PENYESALAN MAJIKAN TAMPAN

PENYESALAN MAJIKAN TAMPAN
Ingin Menelepon


__ADS_3

Sona tampak diam. Ia tertegun dan menundukkan kepalanya.


"Makanlah bubur ayam ini, sengaja aku buatkan untukmu. Beristirahatlah, besok pagi mentari telah menunggu," ucap Haruka lalu beranjak dari kamar Sona yang berdinding bambu itu.


"Tu-tunggu!" Sona pun menahan kepergian Haruka.


Wanita itu berbalik kembali. "Ada apa, Nona?" tanya Haruka yang sedang mengandung anaknya.


"Bisakah ... bisakah pinjamkan aku sebuah ponsel untuk menelepon pacarku?" tanya Sona ragu.


Wanita bernama Haruka itupun tersenyum. "Tunggu sebentar, ya. Suamiku sedang mengantar pesanan. Untuk sementara makanlah bubur itu terlebih dahulu." Haruka berpesan.


Sona akhirnya mengerti jika ia tidak bisa menghubungi Jun segera. Ia pun mengangguk lalu memakan bubur ayam itu.


Ia ternyata diselamatkan oleh suami Haruka. Entah bagaimana ceritanya, Sona sudah berada di rumah Haruka. Sona pun bertanya-tanya mengapa ia bisa ada di sana. Namun, Sona belum bisa banyak mengetahuinya. Suami dari Haruka belum pulang ke rumah. Sona pun harus menunggunya.

__ADS_1


Lantas apakah Jun akan mengetahui keadaan yang sebenarnya? Lalu apakah keduanya akan bertemu dan Sona mengadukan siapa yang menculiknya?


Sementara itu, di kediaman Jun...


Jun baru saja pulang bekerja. Tampak wajahnya yang lelah setelah mengikuti rapat sore tadi. Ya, selepas bekerja diadakan rapat di kantornya. Dan Jun mau tak mau harus menghadirinya. Hingga akhirnya ia sampai di rumah pada pukul tujuh malam. Jun pun segera mencari Sona.


"Sona, aku pulang. Kau di mana?"


Jun melihat keadaan rumah begitu sepi. Suasana juga hening tidak seperti biasanya. Ia melihat lampu juga belum ada yang dihidupkan. Jun pun mencoba menghubungi Sona.


Begitulah apa yang dikatakan operator saat Jun mencoba menghubungi Sona. Jun lantas meletakkan koper kerjanya lalu mencari Sona di dalam kamar. Namun ternyata, gadis itu tidak ada juga di sana. Jun pun bertanya-tanya.


Dia ke mana? Kenapa tidak mengabariku jika ada kegiatan di kampus sehingga belum pulang sekarang?


Lantas Jun pun mencoba menelepon kampus Sona. Namun sayang, tidak ada yang menjawab teleponnya. Jun pun jadi kepikiran tentang Sona. Tapi ia berusaha menenangkan dirinya. Jun lalu beranjak mandi untuk merelaksasikan dirinya sebentar. Ia mencoba mengalihkan pikiran buruknya tentang keadaan Sona.

__ADS_1


Sementara itu di lain tempat tampak Sona yang menunggu kedatangan suami dari Haruka. Ia pun melihat waktu berjalan begitu lambatnya. Sedang Haruka tampak memerhatikan Sona yang diam saja.


"Kau gelisah sekali. Apakah ada sesuatu yang sedang kau pikirkan?" tanya Haruka kepada Sona.


Sebelumnya mereka sempat bercakap-cakap mengapa Sona bisa sampai pingsan di parkiran motel. Sona pun menceritakan jika sedang mencari temannya. Tapi tiba-tiba saja penyakitnya kambuh. Ia tidak menceritakan keadaan yang sesungguhnya. Haruka pun tampak percaya pada cerita Sona.


Haruka lalu menanyakan apakah Sona membawa tas. Dan saat itu juga Sona terkejut karena ternyata tasnya masih tertinggal di dalam kelas. Alhasil Sona semakin bingung saat mencari di mana keberadaan ponselnya. Ia merasa ponselnya itu juga terjatuh di dalam kelas saat ada seseorang yang membekapnya.


Tak lama kemudian, pintu rumah Haruka terketuk dari luar. Haruka pun segera membukakan pintunya. Dan ternyata sang suami lah yang baru saja pulang bekerja. Haruka pun menyambut kedatangan suaminya dengan semringah.


"Sayang, mari kubawakan jaketmu."


Haruka menyambut kedatangan sang suami dengan wajah yang berseri-seri. Sedang Sona tampak menganggukkan kepalanya saat melihat suami dari Haruka itu pulang.


"Kau sudah sadar?" tanya suami Haruka kepada Sona.

__ADS_1


"Iya, Tuan." Sona pun mengangguk menjawabnya.


__ADS_2