
"Maafkan aku yang tidak bisa menjaga Sona dengan baik." Dan itulah kalimat yang Jun ucapkan kembali kepada ibu dari gadisnya.
"Nak Jun, apa yang sebenarnya terjadi pada Sona? Mengapa dia bisa koma?"
Ibu Sona pun mencoba menanyakannya. Saat itu juga Jun terasa berat untuk mengungkapkan yang sesungguhnya.
"Sona ... jatuh di tangga." Jun dengan terbata menjawabnya.
"Apa?!" Ibu Sona terkejut. "Apakah ada orang jahat yang menyakitinya?" tanyanya lagi.
Sontak Jun merasa orang jahat itu adalah dirinya. Karena ialah penyebab dari jatuhnya Sona di tangga.
__ADS_1
Jun menarik napas dalam-dalam. "Kami bertengkar kemarin, lalu Sona pun mengejarku yang akan masuk ke kamar. Saat itu juga aku mendengar suara keras yang jatuh ke lantai. Dan aku melihat Sona terguling di atas anak tangga." Jun mengumpulkan keberanian untuk mengatakannya.
"Kenapa kalian bertengkar hingga membuat Sona mengejarmu?" tanya ibu Sona lagi yang tak menyangka jika itu penyebab anaknya koma.
Dada Jun mulai terasa sesak saat ditanyakan hal itu. "Maaf, Bibi. Dalam suatu hubungan pasti ada kesalahpahaman. Mungkin aku yang salah karena terlalu mementingkan ego sendiri. Maafkan aku ...." Jun bertutur lemah sekali.
Ibu Sona terdiam dengan kecamuk amarah di dadanya. Tapi ia tahu jika marah tidak mungkin, mau disesali apa lagi. Ia pun hanya bisa menangis di samping Jun setelah mendengar apa yang terjadi. Ia tak percaya jika kejadian ini akan dialami putrinya. Yang mana disebabkan oleh kesalahpahaman akan cinta. Ibu Sona pun terisak tertahan di dadanya.
Pada akhirnya isakan tangis dari ibu Sona itu tidak bisa terbendung lagi. Ibu Sona pun menangis tersedu-sedu di luar ruangan rawat Sona. Sedang Jun merasa tersayat sendiri. Ia mengakui kesalahannya. Ia menyesal. Jun ingin memperbaiki semuanya.
Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu, Sona. Aku masih kekanak-kanakan dan belum dewasa seperti yang kau harapkan. Aku mohon bangunlah dari tidurmu. Aku menantikanmu di sini. Nyatanya aku tidak bisa kehilanganmu. Aku membutuhkanmu, Sona.
__ADS_1
Hati kecil Jun tidak dapat berbohong. Ia pun terdiam sambil menahan tangis di samping ibu Sona. Pada akhirnya pagi itu menjadi pagi yang tidak mengenakkan bagi keduanya. Karena kabar tentang Sona yang koma.
Lantas apakah cinta mereka akan sampai ke pelaminan? Atau berakhir sampai di sini saja? Akankah ibu Sona merestui anaknya bersama Jun lagi jika Sona tersadar? Atau memilih Tito untuk menggantikannya?
Sore harinya...
Jun meminta bantuan Kai dan Vio untuk menyelidiki apa yang terjadi. Dan ternyata Sona memang benar-benar hilang saat festival musik diadakan. Keduanya pun segera mengabarkan hasil investigasinya. Yang mana membuat Jun terperangah dengan hasilnya. Kini Jun tampak menerima kedatangan Kai dan Vio di kantornya.
Jun harus bekerja sekalipun datang telat ke kantornya. Setelah berbincang dengan ibu Sona, Jun berjanji akan menyelesaikan penyebab kesalahan yang terjadi di antara mereka. Yang mana Jun juga siap menanggung segala biaya rumah sakit dan keperluan keluarga Sona selama menemani di rumah sakit. Jun mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Jadi Win itu teman dari Tito?" tanya Jun yang tampak menganalisa cerita Kai dan Vio. Ketiganya duduk di ruangan Jun bersama.
__ADS_1