
...Sona...
...Jun...
.........
Satu bulan kemudian...
Kedekatan Jun dan Sona semakin intens. Keduanya pun mulai bermesraan layaknya sepasang kekasih idaman. Tetapi baik Jun maupun Sona masih menjaga dirinya agar apa yang dikhawatirkan ibu Jun tidak terjadi. Karena bagaimanapun mereka masih belum menikah. Sehingga karena hal itulah mereka menjaganya.
Kini Sona sedang mengunjungi orang tuanya di desa. Ia rindu dengan ibu dan juga kedua adiknya. Sona datang sendiri karena Jun sibuk bekerja. Dan sesampainya di sana, kedua adiknya segera bercerita jika Tito pernah datang ke rumahnya. Tito datang menanyakan Sona.
"Lalu apa yang kalian jawab?" tanya Sona kepada kedua adiknya yang duduk bersama di lantai beralas tikar.
__ADS_1
"Ya kami bilang saja kakak sudah bekerja. Jadi tidak di rumah lagi." Yana menanggapinya.
Sang ibu pun datang membawa cemilan yang baru saja dibuatnya. Berupa gorengan yang menggugah selera.
"Tito datang menanyakan keadaanmu. Katanya dia ingin bertemu denganmu. Ibu tidak tahu ada apa pastinya. Dia juga tidak menceritakannya." Sang ibu menuturkan.
Saat itu juga apa yang terjadi di motel waktu itu terlintas di benak Sona. Ia merasa kasihan dan juga iba kepada Tito. Tapi di lain sisi ia juga menyesali dirinya karena Tito telah salah berprasangka terhadapnya. Hati Sona mulai dilanda rasa iba yang tidak biasa.
Sona mengangguk. "Tak apa, Bu. Sona datang ke sini juga ingin mengabarkan pekerjaan Sona di kota," terang Sona kepada ibunya.
Sona mengangguk. "Jun telah memperkenalkan Sona dengan kedua orang tuanya. Rencana kami akan segera bertunangan," kata Sona yang ditanggapi keterkejutan oleh ibunya.
"Kakak?!!" Kedua adik Sona pun tak percaya.
Sona mengangguk. "Kami serius. Tolong doakan kami, Bu." Sona pun meminta restu dari ibunya.
Bulir-bulir air mata itu mulai berjatuhan membasahi pipi ibunya. Tentunya kabar ini membuat sang ibu bergembira. Karena putri sulungnya telah menemukan sosok pria yang bisa membuatnya merasa nyaman. Sang ibu pun turut berbahagia. Berharap pertunangan itu akan segera terlaksana.
__ADS_1
Lantas apakah perjalanan cinta Sona dan Jun akan baik-baik saja tanpa kendala? Dan apakah Tito sudah benar-benar mengikhlaskan Sona?
Di lain tempat, di waktu yang bersamaan...
Dara cantik bersurai blonde itu tampak duduk menunggu seseorang di depan rumahnya. Tak lama yang ditunggu pun datang. Ialah Tito yang datang ke rumah Angel siang ini. Angel pun segera menyambutnya.
"Aku pikir kau tidak datang, Tito."
Angel tersenyum semringah. Ia merasa senang karena Tito datang ke rumahnya. Tito pun segera keluar dari mobilnya lalu berjalan mendekati Angel. Ia membawakan Angel sebuah kotak terbalut pita. Angel pun segera menerimanya.
"Mana paman dan bibi?" Tito segera menanyakan kedua orang tua Angel.
"Ayah masih di kantor, sedang ibu sedang keluar sebentar. Kau mau masuk?" tanya Angel kepada Tito.
Tito menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku di sini saja. Ada hal yang ingin kubicarakan padamu." Tito lekas duduk di teras rumah Angel.
Tak berapa lama pembantu di rumah Angel pun datang dan membawakan hidangan untuk Tito. Tentunya Angel sudah bilang sebelumnya kepada pembantu di rumah untuk mempersiapkan sajian istimewa. Karena hari ini Tito akan datang ke rumahnya. Mereka pun memulai pembicaraan siang ini sambil duduk di teras bersama.
__ADS_1