
...Tito...
...Angel...
.........
"Kau benar-benar menyukaiku?" tanya Tito kepada Angel yang duduk di sampingnya.
"Kenapa kau menanyakan hal itu?" Angel pun tampak terkejut.
Tito tersenyum. "Tak apa. Aku hanya ingin memastikannya. Lagipula pertunangan ini tidak bisa dibatalkan juga." Tito pun mulai merokok di samping Angel. Saat itu juga Angel merasa Tito hanya terpaksa mencintainya.
Angel tertunduk sambil memegang kotak pemberian dari Tito. "Apa aku terlalu merepotkanmu?" Angel bertanya dengan lesu.
__ADS_1
Tito menoleh ke Angel. "Kalau boleh jujur aku sudah kepincut dengan seseorang. Tapi dia menyukai pria lain."
Tito pun mengutarakan isi hatinya tanpa segan kepada Angel. Saat itu juga Angel merasa sakit hati. Tito tidak bisa menjaga perasaannya.
"Kau benar-benar menyukainya?" Angel pun ingin tahu sambil menutupi rasa sakit di hatinya.
Tito tertawa. "Hah, entahlah. Aku belum bisa menjelaskannya. Tapi yang kutahu dia mirip sekali dengan mendiang Miya." Tito menjelaskan.
"Miya?" Saat itu juga Angel terkejut. Ia tahu pasti siapa Miya yang disebutkan oleh Tito.
"Ya." Tito mengangguk. "Mungkin karena perasaan bersalah di masa lalu membuatku tertarik dengannya. Tapi untuk saat ini aku tidak memiliki hubungan khusus dengan siapapun. Semoga kau bisa mengerti keadaanku." Tito menjelaskan. Ia pun mematikan puntung rokoknya.
Tito tersenyum. "Yang aku tahu hanya menganggap dirimu sebagai adik. Tidak lebih. Dan yang aku tahu, pertunangan kita sebatas menjalani perjanjian bisnis. Tidak lebih. Maka jika kau menanyakan hal itu, aku harus menjawab apa? Kau ingin aku menjawab seperti apa?" Tito balik bertanya.
Angel pun terdiam di tempatnya.
"Baiklah. Aku tidak bisa lama. Semoga kau menyukai pemberian dariku. Aku pulang dulu. Aku sudah datang ke sini dan memaparkan semuanya padamu. Aku harap kau bisa membuatku benar-benar mencintaimu, Angel. Tapi setelah itu terjadi, tolong jangan permainkan aku." Tito pun beranjak pergi.
__ADS_1
Tito ....
Saat itu juga Angel mengerti posisinya saat ini jika Tito tidak menganggapnya lebih dari sekedar adik dan sebatas menjalani perjanjian bisnis. Angel pun jadi berkecil hati. Ia merasa bingung dengan dirinya sendiri. Sedangkan ia memang menyukai Tito dan segala bakat yang Tito miliki. Angel terpukau dengan kemampuan yang Tito punya. Sekalipun Tito tidak pernah menyukainya.
Di kantor Jun...
"Ini undangan pesta dari Menteri Kelautan. Datanglah bersama Sona tapi jangan membuat ayah malu." Ayah Jun datang ke ruangan anaknya.
"Lusa malam di gedung kota? Mengapa tidak ayah saja yang datang bersama ibu?" tanya Jun kepada ayahnya.
Sang ayah duduk di hadapan anaknya. "Kau kan mau bertunangan, jadi harus memperkenalkan diri kepada banyak orang agar saat pesta digelar banyak yang datang." Sang ayah mempunyai maksud dibalik permintaannya.
Jun mengerti.
"Ibu akan ke luar negeri selama dua minggu. Jadi jangan macam-macam di rumah. Bibi juga akan segera kembali. Jadi jangan sampai ayah dengar yang tidak-tidak tentang kalian." Sang ayah menegaskan.
"Ayah tenang saja. Kami bisa dipercaya." Jun pun amat yakin dengan dirinya.
__ADS_1
"Jangan terlalu percaya diri. Penyakit seorang pria itu adalah wanita. Jangan sampai terjerumus ke hal yang tidak-tidak sebelum menikah. Jangan membuat malu keluarga." Sang ayah menegaskan kembali.
Jun beranjak berdiri lalu memeluk ayahnya. "Iya, Ayah. Jun akan baik-baik di rumah bersama Sona. Ayah tidak perlu mengkhawatirkannya. Cukup doakan saja agar kami selalu memegang amanah." Jun pun meminta.