PENYESALAN MAJIKAN TAMPAN

PENYESALAN MAJIKAN TAMPAN
Jumpa Teman


__ADS_3

Satu bulan kemudian...


Satu bulan berlalu dari Sona kuliah dan Jun bekerja. Kini keduanya mulai jarang bertemu dan bertegur sapa. Jun mulai disibukkan dengan pekerjaannya yang padat merayap. Ia bekerja setiap hari dari pukul sembilan sampai pukul tiga sore. Sedang sepulang bekerja ia langsung tertidur karena kelelahan. Dan saat terbangun ia melihat Sona sudah tertidur lelap. Mereka hanya bertemu di pagi hari dan itu pun hanya sebentar saja.


Melihat komunikasi yang sangat kurang satu bulan terakhir ini, Jun mulai mengajukan hari libur kepada ayahnya. Ia meminta Sabtu dan Minggu untuk tidak bekerja. Karena selama satu bulan terakhir ini tidak ada libur untuknya. Maklum, Jun meminta jam kerja yang berbeda dari karyawan pada umumnya. Sehingga karena hal itulah ia tidak mendapatkan libur.


Hal itu dimaksudkan agar perusahaan tidak tebang pilih terhadap karyawan. Sekalipun anak pemilik perusahaan sendiri. Sehingga rasa segan pun terus ada di hati para pekerja. Dan mereka akan terus bekerja dengan giatnya.


Siang itu di ruangan Jun tampak Jun yang sedang mengendurkan dasinya. Ia mulai mengetik cepat laporan yang ada di tangannya. Tak lama, terdengar suara pintu ruangannya yang diketuk seseorang.


"Masuk!" ujar Jun dari dalam.


Seseorang kemudian masuk ke ruang kerja Jun. Berambut hitam, berpakaian kemeja abu-abu dengan celana jeans biru yang membalut tubuhnya. Seseorang itu tentunya dikenal oleh Jun.

__ADS_1


"Kau?!" Jun pun melihat seseorang itu masuk ke ruangannya.


Ia adalah Kai, teman dari Jun semasa kecil. Kedatangan Kai kali ini tentunya bukan tanpa alasan. Melainkan ia ingin menyerahkan beberapa berkas kepada Jun.


"Paman memintaku untuk menyampaikan berkas ini padamu. Perluasan area peternakan ikan akan ditambah satu kilometer kubik. Dia memintamu untuk merincikan biayanya," tutur Kai kepada Jun.


"Kenapa kau yang harus mengantarkannya?" tanya Jun yang berhenti dari aktivitasnya sejenak.


"Kebetulan aku diminta oleh ibu untuk menemui ayah di pelabuhan. Jadi ya sekalian saja. Toh kita juga sudah kenal lama." Kai duduk di depan meja Jun.


"Vio tidak ikut denganmu?" tanya Jun sambil menerima berkas dari Kai.


"Vio sedang asik bermain game di rumahnya. Kau sendiri mengapa bisa ada di sini? Sudah tertarik untuk mencari uang kah?" Kai meledek Jun.

__ADS_1


"Hah, kau ini. Datang bukan menanyakan kabar malah meledekku." Jun pun tampak kesal dengan ledekan temannya itu.


"Hm ...," Kai duduk santai. "Sepertinya aku tidak perlu menanyakan kabarmu, Jun," sahut Kai seraya tersenyum.


Jun pun tampak diam saja sambil meneruskan pekerjaannya.


"Hei, bagaimana dengan kabar gadis itu? Dia masih bekerja di rumahmu?" Kai menanyakan tentang Sona.


"Mengapa kau menanyakannya?" Jun balik bertanya.


Kai tampak berpikir. "Aku hanya heran saja. Tinggal satu rumah tapi tidak melakukan apa-apa. Apakah kalian itu normal?" Kai pun semakin menjadi-jadi meledek Jun.


"Kurang ajar!" Jun pun segera mengambil map tebal lalu dipukulkan ke Kai.

__ADS_1


"Aw, Jun! Sakit!" Kai pun berteriak kesakitan.


__ADS_2