PENYESALAN MAJIKAN TAMPAN

PENYESALAN MAJIKAN TAMPAN
Jujur


__ADS_3

"Jun, aku ... tidak punya uang untuk kuliah. Aku juga tidak ingin merepotkanmu." Sona mengatakannya dengan pelan.


Jun tersenyum. Ia kemudian memegang tangan Sona. "Jangan pikirkan hal itu. Tetap bersamaku, maka semuanya akan jadi lebih mudah. Percaya padaku, Sona." Jun pun meyakinkan Sona. Saat itu juga bulir-bulir air mata Sona ingin keluar dari persembunyiannya.


Sona terharu dengan kebaikan Jun.


Belum ada ikatan resmi di antara mereka. Status mereka juga belum jelas sebagai apa. Sona belum menjawab jika menerima perasaan Jun. Jun pun tidak mempermasalahkan bagaimana tanggapan Sona. Ia hanya terus berusaha untuk meyakinkan hati Sona jika memang benar-benar serius untuk ke depannya. Dan karena hal itu jugalah Sona menjadi segan. Ia tidak enak jika tidak membalas kebaikan Jun.


Sona ingin membalas kebaikan Jun untuk melapangkan hatinya. Baik Jun maupun Sona masih tampak malu-malu untuk lebih dekat. Jun yang menghargai Sona, dan Sona yang merasa segan untuk memulai. Pada akhirnya mereka menyerahkan urusan asmara ini kepada sang pemiliknya. Entah akan berakhir ke mana, mereka hanya terus berusaha. Semoga semesta juga ikut merestuinya.

__ADS_1


Lusa kemudian...


Jun mengantarkan Sona mendaftar di salah satu perguruan tinggi yang ada di ibu kota. Ia mendaftarkan sendiri Sona ke sana. Ia juga meminta Sona memilih fakultas favoritnya. Hingga akhirnya Sona tertarik pada fakultas ekonomi. Jun pun menyetujui Sona masuk ke sana. Ia kemudian membayarkan seluruh biaya masuk dan administrasinya.


Jun begitu serius untuk mengikat Sona. Perlahan tapi pasti Sona pun merasa berutang budi pada Jun. Jun pun berharap dengan ini Sona tidak akan lari-lari lagi. Ia ingin memiliki Sona seutuhnya, walau kata cinta itu belum ia ucapkan lagi. Dan sepertinya Sona juga mengerti.


"Kita berbelanja keperluan kuliahmu, ya."


"Jun."

__ADS_1


"Hm?"


"Maaf."


Sona pun mulai menggandeng tangan Jun saat masuk ke toko peralatan tulis. Saat itu juga Jun tersenyum senang. Ia mulai mendapatkan tanggapan baik dari Sona. Keduanya kemudian berjalan bersama mencari peralatan tulis untu Sona kuliah. Mulai dari tas, buku, papan menulis, pena dan peralatan lainnya. Jun memberikannya untuk Sona. Sona pun tersenyum bahagia.


Esok harinya...


Hujan turun membasahi bumi kala beranjak siang. Tampak di sebuah ruangan berukuran 4x4 seorang pemuda tengah disibukkan dengan berbagai macam nota penjualan. Ia adalah Jun yang kini sudah mulai bekerja di perusahaan ayahnya. Ia mulai membaca sedikit demi sedikit alur pekerjaan yang akan ditanganinya. Dan kini tak terasa sudah jam setengah dua belas siang saja.

__ADS_1


Hari ini adalah hari pertama Jun bekerja. Ia mengambil jam kerja yang berbeda dari karyawan ayahnya. Jun masuk bekerja pada pukul sembilan dan pulang pada pukul tiga sore. Hal itu dilakukan agar ia bisa mengantar Sona kuliah. Karena jarak perjalanan kantor dan rumah Jun cukup jauh. Sekitar satu jam perjalanan. Sehingga karena hal itulah Jun meminta jam kerja sendiri. Dan ayahnya pun menyetujui.


__ADS_2