
Sona menelan ludahnya. Ia tahu persis apa yang Jun maksudkan kepadanya. "Jun, maaf. Maafkan aku ...." Sona pun hanya bisa berkata seperti itu dengan raut wajah penuh penyesalan.
Jun menggelengkan kepalanya. Ia teringat dengan masa lalu yang pernah menyakitinya. Dimana ia berusaha percaya tapi malah dikhianati pacarnya.
Waktu itu...
"Sayang, aku langsung tidur ya. Terima kasih sudah mengantarkanku."
Seorang gadis berparas cantik berpamitan setelah diantarkan pulang oleh Jun. Jun pun mengangguk lalu mengusap kepala gadis itu yang merupakan kekasihnya. Ialah Adelia, kekasih saat Jun baru masuk kuliah.
Gadis itu adalah gadis dengan wajah yang imut. Jun pun sudah sepenuh hati kepadanya karena Adelia merupakan ciuman pertama Jun. Tapi setelah Jun mengantarkan pulang, sesuatu pun terjadi di antara mereka.
Jun mencoba berkeliling jalan raya sebentar. Ia memutar arah ke banyak tempat karena waktu belum terlalu malam. Ia pun mencoba kembali ke jalan tempatnya mengantar Adelia. Tapi saat itu juga dari jauh Jun dibuat terperanjat kaget dengan apa yang dilihatnya. Adelia ternyata dijemput oleh seorang pria di depan jalan rumahnya. Mereka pun berciuman di ujung jalan sana.
Dia ...?!
Saat itu juga jantung Jun seperti berhenti berdetak. Kenyataan pahit harus dilihatnya malam ini. Ternyata gadis yang dicintainya itu selingkuh di belakangnya. Jun pun tak menyangka. Ia segera memutar arah dengan perasaan yang hancur, sehancur-hancurnya. Jun kecewa.
__ADS_1
.........
"Jun ...."
Sona pun mencoba menyapa Jun kembali. Tapi kedua mata itu semakin memerah. Seperti tidak sanggup untuk melanjutkan perbincangan ini.
"Sona, aku telah mengetahui semuanya. Aku telah meminta penjelasan dari orang-orang terkait. Dan ternyata kau pergi bersama Tito ke motel itu." Jun berusaha tegas mengatakannya, walau nyatanya hatinya sangat sakit sekali.
"Jun, itu tidak benar. Itu—"
"Sudah cukup! Aku tidak ingin mendengar apapun lagi. Aku pikir kau bisa dipercaya. Tapi ternyata tidak!" Jun terdengar menahan kesedihannya.
"Sekarang pulanglah. Kau bisa kembali ke rumah ibumu. Tinggalkan aku di sini."
"Apa?!"
Sontak Sona pun tersentak kaget. Ia tak percaya jika akan mendengar hal itu dari Jun. Yang mana mengartikan berakhirnya hubungan yang belum lama ini terjalin. Jun seperti tidak memberi kesempatan lagi bagi Sona untuk menjelaskannya.
__ADS_1
"Jun!" Sona pun berlari ke pelukan Jun. "Apa yang kau dengar itu tidak benar. Akulah yang menjadi korban. Tito hampir saja memperkosaku!"
Sona mengatakannya dengan luapan rasa sedih yang memenuhi seluruh hati dan pikirannya. Ia memeluk Jun erat-erat. Tapi Jun seakan tidak peduli. Ia melepaskan pelukan Sona.
"Tolong jangan sentuh aku. Pulanglah."
Kembali Jun mengatakan hal itu, membuat Sona tersadar dari apa yang sedang terjadi pada dirinya. Sona pun tidak mau kehilangan Jun. Ia kembali mengejar Jun yang ingin pergi darinya.
"Jun, maafkan aku. Aku tidak mau jujur karena khawatir kau berkelahi dengan Tito." Sona pun mulai menangis.
Jun diam. Ia hanya menelan ludahnya berulang kali.
"Jun, kumohon. Tolong dengarkan penjelasanku dulu. Aku mengatakan yang sejujurnya." Sona memohon.
Jun tidak peduli. Ia terus saja berjalan meninggalkan Sona.
"Jun!"
__ADS_1
Sona pun terus mengejar Jun. Tapi Jun tidak mengindahkannya. Ia menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya. Jun tidak peduli lagi kepada Sona. Ia kecewa.