PENYESALAN MAJIKAN TAMPAN

PENYESALAN MAJIKAN TAMPAN
Tak Menyangka


__ADS_3

"Anggota BEM segera berkeliling kampus untuk mencarimu. Tapi setelah satu jam berlalu, kau belum juga ditemukan. Sampai akhirnya salah satu dari mereka menerima pesan dari temannya. Memperlihatkan fotomu yang sedang tertidur di dalam mobil. Barulah kami bisa tenang." Lina menceritakannya.


"Di dalam mobil?" Sona pun jadi bertanya-tanya sendiri.


Lina mengangguk. "Katanya kau terburu-buru pulang ke kampung halamanmu sampai tertidur di dalam mobil. Dan kami memercayainya." Lina menceritakan.


"Astaga ...." Saat itu juga Sona mengusap wajahnya.


"Sona, kau tak apa?" Lina pun melihat wajah Sona yang pucat seketika.


"Lina, bisa beri tahu aku siapa anggota BEM yang menerima foto itu?" tanya Sona segera.


Lina pun mengangguk. Ia kemudian memberitahukan siapa anggota BEM yang menerima foto Sona saat tertidur di dalam mobil. Saat itu juga Sona jadi tahu siapa mahasiswa yang kenal dengan Tito.

__ADS_1


Tidak mungkin Tito membawaku sendirian dari kampus ini. Pastinya dia meminta bantuan orang lain. Dan orang yang membawaku itu kenal dengan salah satu anggota BEM di kampus ini. Aku harus mencari tahunya dan memintanya untuk tutup mulut. Jangan sampai Jun tahu kejadian yang sebenarnya. Bisa-bisa hubungan kami kandas seketika.


Sona pun mulai diliputi kekhawatirannya karena tidak jujur sejak awal kepada Jun, mengapa ia bisa sampai berada di pantai utara ibu kota waktu itu. Pada akhirnya ia pun segera menemui yang bersangkutan untuk membicarakan hal apa yang terjadi waktu itu. Namun sayang, anggota BEM yang dimaksud ternyata tidak masuk kampus hari ini.


Astaga. Bagaimana ini?


Sona pun diliputi rasa cemasnya sendiri. Ia khawatir hal yang berusaha ia tutupi ini terbongkar suatu hari. Sona jadi harus lebih mawas diri. Ia tidak ingin hubungannya sampai terganggu.


Pukul dua siang waktu ibu kota dan sekitarnya...


"Aku pulang!"


Sona membuka pintu dan terlihatlah seorang pria yang membalikkan badan ke arahnya. Pria itu menatap Sona dengan tatapan yang tak biasa. Ia seperti memendam kekesalan yang ada di hatinya.

__ADS_1


"Jun, kau sudah pulang?" tanya Sona seraya tersenyum kepada Jun.


Mata Jun tampak berkaca-kaca. Ia pun menatap tajam ke arah Sona. "Apa yang sebenarnya terjadi padamu, Sona?" tanya Jun yang membuat Sona tersentak seketika.


"Jun? Apa maksudmu? Aku tidak mengerti." Sona pun bertanya dengan lembutnya.


Jun mendengus kesal. Ia kesal menatap seorang gadis yang baru saja pulang dari kampusnya. Jun pun berjalan mendekati Sona. Selangkah demi selangkah yang membuat hati Sona semakin cemas seketika.


Astaga, apakah dia sudah tahu apa yang terjadi?


Sona pun diliputi kegundahannya sendiri. Ia menelan ludahnya, berusaha menormalkan suasana hati yang mulai tidak karuan saat ini.


Jun berdiri di jarak dua meter dari Sona. "Sampai kapan kau akan menyembunyikannya dariku?" tanya Jun dengan mata yang memerah, seperti menahan amarah.

__ADS_1


"Jun—"


"Cepat katakan, Sona! Jangan buat aku menghakimimu sekarang juga!" Jun pun seperti tidak bisa lagi menahan kesabarannya.


__ADS_2