
"Dia ingin menghubungi pacarnya tapi lupa menaruh ponsel. Bisakah kau meminjamkannya, Sayang?" tanya Haruka kepada suaminya.
"Oh." Sang suami pun mengerti. Ia kemudian meminjamkan ponselnya kepada Sona. "Ini pakailah. Tapi sepertinya tidak bisa lama untuk menelepon. Aku belum sempat mengisi pulsanya kembali," terang suami Haruka kepada Sona.
Sona pun tampak segan.
"Tak apa, Sona. Pakailah." Haruka pun mengizinkannya.
Sona mengangguk. Ia menerima ponsel itu lalu segera menekan nomor tujuannya. Tak lain tak bukan adalah nomor Jun seorang. Sona pun menunggu telepon itu tersambung. Sedang Haruka segera melayani suaminya untuk makan malam. Ia tampak membiarkan Sona mengubungi pacarnya.
Sepuluh menit kemudian...
Telepon Sona ternyata tidak diangkat oleh Jun. Sona pun rasanya ingin menangis saja. Hal itu pun disadari oleh Haruka dan suaminya. Keduanya lalu duduk mendekati Sona yang duduk di lantai beralas tikar. Sona pun tak bisa menahan kesedihannya. Ia ingin menangis saja.
"Masih tidak diangkat ya, Sona?" tanya Haruka yang duduk di sampingnya.
__ADS_1
Sona mengangguk. Suami dari Haruka pun mencoba menawarkan jasa. "Besok aku pulang bekerja lebih awal. Apakah mau kuantarkan saja ke kota?" tanya suami Haruka.
Saat itu juga Sona menggelengkan kepalanya. "Em, tidak perlu, Tuan. Aku minta jemput saja. Anda tidak perlu repot-repot mengantarku," jawab Sona yang segan.
Haruka tersenyum. "Baiklah. Kalau begitu coba hubungi dia lagi. Mungkin dia sudah senggang sekarang." Haruka meminta Sona untuk menghubungi Jun kembali.
Sona pun mengangguk. Ia kembali menelepon Jun. Dan ternyata telepon itu segera diangkat oleh Jun.
"Jun, ini aku, Sona." Sontak wajah Sona pun jadi semringah karenanya.
"Jun, aku sedang di pantai utara ibu kota. Bisakah kau kemari? Aku ingin pulang sekarang," kata Sona kepada Jun.
Jun pun merasa bingung dengan kabar yang diterimanya. Tapi ia tidak ingin banyak bertanya. "Baik, kirimkan lokasinya. Aku segera ke sana." Jun pun bergegas untuk menjemput Sona.
Sona mengangguk. Ia kemudian mengirim lokasi keberadaannya kepada Jun. Haruka bersama suami pun tampak bersuka cita dengan tersambungnya telepon itu. Tamunya hari ini sudah dapat menghubungi pacarnya kembali. Tinggal menunggu saja Jun datang ke rumah mereka.
__ADS_1
Lantas apakah Jun akan tahu kejadian yang sebenarnya? Apakah Sona akan menceritakan apa yang dilakukan Tito padanya?
Satu jam kemudian...
Pukul delapan lewat delapan malam akhirnya Jun tiba di sebuah pantai yang ada di utara ibu kota. Jun pun masuk ke pantai itu dengan membayar karcisnya terlebih dulu. Ia pun segera menuju ke sebuah rumah yang ada di sana. Jun akan menemui Sona.
Di sepanjang perjalanan Jun melihat ada sebuah motel berlantai tiga yang tampak ramai dikunjungi malam ini. Tapi Jun tidak mengindahkannya. Ia hanya fokus untuk menjemput Sona. Sampai akhirnya tiba di kediaman Haruka. Jun pun segera mengetuk pintu rumahnya.
Pintu terketuk. Haruka pun membukakan pintunya. Saat itu juga Sona segera berlari ke dekat Haruka. Ia ingin melihat siapa yang datang. Apakah Jun seorang?
"Selamat malam."
Dan ternyata memang benar jika Jun lah yang datang. Sona pun segera berlari, menghambur ke pelukan Jun. Tanpa malu lagi terhadap Haruka yang melihatnya.
"Jun!"
__ADS_1
Sona bak sudah lama tidak bertemu dengan Jun. Jun pun semakin bertanya-tanya dengan apa yang terjadi pada Sona. Tapi ia belum ingin membahasnya. Ia ingin berbincang dahulu dengan si pemilik rumah.