
Beberapa jam kemudian...
Semburat merah mulai menghiasi langit indah ibu kota. Tepat pada pukul empat sore, sosok pria yang dicintai Angel itu tersadarkan dari komanya. Ialah Tito yang kini baru saja membuka mata. Ia masih tampak lemah dengan selang udara dan infus yang terhubung di tubuhnya. Namun, ada nama seseorang yang ia sebut saat baru tersadarkan dari komanya.
"Sona ...."
Sontak saja hal itu menjadi sesuatu yang miris bagi Angel yang sedari tadi menunggunya. Tapi sepertinya semua kesalahpahaman bisa teruraikan segera saat Tito juga menyebut nama Jun setelah nama Nona.
"Jun ...."
Dengan lemah Tito mengatakannya. Jun yang hadir di sana pun segera mendekati Tito yang baru tersadarkan. Sedang Angel tampak setia mendampingi Tito di sana.
Tito menoleh ke arah Jun yang berdiri di sisi kanan pembaringannya. "Di mana Sona, Jun?" tanya Tito kepada Jun.
__ADS_1
Tak lama yang dimaksud pun datang ke ruangan bersama Kai dan Vio. Ketiganya tampak baru saja dari apotek terdekat. Tito pun melihat Sona yang datang.
"Sona, kemarilah." Jun pun meminta.
Atmosfer ruangan berubah drastis kala Tito menyebut dua nama itu di hadapan Angel. Angel pun masih tampak diam sambil menunggu Sona datang dibantu oleh Kai dan Vio. Mereka pun kemudian mengelilingi Tito yang baru tersadarkan.
"Aku ... aku mengaku salah. Maafkan aku, Sona. " Tito terbata mengatakannya.
"Dan kau, Jun ...," Tito beralih kepada Jun yang ada di samping Sona. "Maafkan aku. Aku khilaf. Aku ... terbawa perasaan kesal. Aku harap kalian mau memaafkanku. Dan berharap kalian juga mau melupakan apa yang pernah terjadi waktu itu." Tito memohon dengan lemah.
Jun menghela napas. Ia tahu apa yang Tito lakukan itu tidak bisa ditolerir lagi. Tapi Jun juga menyadari jika semua orang tidak bisa lepas dari salah dan khilaf. Pada akhirnya Jun menarik napas dalam-dalam, mencoba melupakan apa yang pernah terjadi di antara mereka. Sona pun yang duduk di kursi rodanya tampak melihat ke arah Jun. Jun pun memegang pundak kekasihnya.
"Aku juga minta maaf. Aku harap hal seperti ini tidak pernah terjadi lagi."
__ADS_1
Pada akhirnya Jun harus mengikhlaskan apa yang pernah terjadi. Dimana Tito khilaf dan hampir saja menodai Sona. Walaupun di dalam hatinya ketidakterimaan itu masih ada, Jun harus merelakannya. Karena Tito sudah meminta maaf padanya.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi pada kalian. Tapi aku harap kita bisa berteman baik setelah ini."
Angel pun tampak menerima sesuatu yang belum ia ketahui sepenuhnya tersebut. Tak lain tak bukan agar ketenangan itu bisa didapatkan. Sore ini akhirnya menjadi saksi perdamaian yang terjadi di antara Jun dan Tito. Tito pun berusaha keras untuk menjabat tangan Jun. Angel kemudian membantunya.
Syukurlah, akhirnya aku bisa tenang.
Sona sendiri tersenyum dengan perdamaian yang terjadi sore ini. Dimana Jun dan Tito tidak bersitegang lagi. Kesalahpahaman mereka akhirnya berakhir. Jabatan tangan antara Jun dan Tito mampu membuat Sona tersenyum bahagia. Ia berusaha berlapang dada menerima jalan cerita hidupnya. Dan mulai hari ini kehidupannya bersama Jun akan dimulai segera. Dalam ketenangan, dalam kenyamanan. Penuh cinta kasih yang abadi. Dan mereka pun akan segera melangsungkan pernikahan.
.........
...Tamat...
__ADS_1