PENYESALAN MAJIKAN TAMPAN

PENYESALAN MAJIKAN TAMPAN
Mengakui Kesalahan


__ADS_3

Esok harinya...


Pagi-pagi Jun mengajak Sona berkeliling halaman rumahnya dengan menggunakan kursi roda. Sona pun tampak senang karena Jun mau menemaninya. Jun lalu mengambil setangkai bunga mawar merah dari taman rumahnya. Ia lalu memberikan bunga itu kepada Sona.


"Terimalah ini, Tuan Putri." Jun memberikannya. Sontak saja wajah Sona jadi memerah.


Jun berupaya keras agar Sona lekas pulih dari sakitnya. Ia sampai tidak masuk kerja hanya karena ingin merawat dan memberikan semangat kepada Sona. Pada akhirnya Jun pun duduk di teras halaman belakang rumahnya. Sedang Sona ia bantu agar bisa duduk di sampingnya. Lantas keduanya pun duduk bersama di teras belakang rumah.


"Ada kabar buruk tentang Tito pagi ini." Jun mengutarakan.


"Tito?" Sona tampak terheran.


Jun mengangguk. "Maafkan aku, Sona. Karena keegoisanku kau harus menjadi korban seperti ini. Maafkan aku." Jun akhirnya menyadari kekeliruannya. Ia pun meminta maaf pada Sona.

__ADS_1


Sona mengangguk. "Aku juga minta maaf. Aku tidak bilang kepadamu saat itu. Aku khawatir sekali kalian akan berkelahi karenaku. Maafkan aku, Jun." Sona pun meminta maaf kepada Jun.


Jun mengiyakan. Ia lalu memegang tangan Sona. Pegangan erat seperti tidak mau dilepaskan.


"Kau ingin menjenguknya nanti?" Sona pun bertanya kepada Jun.


Jun terdiam. Ia memerhatikan Sona. "Kau mau ikut?" Jun bertanya balik.


"Sona, sebenarnya aku ingin kita ke sana. Aku ingin Tito tahu jika kau hanya menganggapnya sebagai teman biasa. Menjenguk bukan berarti suka. Melainkan lebih ke rasa empati sebagai sesama manusia. Jadi dia tidak berpikiran jika kau memberi harapan padanya." Jun berkata bijak pagi ini.


Saat mendengarnya, saat itu juga Sona tahu jika Jun kemarin hanya diliputi api cemburu. Bukan Jun yang ingin pisah darinya. Pada akhirnya Sona pun mengangguk, mengiyakan ajakan Jun untuk menjenguk Tito di rumah sakit. Dan tentu saja hal itu membuat Jun senang. Karena dengan datangnya Sona ke rumah sakit sudah cukup untuk membuktikan jika Sona tidak memiliki perasaan apapun kepada Tito. Ia hanya sekedar memenuhi ajakan Jun saja.


"Kak Sona!!!"

__ADS_1


Tiba-tiba kedua adik Sona pun memanggil. Keduanya berjalan cepat ke arah Sona yang sedang duduk bersama Jun di teras belakang. Mereka pun berpelukan bak melepas rindu. Jun juga tampak memerhatikan ketiganya. Hidupnya yang sepi kini berangsur-angsur ramai. Jun mempunyai keluarga baru di hidupnya. Ia tidak sendiri lagi.


Beberapa jam kemudian...


Rumah sakit perbatasan menjadi saksi Sona yang datang bersama Jun untuk menjenguk Tito. Tampak Jun yang membantu Sona turun dari mobil dengan menggunakan kursi roda. Jun pun segera menutup pintu mobilnya lalu berjalan masuk bersama Sona. Jun mendorong kursi roda yang diduduki Sona.


"Di mana ruangannya?" tanya Sona seraya menoleh ke arah Jun yang mendorong kursi rodanya.


"Ruang Cempaka nomor 33," kata Jun sambil terus menuju ke ruangan.


Jun dan Kai sudah saling memberikan kabar jika hari ini akan datang menjenguk Tito. Namun, Kai lebih dulu berangkat untuk menjenguk Tito di rumah sakit. Ia datang bersama Vio ke sana. Dan tentu saja Sona akan bertemu lagi dengan teman-teman Jun seperti saat ia bekerja. Jun dan Sona pun akhirnya sampai di ruangan.


"Kita masuk, ya."

__ADS_1


__ADS_2