PENYESALAN MAJIKAN TAMPAN

PENYESALAN MAJIKAN TAMPAN
Minta Restu


__ADS_3

"Kita bicara di ruang keluarga saja ya. Cepat habiskan makan malam kalian." Sang ibu pun beranjak bangun.


Ibu dan ayah Jun adalah orang tua yang welcome terhadap keinginan anaknya. Terlebih Jun adalah putra satu-satunya. Mereka juga sudah terbiasa tinggal di luar negeri dan mengadaptasi budaya sana. Sehingga tidak melarang putranya untuk menikah.


Tetapi mereka menyadari jika semuanya membutuhkan proses agar dapat mencapai hasil maksimal. Karena hal itulah ibu Jun meminta Sona untuk menunggu satu atau dua tahun terlebih dulu. Tetapi di saat Jun meminta untuk diberi kepercayaan, saat itulah rasa was-was sebagai ibu muncul ke permukaan. Ibu Jun khawatir putranya sampai kebablasan.


Beberapa menit kemudian...


Ruang keluarga menjadi saksi Jun yang duduk berdekatan dengan Sona. Ia tampak serius untuk mempersunting kekasihnya walau sang ibu kurang menyetujuinya. Jun pun memegang tangan Sona di hadapan kedua orang tuanya. Ia memberi keyakinan kepada Sona jika semuanya baik-baik saja. Kedua orang tua Jun tampak memerhatikannya. Mereka menyadari jika sang putra membutuhkan pasangan segera.

__ADS_1


"Sona baru masuk kuliah, bukan? Jika menikah secepatnya, apa bisa mengandung sambil kuliah?" tanya ibu Jun apa adanya.


Sona mengangguk. "Sona siap, Bibi." Sona pun mengiyakannya.


Ibu Jun mencoba mengerti gejolak kawula muda yang tidak bisa dibatasi. "Baiklah. Ibu akan mempersiapkan semuanya dalam enam bulan ke depan. Tapi tidak langsung menikah, kalian bertunangan dulu agar lebih mengenal satu sama lain. Satu tahun kemudian kita baru menggelar pesta pernikahan. Tapi selama itu juga ibu minta jangan sampai berbuat yang aneh-aneh di belakang kami. Ibu tidak mau mendengar Sona sampai hamil di luar nikah," cetus ibu Jun.


Sang ayah menghela napasnya. "Ayah tidak bisa berkata apa-apa jika putra ayah sendiri sudah yakin dengan pilihannya. Tapi kembali lagi, ayah setuju dengan pendapat ibumu. Walaupun ini terlalu cepat bagi kami untuk merestuinya." Sang ayah akhirnya memberi restu.


Di saat mendengar hal itu, di saat itu jugalah Jun segera menghambur ke pelukan ayah dan ibunya. Jun memeluk kedua orang tuanya dengan penuh perasaan bahagia. Sedang Sona hanya bisa terharu di tempatnya.

__ADS_1


Ya Tuhan, terima kasih.


Pada akhirnya proses perkenalan ini berlangsung sangat cepat. Semua tak lain karena Jun merasa yakin dengan pilihan hatinya. Sehingga membuat kedua orang tua Jun tidak bisa menolaknya. Lantas bagaimana jika suatu hari nanti Jun merasa dibohongi karena Sona tidak mau jujur padanya tentang Tito? Apakah ia akan membatalkan niat baiknya kepada Sona?


Sepulang dari rumah ayah dan ibu Jun...


Senang, bahagia, bercampur menjadi satu di hati Jun dan juga Sona. Setelah menuturkan niat baiknya, akhirnya keduanya mendapatkan restu. Yang mana dalam enam bulan ke depan ibu Jun akan mempersiapkan pertunangan mereka. Dan satu tahun mendatang pesta pernikahan itu akan segera digelar.


Jun pun merasa telah memiliki Sona seutuhnya. Ia tidak khawatir lagi terhadap statusnya. Sedang Sona sendiri masih tak percaya dengan apa yang terjadi malam ini. Dimana proses perkenalan itu begitu cepat baginya. Yang mana hanya dalam waktu beberapa jam saja sudah mendapat kepastian akan hubungan mereka. Sona pun bersyukur kepada Tuhannya.

__ADS_1


__ADS_2