
Satria ingin sekali nonton konser, tapi sayangnya Satria harus bekerja. Akhirnya Satria pun sedih sekali. Tapi dia punya ide untuk izin sehari tidak bekerja dan kuliah. Yaitu izin sakit. Karena kalau tidak izin sakit, akan di potong gajinya.
"Aku udah punya tiketnya padahal, masa aku gak nonton sih... Sedih banget." Kata Satria di chat.
"Yaa terus gimana dong? Kan kamu juga hari ini masuk."
"Gak deh, aku gak mood kerja jadinya."
"Loh, terus gimana?"
"Atau aku minta surat sakit aja yaa sama Dia."
"Dia siapa?"
"Itu... Kan mumpung dia disini. Cuma buat hari ini kok.."
"Maksud kamu Widi???? Gak.. Itu namanya kamu terkesan kasih dia kesempatan lagi untuk kembali sama dia."
"Ya gak dong, kan aku cuma minta surat sakit aja. Dia kan praktek di salah satu rumah sakit disini. Jadi gapapa.."
"Terserah kamu deh, kalo kamu maunya gitu. Yang pentign kau happy kan?"
"Kok kamu gitu sih? Kalo kamu awabannya gitu yaa aku gak minta surat sakit sama dia."
"Yaa terserah. Kan aku bilang terserah."
"Ya gak bisa dong, harus jelas.. Jangan terserah."
Aku pun tidak menghiraukannya. Setelah 30 menit Satria pun mengirimkan pesan lagi.
"Lama banget sih gak bales - bales. Kamu lagi apa? Kamu harus kasih keputusan."
"Apasih Mas?? Kamu kan yang mau nonton, kan kamu yang udah beli tiket. Kenapa gak ikutin aja mau kamu?"
__ADS_1
"Yaa gak bisa dong, kamu harus yang nentuin. Bukan aku.."
"Loh, urusan urusan kamu. Kenapa aku yang harus kasih pilihan iya atau gak?"
"Yaa kalo kamu bilang gak yaa aku gak akan nonton, kalo kamu bilang iya ya aku bakal minta surat sakitnya sekarang."
"Apasih Mas, jangan di bikin ribetlah. Kalo dari hati aku sih yaa aku gak akan mau kamu minta surat sakit sama dia supaya bisa nonton konser."
"Yaa berarti kalo kamu bilang gak yaa aku gak akan pergi."
"Yaudah terserah. Udah sana makan kek apa kek, gini aja di debatin. Males banget."
"Nanti aja, aku gak nafsu makan."
"Nanti kambuh lagi maagnya, kamu tuh kenapa sih? Aku kayaknya serba salah banget."
"Gapapa.. Kan ada obat."
"Yaudahlah sana kamu kalo mau nonton."
"Yaudah sana silahkan."
"Oke."
Satria pun menghilang dari chat dan menghampiri Widi. Selang waktu satu jam Satria pun menghubungiku lagi.
"Sayang."
"Apa?"
"Aku bingung, Widi pas aku minta dia kasih syarat juga."
"Apa syaratnya?"
__ADS_1
"Dia minta aku nemenin dia kemana aja selama disini."
"Hahahaha good. Okee silahkan... Sekalian aja balikan gak sih?"
"Apasih kamu. Ya aku uga mikir - mikir lah.. Kamu bolehin gak? Kalo kamu gak ngebolehin yaa aku gak pergi."
"Nanti kamu gak mau makan lagi, kambuh lagi maagnya. Jadi gara - gara aku lagi deh. Yaudah sana kalo kamu mau sama dia monggo Mas Satria."
"Gak. Kalo kamu bilang gak yaudah aku nurut."
"TERSERAH! CAPEK."
Lagi lagi Widi bikin aku emosi dan Satria juga membuatku kesal. Hanya demi penyanyi kesukaannya dia mau sekali nonton konsernya sampai rela mau minta surat sakit dengan mantan pacarnya yang toxic itu. Benar - benar membuatku kesal. Aku pun langsung bercerita dengan Wina saat itu juga dengan menggebu - gebu.
"Sabar Ri.. Lagian aneh - aneh aja sih cowok lo. Masa demi nonton konser sampe mauuu kayak gitu. Kayak apaan ajaee.."
"Makanya Win, gue sebel banget. Kenapa sih masalah gitu aja sampe debat. Bikin emosi."
"Nah kan cowok lo chat gue deh nih, aduh kalian nih."
"Chat apaan dia?" Tanyaku penasaran.
Wina pun membalasnya setelah dia membalas chat Satria.
"Eh.. Dia masih kekeh banget nih mau nonton sebenarnya. Katanya cuma jalan nemenin Widi doang kan gak masalah toh hatinya cuma buat lo. Gitu deh kata dia."
"Ya gak bisa dong Win, sekarang gini. Si Widi itu kan gila yaa.. Dia bisa aja ngelakuin hal apapun demi balik lagi sama Satria. Dia aja bisa neror - neror gue. Gimana coba nanti dia jalan sama Satria. Gue sama dia jauh banget Win, beda negara. Rasanya tuh gak tenang aja."
"Yaa makanya gue bilang sama dia jangan egois gitu lah Ka.. Kan dia tau Widi tuh gila. Masa dia mau ajaa sih gitu.. Eh dia malah bilang gini 'Yaa lo kan sepupunya Riri yaa pasti belain dia gak sih?' Gitu katanya. Serba salah deh gue kayaknya ngomong sama dia Ri."
"Emang salah terus udah ngomong sama dia coy. Udah deh.. Gue capek banget nangis - nangis ini."
"Yaampun Riii.. Gak usah nangis kali. Lemah banget.. Ini gue bales aja. 'Yaudah terserah lo deh ka..' Udah deh dia read doang."
__ADS_1
"Yaudah biarin aja Win. Gue juga males respon dia."
Yaa seharian aku mendiamkan Satria sampai dia tidak makan dan sakit. Sampai akhirnya Melly meminta Widi untuk mengecek keadaan Satria. Akhirnya tetap saja Satria diurus dengan Widi. Selalu cari masalah.