
Rasa khawatir sebagai orang tua itu pasti ada. Begitu juga dengan ayah maupun ibu Jun. Tapi, Jun tidak henti-hentinya meyakinkan jika dia tidak akan berbuat yang macam-macam sebelum pernikahan tiba. Tapi apakah hal itu benar terjadi? Terlebih keduanya hanya insan biasa. Siang ini pun menjadi harapan besar sang ayah kepada putranya.
Lusa kemudian...
Malam ini langit cerah berbintang. Secerah perasaan sepasang insan yang baru saja terikat dengan status mereka. Ialah Jun dan Sona yang kala ini sedang bersiap-siap menghadiri sebuah pesta yang diadakan Menteri Kelautan. Putra bungsu dari menteri itu mengadakan resepsi pernikahan pada pukul delapan.
Kini Sona masih tampak didandani oleh pihak salon kecantikan yang Jun pilihkan untuknya. Sedang Jun didandani sedemikian rapi untuk menghadiri pesta tersebut. Yang mana undangan telah diberikan sang ayah kepadanya. Sehingga Jun tinggal pergi saja.
__ADS_1
Malam ini untuk yang pertama kalinya aku membawa Sona di hadapan orang banyak. Aku tak percaya ini bisa terjadi. Tapi aku juga tidak bisa menolak takdirku. Hatiku terpaut dengannya.
Jujur di dalam lubuk hati Jun, ia tidak pernah menyangka sama sekali jika akan jatuh hati kepada asisten rumah tangganya sendiri. Awalnya Jun memang bersikap dingin kepada Sona. Tapi berkat kesabaran Sona dalam menghadapi Jun, akhirnya pintu hati itu terketuk. Jun pun merasa menyesal lalu ingin memperbaiki hubungannya dengan Sona. Dan kini cinta itu tidak lagi memandang kasta.
Lain Jun lain juga dengan Sona yang sudah tampak cantik malam ini. Ia mengenakan gaun hitam dengan bagian bahu yang terbuka. Sona tampak cantik dengan rambut yang dibiarkan tergerai indah. Hingga akhirnya Sona keluar dari ruang tata rias salon menuju ruang tunggu yang sudah ada Jun di sana. Dan saat Sona keluar, saat itulah Jun terkesima. Ia tak percaya jika akan melihat Sona secantik ini.
Sona ....
__ADS_1
"Bagaimana? Ini tidak terlalu terbuka, kan?" tanya Sona dengan senyum semringah.
Tubuh langsing, tinggi, terbalut gaun indah membuat Jun tidak bisa berkata apa-apa. Ia hanya terdiam sambil mengangguk di tempatnya. Hingga akhirnya Sona pun menggandeng tangannya. Saat itulah harum parfum yang Sona kenakan serasa memabukkannya. Jun telah jatuh cinta.
Andai kutahu dia secantik ini, mungkin sudah dari dulu aku memacarinya. Hahaha, Jun-Jun, akhirnya kau tahu betapa besar kekuatan cinta.
Pada akhirnya mereka melangkah bersama menuju parkiran salon kecantikan. Tepat pada pukul tujuh keduanya pun melaju menuju gedung pertemuan. Sebuah gedung megah akan menjadi saksi pesta besar yang diadakan Menteri Kelautan. Dan hanya orang-orang tertentu sajalah yang dapat masuk ke sana. Termasuk Jun dan Sona.
__ADS_1
Sesampainya di gedung pertemuan...
Gedung mewah telah disewa oleh Menteri Kelautan untuk pesta pernikahan anak bungsunya. Jun dan Sona pun bergandengan tangan memasuki area pesta yang sudah dipenuhi oleh tamu undangan. Dengan menunjukkan undangan resmi, keduanya diperbolehkan masuk lalu duduk di kursi yang telah disediakan. Yang mana dalam satu meja terdapat lima sampai enam kursi. Jun pun menarikkan satu kursi untuk Sona. Jun mempersilakan Sona untuk duduk di dekatnya.