
Akhirnya Aku dan Ria pun tiba di Magelang. Setelah aku turun dari mobil, Ka Gaida dan temannya Ka Ira pun pulang ke Jakarta. Di Magelang kami ber 6, yaitu diantaranya Aku angkatan 2012, Ria Angkatan 2013, Lina Angkatan 2013, Ka Rina Angkatan 2009, Koko Angkatan 2014 dan Hilda Angkatan 2014. Yaaa dalam waktu 5 minggu kami ber 6 akan bekerja tim disini. Pembagian jaga malam, tugas kelompok, tugas individual maupun ujian. Disini kami semua memang berbeda - beda angkatan, biasanya kampus memang sengaja membagi tim yang berbeda angkatan agar kami bisa saling membaur dan menghargai satu sama lain.
"Ka.. Ini kayaknya yang lain belum pada nyampe deh. Kita mau ambil kamar yang mana nih? Kita sekamar yaaa Ka.." Kata Ria yang dari tadi sibuk sekali membuka - buka kamar dari ujung ke ujung.
"Bebas gue... Ka Rina, Lina, Koko sama Hilda udah sampai mana mereka?"
"Si Lina sama Ka Rina katanya udah mau sampai. Si Koko sama Hilda nanti malem sampenya." Kata Ria sembari membuka ponselnya.
"Yaudah kita masuk aja lah dulu ke kamar, beberes." Jawabku sembari membuka pintu kamar paling ujung.
"Iyaa Ka kita disana aja.. Si Ka Rina paling sebelah kita. Si Hilda katanya mau ngekost di tempat lain Ka.."
"Yaudah kita aja berarti yang sekamar ya? Ini kan ada 4 kamar, pasti Ka Rina, Lina sama Koko sendiri - sendiri."
"Iyaa Ka.."
Aku dan Ria pun akhirnya sekamar untuk 5 minggu ke depan. Ka Rina dan Lina pun datang lalu disusul dengan Koko dan Hilda.
"Oh iya nih, kata Satria lo minta bakpia kukus ya? Tadi kata Ka Galia ini buat Lo titipan dari Satria." Kata Ku sembari memberikan oleh - oleh bakpia kukus khas jogja.
"Eh serius Ka di beliin? Aku cuma bercanda tau Ka.. Ih Bang Satria nih baik banget sih Ka.. Padahal dia lagi jauh di Belanda. Masih aja inget loh.." Jawab Ria dengan mata berbinar - binar.
"Hmm.. Yaudah makan deh tuh yaa.." Jawabku dengan wajah agak sinis.
Aku seperti kurang suka dengan sikap Ria ke Satria, yaa walaupun tidak mungkin karena mereka pun juga berbeda keyakinan jadi mustahil jika main di belakang. Ah aku tidak boleh curiga dan mudah cemburu karena aku yakin Satria setia.
__ADS_1
"Yaudah gue mau telpon Satria dulu ya.." Aku pun langsung keluar kamar.
"Iyaaa iyaa..." Jawab Ria yang sedang membereskan tempat tidur.
"Halo.. Assalamualaikum." Sapaku saat Satria mengangkat telpon dariku.
"Walaikumsalam Sayang.. Gimana tempatnya?" Balas Satria dengan chat. Ya seperti biasanya.
"Enak kok Sayang. Aku sekamar sama Ria, oh iyaa bakpia dari kamu yang di titip sama Ka Galia udah aku kasih dia yaa.." Jawabku.
"Oh iyaa itu aku beliin satu buat dia... Nah kamu banyak itu ada 3 yaaa.. Habisin pokoknya..."
"Hahaha bisa langsung gendut nih aku.."
"Hmm tuh Ria bilang makasih." Jawabku ke Satria.
"Iyaa sama - sama bilang sama Ria."
"Kata Satria sama - sama." Aku berteriak ke Ria.
"Sering sering yaaa Bang kasih oleh - oleh gini.." Sahut Ria lagi.
"Ngelunjak lo ya.." Ledekku berteriak.
Sehari - hari Satria selalu menelponku, terkadang bersuara tapi terkadang tidak bersuara. Terkadang Satria mengatakan speakernya baik terkadang tidak. Tapi dia selalu berusaha untuk berusara dan mulai saat itu aku sering sekali sleep call dengan Satria sampai pagi. Dan itu membuatku tidur dengan nyenyak.
__ADS_1
***
"Ria sudah cukup muak disana?" Teriak Ka Rina dari kamar sebelah.
"Aduh Kaa setiap malam dengerin orang bucin nih." Jawab Ria meledekku menyahut Ka Rina.
Ka Rina pun tertawa terbahak - bahak.
"Sayang.. Kita di bully nih sama Ria dan Ka Rina.." Bisikku di telpon.
"Hahahaha biarin aja.. Kan kita emang bucin.." Jawab Satria dengan chat.
"Riri udah dinyanyiin lagu selamat tidur sama Satria?" Sahut Ka Rina dari kamar sebelah.
"Setiap hari itu mah Ka.." Ledek Ria.
"Ihhh iyaa dongg Satria mah kelonin aku terus setiap malam.." Jawabku menggoda.
"Ihhh geliiiii!!" Jawab Ria yang langsung menutup seluruh badannya dengan selimut.
Mereka selalu saja meledekku dan Satria, karena sikap ku dan Satria yang sangat bucin jadi membuat mereka lucu dan aneh. Karena seumur - umur aku pacaran dan dekat dengan cowok tidak pernah seperti ini. Karena itu semua jadi meledekku terus.
Di Magelang aku cukup senang karena aku merasa bertemu banyak orang - orang baru, bahkan ini pertama kalinya aku bertemu pasien dengan gangguan jiwa. Biasanya di rumah sakit aku bertemu orang - orang yang memiliki penyakit fisik, tapi kali ini penyakit mental. Dan aku bersyukur tidak ada drama saat awal - awal aku menjalani koas di Magelang. Begitupun hubunganku dan Satria, kali ini masih aman. Setiap hari Satria tidak pernah absen untuk menelponku. Bahkan setiap aku tidur, di Belanda siang dan dia masuk kuliah ataupun bekerja.
Tapi sempat ada drama sedikit, tiba - tiba saja Satria bilang bahwa ponselnya hilang. Jadi dia memakai nomer satunya lagi. Ya Satria punya banyak beberapa nomer. Dan ternyata instagramnya sempat di hack juga oleh orang tidak bertanggungjawab. Dan ternyata itu adalah mantan pacarnya Widi. Dia merampas ponsel Satria, bahkan aku sempat di telponnya dan dia memakiku walaupun lewat chat tidak dengan suara karena saat itu speaker Satria error lagi. Dan aku jadi seperti orang gila yang mengamuk di telpon tanpa ada balasan suara dari sana. Aku seperti percaya saja saat itu. Sampai akhirnya ponsel itu bisa kembali dengan syarat Satria harus menemani dia dan saat itu Mama Satria juga ada di Belanda dan jalan dengan Widi. Mama Satria sudah sempat berkomunikasi denganku lewat whatsapp, harusnya aku sudah ada lampu hijau untuk orang tuanya. Walaupun kata Satria Papanya belum membuka hati karena masih trauma dengan dokter. Aku pahami itu. Ya... kisahku agak drama seperti di film dan sinetron kali ini, Mama Satria sempat memberikan nasihat ke Aku bahwa aku tidak boleh bertengkar dengan Widi karena menurut Mama Satria Widi adalah orang yang baik. Dan aku kesal itu. Sampai membuatku menjadi menangis semalaman tanpa suara.
__ADS_1