PENYESALAN MAJIKAN TAMPAN

PENYESALAN MAJIKAN TAMPAN
Ketemu Tak Sengaja


__ADS_3

"Biar tahu rasa! Mulutmu itu sembarangan kalau bicara!" Jun pun mendengus kesal.


"Hahahaha." Kai tertawa. Ia mulai merasakan ketertarikan Jun pada Sona. "Aku tahu bagaimana dirimu, Jun. Katakan saja jika kau menginginkannya." Kembali Kai meledek Jun.


Jun melirik tajam ke Kai. Saat itu juga Kai terdiam. "Baiklah-baiklah, maaf."


Pada akhirnya Kai pun diam lalu menunggu Jun menyelesaikan pekerjaannya. Mereka akan makan siang bersama hari ini. Temu kangen setelah lama tak bertemu. Jun pun meminta Kai menunggunya selesai bekerja.


Di kampus Sona...


Memasuki bulan ke dua akan diadakan acara


festival musik di kampus Sona. Yang mana acara tersebut akan diikuti oleh mahasiswa dari kampus-kampus lain. Sona pun kedapatan menjadi panitia pelaksana bersama Lina. Keduanya menerima mahasiswa yang akan mendaftarkan bandnya. Tapi sepertinya takdir berkendak lain untuk Sona. Hari ini ia bertemu dengan seseorang yang telah dikenalnya.


"Selanjutnya!"

__ADS_1


Sona pun mempersilakan nomor urut selanjutnya untuk mendaftar. Tapi saat itu juga suasana terasa berbeda. Sosok yang ingin mendaftarkan bandnya tampak memerhatikan Sona yang sedang mencatat nama band yang baru saja mendaftar.


"Sepertinya aku mengenalmu, Nona," ucap mahasiswa tingkat akhir itu.


Sona yang sedari tadi hanya menunduk segera mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa gerangan yang berbicara. Dan alangkah terkejutnya ia saat melihat Tito lah yang berbicara kepadanya. Tito dengan almamaternya yang berwarna hitam.


"Ti-tito?!" Sona seakan tak percaya jika ia akan bertemu dengan Tito di kampusnya sendiri.


"Lama tak bertemu, Sona." Tito pun memberikan formulir pendaftaran beserta biaya lomba kepada Sona.


Sona terdiam seketika. Tangannya gemetar seolah tidak mampu mencatat. Sedang Lina yang berada di sampingnya hanya terdiam. Tito pun tampak tersenyum kepada Sona.


Tito pun menyadarinya. "Sona, pulang aku tunggu di depan kampus, ya?" Tito pun berpesan sebelum pergi. Sedang Sona diam saja, tidak menjawabnya.


Saat itu juga Sona segera teringat dengan Jun. Ia khawatir kedatangan Tito akan menimbulkan pertengkaran di antara mereka. Karena bagaimanapun Sona sedikit-banyak mengetahui sifat Jun. Yang diam-diam memerhatikan dan yang diam-diam cemburu akut. Sona pun mencoba untuk tidak menghiraukan pesan Tito. Ia mengabaikannya dan menerima pendaftaran band berikutnya.

__ADS_1


Sepulang kuliah...


Tito tengah menunggu di depan gerbang kampus Sona dengan mobil hitamnya. Ia ingin sekali bicara kepada Sona. Ia terus menunggu dan menunggu Sona keluar dari kampusnya. Tapi Sona sendiri ternyata ingin menghindari Tito. Sona meminta bantuan Lina untuk menolongnya.


"Lina, boleh aku ikut denganmu?" Sona pun meminta.


Lina merasa bingung. "Tentu, Sona. Kau ingin kuantarkan pulang?" tanya Lina segera.


Sona mengangguk.


"Baiklah. Kalau begitu kita pinjam helm dulu. Helmku cuma satu." Lina menuturkan.


Sona mengiyakan. Lina pun segera pergi, mencarikan helm untuk Sona. Mereka akhirnya menuju parkiran kampus bersama. Sona pun segera memakai helm yang Lina dapatkan. Ia duduk di belakang Lina dengan memakai jaketnya. Lina pun segera mengendarai motornya keluar dari kampus.


Aku pura-pura tidak melihatnya saja.

__ADS_1


Dan saat motor Lina keluar dari kampus, saat itu juga berpapasan dengan mobil Tito. Sona pun sengaja memalingkan pandangannya agar tidak melihat Tito. Tapi sayang, Tito melihat Sona.


Dia berusaha lari?!


__ADS_2