
"Heh Udin,sekarang gini ya...aku tau kamu orang yang paling baik di dunia ini.
Tapi gak gini caranya,habis harga diri kamu di injak-injak sama perempuan,kamu harus ingat harga diri,itu sangat penting!
Takdir itu ada yang bisa di ubah ada yang bisa di rubah.
Tapi takdir untuk kamu lebih tegas supaya harga diri kamu gak diinjak-injak,itu bisa di ubah.
Tergantung kamu,mau tegas atau tidak!"tegas Robi emosi membuat Udin terdiam.
"Kamu laki-laki Din bukan boneka ataupun pembantu Maysaroh.
Kamu nakoda di dalam rumah tangga,kenapa malah kamu yang di nakodahi jadinya,"lanjut Robi meluapkan semua kekesalannya
"Aku harus gimana?"tanya Udin ia hampir putusasa.Semalam ia bahkan tidak bisa tidur,memikirkan masa depannya dan Faisol kedepanya.
"Din dengerin aku baik-baik,aku memang temen yang mulutnya nyerocos kayak petasan,tapi ingat aku berkata kasar dan tegas,itu demi kamu harga diri kamu.
Mulai sekarang,mindset kamu harus di ubah,masih banyak perempuan di dunia ini,bukan hanya Maysaroh tapi berjuta bahkan lebih.
Jadi,sekarang kamu harus buktikan kamu gak mati tanpa dia,kamu gak akan gila tanpa dia,dan kamu gak akan kelaparan tanpa dia.
Buktikan Din,ingat ....ada aku temenmu yang selalu bantu.Walapun kita hidup susah,tapi setidaknya jangan sampai dia kembali menginjak-ngijak harga dirimu setelah ini,"ucap Robi dengan serius menbuat udin diam mencerna kata-kata itu.
"Aku yakin kamu bisa sukses Din, hanya saja untuk sekarang kamu terlalu cinta sama istri kamu itu.
Hingga tanpa kamu sadari, kamu gak berkembang sedikitpun,kamu terlalu fokus dengan umpatanya yang menuntut kamu untuk kaya.
Kamu terlalu takut kehilangan Maysaroh,kamu takut dia marah dan lainnya.Terlalu banyak ketakutan dan kekhawatiran dalam diri kamu.
Itu semua harus kamu ubah supaya cepat bangkit dan move on.sedangkan kamu,pernah gak dia mikirinkan kamu sampai segininya atau khawatir sama kamu?" tanyak Robi yang di balas gelengan oleh Udin
"Gak kan,dia bisanya hanya mengumpat doang,sadar!"tegas Robi sambil menunjukan dada Udin
"Ingat Din ketika kamu sudah sukses wanita mana yg gak mau sama kamu.
Bisa jadi Maysaroh malah kembali bertekuk lutut pada dirimu begitu melihat kamu sukses.
Karena istrimu itu,perempuan matre dan sekarang yang perlu ada dalam pikiran kamu bagaimana caranya sukses udah itu aja!
Kuli bangunan ini gak bisa selamanya Din ini ada masanya.Untuk itu,kita harus bisa mencari penghasilan lain."ucap Robi panjang lebar.
Udin yang awalnya menunduk, langsung mendongak mendengar nasehat Robi.
Ia melihat Robi dengan serius,dadanya tiba-tiba bergemuruh.Ntah apa yang bisa rasakan tapi kata-kata Robi bener semuanya.
__ADS_1
"Tampar aku"ucapnya membuat Robi kaget.
"Hahh?"
"Tampar aku Bi,buat aku sadar kalau aku selama ini bodoh,selalu memikirkan Maysaroh tanpa memikirkan diriku sendiri.Tampar aku biar aku keluar dari zona ku
"Bi
Plak! satu kali plakkk....
Robi menampar pipi Udin kiri dan kanan,membuat Udin terdiam merasakan sakit dan panas di pipinya.
"Ini adalah tamparan pertamaku untukmu sebagai teman,sebagai temanmu aku hanya ingin kamu bahagian Din.Dari awal aku kenal kamu,aku tidak pernah melihat kamu bahagia.
Tidak pernah,kamu hanya pura -pura bahagia supaya orang-orang tidak bisa melihat bebanmu.Mulai sekarang,Ayo jujur pada dirimu sendiri,hidup ini hanya sekali Din
Jangan sampai mati sia-sia cuma gara gara perempuan matre dan tolol kayak si Maysaroh,"ujar Robi membuat Udin memangut mangutkan kepalanya
"Hu um.... Kamu benar,aku laki -laki bodoh yang selalu nurut pada Maysaroh,"kata Udin
"itu ngerti,ayo kerja nati gak gajian lagi."aja Robi bangit dari tempat duduknya
"Sebentar,aku ayun-ayun dulu Faisol"ucap Udin lalu ia merebahan Faisol di ayunan
Aku yakin Din,tersenyum insyak Allah ,kita tunggu aja tanggal mainnya.' ucap Robi dalam hati
seharian mereka bekerja,Udin sesekali berhenti saat Faisol haus,ia segera membuat susu untuk Faisol.
Sore hari menjelang magrib mereka sudah selesai bekerja,saat mereka menunggu giliran untuk mengambil rapot gajian.
Begitu Udin menghadap atasannya,pria itu heran melihat Udin mengedong bayi.
"Bayi siapa yang kamu gendong?" tanyak Pak Edi pemegan tender proyek bangunan itu.
Sebenerya bukan Edi yang membagi-bagikan rapotan gaji,hanya saja karena bawahan lagi sakit mau tidak mau Edi yang turun tangan langsung
Anak saya Pak,"jawab Udin jujur
Kenapa kamu malah bawa anak ke sini,kan harusnya gak boleh bawa anak, Ini tempat kerja.
Kasihan bayi di bawa-bawa ke tempat bangunan begini,"kata pak edi membuat udin melihat Robi sejenak.
Mohon maaf pak,jika saya melanggar tapi bawa bayi bukan tanpa sebab pak.
Tadi malam istri saya meninggalkan rumah begitu saja,dan meninggal anak kami yg masih berumur 5 bulan."terang udin membuat Pak Edi kaget.
__ADS_1
"Kok bisa?tanya Edi,
"ceritain aja din,biar pak Edi tau dan bisa ngasih kamu keringanan untuk tetep bisa bawa Faisol,"usul Robi yang di balas anggukan oleh Udin.
"Boleh saya cerita Pak"kata Udin
"silakan,duduk dulu."
suruh Edi sebebar Edi adalah bos yang disiplin dan galak.
Tidak semua orang bisa berinteraksi banyak padanya.Tapi Udin selalu membuatnya luluh,dari awal kerja begitu melihat Udin ia selalu teringat dengan almarhum adiknya
Udin menceritakan semuanya pada edi ,membuat Edi mengganguk paham dengan cerita Udin
Itulah kita laki-laki ini,saat miskin di injak-injak sepuasnya di tuntut ini dan itu
Tapi yakinlah Din,istrimu akan menyesal menyia-nyiakan laki-laki sebaik kamu."ucap Pak Edi membuat Udin terkekeh.
"Ya kali pak,yang ada dia bahagia lepas dari saya,lepas dari anaknya.
Dia bisa bergaya sepuasnya mencari laki-laki impiannya,yang kaya dan mapan
Tidak seperti saya,yang hanya bekerja serabutan."jawab Udin yang di balas gelengan oleh Edi
Betul,tapi itu cuma sementara Din,dia pasti akan menyesal.Hukum karna itu ada,kita lihat aja nanti
Walaupun dia dapat laki-laki kaya dan mapan,belum tentu laki laki itu menghargainya sebagai mana kamu menghargainya
Laki-lakikaya juga gitu Din,banyak yang semena-mena sama perempuan,bahkan menganggap perempuan hanya pemuas nafsuhnya.
Tapi semisalnya,saat kamu sukses amin ya... Dia kembali lagi, dengan berbagai alasan apa yang akan kamu lakukan?
Menerimanya kembali kah? Atau bagaimana?"tanyak Edi mencoba menjebak Udin.
Amin Ya Allah, masalah itu lihat nati aja pak.Tapi yang jelas,jika Maysaroh datang di saat saya sukses, saya akan mengingatkan kembali ke masa-masa ini."jawab Udin membuat Edi tersenyum.
'Ya...terima kasih untuk hari ini, semoga sukses ini rapotan gaji kamu."ucap Edi lalu memberikan
Uang seratus lima puluh ribu ketangan Udin
"Terimakasih banyak Pak, o iya pak
Apa saya tetep boleh membawa anak saya, karena di rumah gak ada orang pak,pinta Udin yang di balas anggukan oleh Edi.
Iya,tapi jangan bilang kesiapa-siapa.cuma kamu yang saya bolehkan."jawab Edi membuat Udin senang,ia langsung mengangguk
__ADS_1