
"Aku mau pisah bang!"kata Maysaroh pada suaminya yang baru saja pulang kerja
degggg!
"Maksud kamu apa neng?"
tanyak udin sambil meletakan sendok semen dan tas kerja yang sangat kucel itu di pojokan deket kamar anaknya
"Aku mau pisah bang,apa kamu budeg?"lagi lagi Maysaroh membuat suaminya bingung'tanpa lama lama Udin langsung nyamperin Maysaroh.
"Coba kamu tenang hati dulu'apa masalahnya kenapa kamu mintak pisah tiba tiba?"tanya Udin dengan suara yang sangat pelan dan lembut.
"Aku sudah gak tahan hidup seperti ini terus bang.utang sana utang sini buat untuk menutupi kebutuhan hidup ini' sepertinya sudah gak ada peningkatan sama sekali di hidup kamu bang
Dari pertama kali kita nikah,aku mencoba untuk sabar mungkin kamu lagi nabung untuk ngumpulin uang,ehhhh nyata apa?
sampai sekarang gak ada bang,aku capek ati capek pikiran
Aku mau pulang,aku mau bebas banyak laki-laki yang ganteng dan mapan di luaran sana yang mau samaaku.Aku menyesal setelah menikah denganmu bang,tidak menuruti perkataan orang tuaku dulu
seandai aku menurut perkataan orang tuaku dulu,pastih aku sudah dinikahkan sama ali anak dari seorang pengusaha dan pastih hidupku sekarang sudah bergelimpah harta,aku capek intix aku mau pisah secepatnya
umpat Maysaroh lagi lagi Udin hanya bisa menghela nafas panjang.Dadanya terasa sesak seperti di himpit oleh batu besar karena Maysaroh selalu mengumpat dan tidak mau bersyukur atas apa yang ia berikan
Deg!!!!
"Bagaimana dengan anak kita?
Kamu tidak memikirkan itu,bagaimana nasib Foisol?Maysaroh coba kamu berfikir lebih luas pernikahan itu bukan main ataupun lelucon."
Udin berusaha memberikan penjelasan pada Maysaroh,tapi Maysaroh malah enggan melihat muka udin.
"aku gak mau tau bang itu urusan kamu,toh bapaknya kamu, yang buat dia juga kamu.tanggung jawablah!nada Maysaroh makin naik dan semakin keras suaranya
jleb!
"Intinya,malam ini detik ini juga aku mau pergi.Aku sudah muak dengan kehidupan yang mononton gini-gini aja. Terserah bang,kamu mau nikah aku setuju dan gak akan aku larang -larang,
Tapi kamu harus ingat,gak ada lagi perempuan se sabar dan secantik aku,yang mau sama laki -laki yg kerja hanya serabutan kayak kamu bang."ujar maysaroh terang-terangan,lalu mengemasih pakaia yg ada di dalam almari ke dalam tas
udin hanya bisa diam dan menduk,ia berusaha mencerna semua ucapan yang terlontarkan dari mulut istrinya tersebut
Ia tidak menyangka Maysaroh sanggup bicara seperti itu pada dirinya,memang Maysaroh selaluh biasanya hanya dengan sindirian
"ehhhh...."tiba-tiba bayi mungil di sebelah menggeliat, membuat udin menoleh kesamping lalu ia mengendong putranya.
"Neng kayaknya faisol haus,tolong susui dia dulu,"pinta udin hanya itu yang bisa ia katakan pada Maysaroh yang sudah di balut dengan emosi tinggi
Maysaroh langsung menghela nafas panjang,lalu memutar mata malas.Berbeda dengan Udin,entah kenapa ia benar benar merasa laki-laki paling hina di dunia ini,dibuat istrinya sendiri
__ADS_1
Ingat bang ini terakhir kalinya aku menyusuinya,jadi sepanjang aku menyusui pergilah beli susu yang murah murah untuknya.
Kamu sudah gajian kan?"ucapan dengan nada merendahkan,Udin hanya bisa menganggguk,ia tidak sanggup lagi berdebaMaysaroh.
Fisik sudah lelah seharian bekerja,di tambah lagi dengan istrinya yang minta pisah tiba-tiba, membuat Udin benar-benar pasrah.
"Aku titip Faisol dulu,jangan pergi sebelum aku datang ya."ucap Udin dengan lembut
"Ya." jawab Maysaroh dengan ketusnya
Sepanjang jalan menuju toko mini market dekat rumahnya.
Udin hanya bisa melamun memikirkan nasib anaknya ke depanya.Sampai di dalam,ia langsung mencari susu yang paling murah.Sekalian ia membeli dot botol bayi kemudia ia pergi menuju ke kasir
"Berapa Mbak?"tanyak Udin.
65.000 Pak?"jawab mbak kasir tersebut.Udin mengangguk lalu mengambil uang yg ada di sebelah kirinya,setelah selesai ia langsung pulang karena takut Maysaroh meninggalkan Faisol di rumah sendirian
"Assalamualaikum."ucap Udin begitu ia membuka pintu rumah.Matanya langsung celingak clinguk mencari keberadaan Maysaroh
"Dek." pangggilanya,namun tidak ada sahutan sedikitpun.
Tidak sengaja matanya menatap kertas yang ada di dekat Faisol yang sudah terlelap,Udin mengambil kertas itu lalu membuka dan membacanya
"Aku pergi bang,Maaf tidak bisa menjadi istrimu lagi.Tolong lupakan aku,karena bagaimanapun juga aku tidak akan pernah kembali lagi ke rumah reot itu
Untuk Faisol sebisa mungkin jangan perkenal aku padanya,bilang saja ibunya sudah lama meninggal." Maysaroh
jleb
Air mata Udin menetes,ya dia menangis.Harga dirinya di injak -injak oleh Maysaroh
Maysaroh yang dulu berjanjì akan selalu setia apapun keadaanya,ternyata itu hanya omong kosong yg terucap dari bibir Maysaroh dulu
Udin menarik nafas dalam-dalam lalu meremas kertas tersebut
"Ya Allah,aku tahu engkau tidak akan munguji hambahmu di luar batas kemampuannya,tetapi rasanya sangat sulit menjalaninya
Huhhhh..."
"Aku banting tulang setiap hari demi mencukupi kebutuhan Maysaroh,tapi tetap saja ia mengumpatku
Tidak pernah sesekalipun ia kasihan atau iba padaku,dan sekarang ia dengan tegasnya meninggalkan aku dan juga Faisol."gumam Udin pundak mulai bergetar.
Eughhh....
Faisol kembali bergeliat karena merasa terganggu dengan suara bapaknya tersebut
Udin menghapus air matanya,lalu ia mengedong bayinya,Di tatapnya bayi itu lekat -lekat,detik kemudian ia tidak sanggup menahan tangisannya
__ADS_1
Dì saat bayi pada umumnya disayang oleh kedua orang tuanya hingga ia dewasa,Tapi tidak dengan bayinya,yang masih berumur 5 bulan di tinggalkan ibunya
"Nakkk....bapak janji akan bekerja keras untuk kamu.bapak akan cukupin semua kebutuhan kamu,asal kamu janji jangan pernah malu sekalipun punyak bapak,kayak
Bapak ini yaaa." ucap udin
"jadilah penyemangat buat bapak yaa."selanjutnya
Ke esokan harinya udin berangkat bekerja,yang biasa ia berangkat sendiri.sekarang ia harus menbawah bayinya ketempat kerjanya.
Hampir 15 menit ia menempuh perjalan ke tempat kerja,menggunakan motor buntutnya peninggalan Almarhum bapaknya.
Udin hanya diam lalu meletakan tas yang di bawahnya melihat itu Robi merasa aneh dengan temannya tersebut,ia melihat raut mukanya Udin tidak bersemangat seperti biasanya
"Dinnnn."
"apa"?
"Ada masalah?" tanyak Robi.
Robi àdalahh teman dekat Udin mulai dari ia berkerja di proyek bangunan.
Udin juga selalu curhat pada Robi saat ia ada masalah dengan Maysaroh
"He'eh."he eh Udin sambil mengikat kain panjang dari tiang ketiang membuat ayunan untuk Faisol.
"Masalah istrimu lagi?"tebak Robi membuat Udin berhenti lalu menoleh
Iya."
"Kenapa lagi dia?Maku-maki kamu lagi?ngumpat lagi?gak ada habisnya deh itu cewek maunya apa sih?"tanyak Robi mulai kesal
Sebener Robi sangat kasihan melihat Udin terlalu baik pada Maysaroh.
"Dia pergi."jawab Udin tanpa melihat Robi membuat Robi kaget.
"Kok bisa ?" tanya Robi lagi semakin penasaran,Udin mengela nafas sejenak lalu ia melihay Robi.
"ya seperti biasa ia merasa kurang ngumpat dan sekarang ia memilih pulang ke rumah orang tuanya
Dia malu punyak suami kayak aku."jawab Udin membuat Robi langsung mengeraskan rahangnya.
"Bodoh!Dari awal aku bilang dia itu buka istri yang baik.
Dari awal kamu curhat, aku uda curiga,makanya aku bilang kamu hrus tegas jangan lembek,Tapi kamu mala alibi kasihan lah, inilah,itulah,makan tuh kadihan!
Lihat sekarang dia pergi begitu saja,padahal semua gaji kamu setiap kerja dia yang nguasai.Kamu yang bodoh sihhh,sebaik itu jadi suami."kesal Robi,ingin rasanya ia bertemu langsung dengan Maysaroh.
"Secantik apa sih istrimu itu,sesuka hati menghina orang!"umpat Robi.
__ADS_1
"Sudahlah Rob mungkin sudah takdir." ucap Udin tetep tenang,tapi tidak dengan Robi ia bahkan emosi beneran.
"Takdir....takdir kamu yang terlalu lembek!