria menghubungiku terus. Bahkan dia sangat ingin tau apa saja yang aku bicarakan dengan para sahabatku. Sampai akhirnya Satria langsung menelponku dan aku pun mengangkatnya karena dia selalu mendesakku untuk mengangkat telpon dan menuduhku membicarakan sesuatu yang rahasia dengan Mytha dan Pran.


"Angkat.. aku mau denger kamu ngobrol apa aja sama Pran dan Mytha."


"Iyaa Mas, sabar. Iya iya.." Dan aku menurutinya. 

__ADS_1


Pran dan Mytha melirik lirik ke arahku.


"Si Satria ya?" Tanya Pran.


"Iyaa.. Bahasnya jangan aneh - aneh yaa. Gue males ribur guys." Bisikki ke Pran dan Mytha.


Mytha dan Pran langsung mengangguk tanda mereka sudah mengerti sifat Satria. 


Aku masih asik ngobrol dengan Pran dan Mytha, Satria pun tiba - tiba menggangguku dengan mengirimkan banyak pesan di chat. Ya yang pasti spekaernya masih belum berfungsi dengan baik. 


"Hei hei hei.. Sayang sayang sayang.. Mentang - mentang lagi asik ngobrol sama Pran dan Mytha aku jadi di cuekkin ya.."


"Apasih sayang? HPku geter - geter terus ini.." Jawabku dari telpon. 


"Aku mau balik ke bandara nih, naik bus."


"Yaudah hati - hati yaa sayang.." 


"Asik banget yaa ngobrol sama mereka.. Sampe lupain ada aku disini."


"Hahaha ya wajarlah udah lama gak ketemu sayang. Kita kan kalo ketemuan setahun sekali hahaha udah kayak lebaran, satu tahun sekali." 


"Hmm.. Iyasih, aku kalo udah kumpul sama Gaida, Razi dan Gian juga gitu sih. Kamu jangan pulang malem - malem."


"Iyaa wajarlah kalo udah kumpul sama sahabat. Iyaa Mas.." 


"Ini supir busnya ugal - ugalan banget, udah kayak lagi naik bus di Indonesia."


"Ih supirnya mabok kali." Jawabku.


"Kayaknya deh, karena kan udaranya dingin banget disini. Terus kalo minum alkohol kan hangat. Aku kok serem yaa.. Sayang. Aku matiin dulu yaa telponnya. Si Robert ngomongnya udah aneh - aneh."


"Istigfar yaa sayang.. Iyaa."


"Assalamualaikum."


"Walaikumsalam."


"Aku sayang banget sama kamu." 


"Aku juga sayang."


Lalu Satria pun mematikan telpon, lalu tak terasa aku melihat jam sudah pukul 22:00 WIB. Aku dan Mytha pun izin pamit dengan Mamanya Pran dan Pran. Selama di perjalanan aku masih santai dan sampai rumah pun aku juga santai. Ka Gaida tidak jadi  tidur di rumahku karena dia akan menginap di rumah temannya. Karena kebetulan juga Bapak pulang malam itu. Sesampai rumah aku langsung bebersih dan tidur. Tapi kali ini Satria menghilang tidak mengabariku sama sekali. Aku pikir dia sudah tidak sempat memegang HP jadi aku tidak terlalu memikirkan. Sampai keesokan paginya Mama Satria mengirimkan pesan untukku.


"Ri.. Satria sama temennya kecelakaan bus. Semalem Mama di kabarin dari KBRI ada orang Indonesia yang kecelakaan. Sekarang mereka udah di tangani di rumah sakit. Ini Mama sama Papanya mau siap - siap ke Russia."


Seketika dadaku sakit dan aku berteriak di dalam kamar sampai Mama dan Bapak terkejut mendengarku berteriak menangis menyebut nama Satria. 


"Riri kenapa?" Tanya Mama dan Bapak serempak langsung masuk ke kamar.


"Satria.. Satria kecelakaan..." Jawabku sembari menangis tersedu - sedu. 


Aku tidak membayangkan hal ini terjadi kepada Satria dan Robert. Aku benar - benar lemas saat itu. 

__ADS_1


__ADS_2