
...Jun...
...Sona...
.........
"Hei, Jun." Angel menyapa Jun duluan. Kedua pasangan itu berhadapan di dekat pintu keluar gedung pernikahan.
"Angel? Kau ...?" Jun pun melihat Angel yang datang bersama Tito.
Angel mengangguk. Sedang mata Jun tampak terkejut karena melihat Angel datang bersama Tito. Tito sendiri menunjukkan sikap acuh tak acuhnya kepada Jun. Tapi tidak untuk tatapannya ke Sona.
Tito melihat Sona dengan tatapan yang berbeda, seperti sedang menahan kesal yang berkecamuk di hatinya. Saat itu juga Sona tidak enak sendiri. Ia menundukkan pandangannya. Sona tidak ingin melihat Tito yang berdiri di hadapannya.
"Jadi ini kekasihmu?" tanya Angel yang belum mengetahui siapa Sona sebenarnya.
"Hm, ya. Kau mendapat undangan juga?" tanya Jun berbasa-basi.
__ADS_1
Angel mengangguk. Ia kemudian tertuju kepada Sona yang diam saja sedari tadi. "Hai, aku Angel." Angel mengulurkan tangannya, mengajak Sona berkenalan.
Sona pun menyadarinya. "Sona." Dengan singkat Sona menjawabnya. Ia tampak ragu untuk memberikan senyumnya.
"Wah, aku tak percaya jika kekasihmu secantik ini, Jun. Kapan-kapan kita double date, ya?" Angel pun mengajak Jun dan Sona berkencan bersama.
Saat itu juga Sona tertunduk malu. Semburat senyum itu seperti terpaksa terlukis di wajahnya. Sedang Tito mengalihkan pandangannya dari pembicaraan yang terjadi.
"Kalau begitu aku duluan. Hari sudah malam."
Jun pun menyadari ketidaksukaan Tito terhadap dirinya dan Sona. Ia lekas berpamitan kepada Angel. Mereka kemudian berpisah lalu masuk ke dalam mobilnya. Jun pun menoleh ke arah Sona. Ia melihat Sona yang terdiam saja. Jun merasakan sesuatu sedang ditutupi oleh kekasihnya. Namun, ia tidak ingin terbawa perasaannya.
Pada akhirnya Jun mulai melajukan mobilnya menuju rumah bersama Sona. Ia mencoba untuk tidak memusingkan hal yang terjadi. Jun tidak ingin berprasangka yang tidak-tidak terhadap Sona walaupun hati kecilnya sudah mulai mencurigai. Jun berusaha percaya sepenuhnya kepada Sona.
.........
...Angel...
...Tito...
__ADS_1
.........
Sesampainya di rumah...
Langit cerah berbintang menjadi saksi kepulangan Jun dan Sona ke rumah. Mereka datang memasuki rumah sambil tersenyum ceria. Sona pun segera mengunci pintunya lalu mengajak Jun untuk naik ke lantai dua. Saat itu juga Jun terkejut seketika. Ia harap-harap cemas terhadap apa yang akan Sona lakukan kepadanya. Namun nyatanya, Sona mengajak Jun untuk menikmati malam bersama, di balkon teras lantai dua rumahnya. Sambil menikmati bulan purnama yang bersinar dengan indahnya.
Kini keduanya duduk berdekatan di teras sambil menikmati pemandangan langit yang penuh bintang bertaburan. Sona pun mencoba menutupi rasa khawatir di hatinya dengan menyandarkan kepala di bahu Jun. Sontak Jun pun mengerti jika Sona ingin bermanja dengannya.
Jun melebarkan tangannya agar Sona bisa merebahkan kepala di dadanya. Dan tak lama detak jantung yang mengalun begitu merdu itu pun terdengar di telinga Sona. Detak jantung seorang pria yang kini dicintainya, Jun seorang.
"Jun."
"Hm?"
"Aku ingin bertanya padamu." Sona memulai pembicaraannya.
"Bertanya? Tentang apa, Sona?" Jun melihat wanitanya.
Sona mendongakkan kepalanya, melihat Jun. Saat itu juga wajah keduanya begitu dekat. Baik Sona maupun Jun memerhatikan wajah pasangannya. Dan entah mengapa daya tarik itu begitu besar di antara keduanya. Seolah saling menarik dan ingin segera mengalahkan. Hingga akhirnya Sona pun tersenyum kepada Jun. Senyum manja sebagai seorang kekasih kepada pasangannya.
__ADS_1