Perjalan Hidup Seorang Kuli

Perjalan Hidup Seorang Kuli
Ternyata punya pacar


__ADS_3

"Hah?"Naumi berbalik melihat Eky membuat Eky menaikan kedua alisnya.


"Hahah...tawa Naumi pecah membuat Eky bingung.


"Apa yang lucu kan saya nanya itu buat pacar atau gak itu doank," lanjut Eky membuat Naumi geleng-geleng sambil berusaha menahan tawanya.


"Nggak tau kak, ini mah buat anak om Udin?" kawan Naumi membuat Eky mangut-mangut.


"Oh namany Faisol,"


"Hu um,"dehem Naumi lalu ia mengambil boneka buaya.


"Ini berapa mbak?" tanya Naumi menunjuk boneka yang berukuran sedang.


"Yang itu 150 ribu mbak," jawab penjual tersebut membuat Naumi langsung menelan ludahnya dengan susah payah.


"Mahal juga," gumamnya lalu ia mengambil boneka yang berukuran lecil.


"Kalau ini?"


"Itu 70 ribu mbak," jawab penjual tersebut membuat Naumi diam sejenak membandikan kedua boneka itu,sebenarnya ia menginginginkan yang sedang.


"Em...--


"Yang ini aja Mbak, ini uangnya," ucap Eky tiba-tiba membuat Naumi kaget.


"Kakak mau beli juga?" tanya Naumi membuat Eky menoleh lalu menggeleng.


"Nggak itu buat kamu, Kasih ke faisol," ujar Eky membuat Naumi gelagapan.


"Eh...Gak usah kak, aku aja yang bayar," tolak Naumi


"Udah...itu kasih biar di bungkusin," lanjut Eky membuat Naumi mau tidak mau mengangguk


"Ini boneka sama ini kembaliannya mas,"


"Iya terima kasih ya," ucap Eky yang di balas anggukan oleh penjual tersebut.


"Kemana lagi kak?" tanya Naumi


"Kita makan yuk, disana aja," tunjuk Eky yang dibalas anggukan Naumi, ia melihat jam tangannya masih jam 9 berarti masih ada satu jam lagi.


"Di sela-sela mereka makan tiba-tiba Eky teringat sesuatu


"Em...Kamu di hubungi sama ayah kamu itu ya?" tanya Eky membuat Naumi mendongak lalu mengangguk


"Iya kak,"


"Saran kamu ganti nomor aja gak takutnya di teror terus," usul Eky.


"Ganti nomor sih gak ya kak, aku blok aja," jawab Naumi membuat Eky mangut-mangut


"Eky...."tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Eky membuat mereka berdua menoleh.


"Hay Nana...."


"Ya ampun ketemu di sini kami ngapain beb?"tanya nlNana lalu menarik kursih di dekat Eky


"Ini tadi nganterin adek tingkat ada sedikit urusan," ucap Eky membuat Nana mangut-mangut.


"Hay...."sapa Nana membuat Naumi tersenyum.


"Hay kak,"


"Nana," lanjut Naumi lalu mengulurkan tangannya yang di balas anggukan oleh Naumi.


"Naumi kak," jawabnya.


" Pantes kamu gak balas-balas chat ya ternyata kamu di sini," ujar Nana membuat Eky cengegesan.


"Maaf ya," ucap Eky membuat Nana cemberut.


"Kamu sama siapa di sini?" tanya Eky sambil celingak-celinguk


"Bisa sama Vivi dan Erna," jawab Nana membuat Eky mangut-mangut.


"Mau makan gak,ini kita sebenarnya uda mau pulang cuma karena ngelihat disini banyak makanan jadinya mampir dulu," ujar Eky yang di balas gelengan oleh Nana.


'Gak usah deh tadi kami baru makan juga kenyang," jawab Nana, Naumi yang sedari tadi hanya fokus pada makanan di depannya sambil mendengarkan pembicaraan dua sejoli tersebut.


"Beruntung ya kak Nana punya pacar kayak kak Eky yang kalem," ucap dalam hatinya


"Em....Kamu semester berapa?" tanya Nana tiba- tiba.


"Semester satu kak," jawab Naumi membuat Nana menganguk.


"Oh masih awal ntar juga gak kerasa kok tiba-tiba aja udah semester akhir kayak kita ini," lanjut Nana membuat Naumi mengangguk.


" Kami juga dulu gitu walaupun pacaran ya kita tetap pada porsi masing- masing kaya Eky dia kan presiden BEM, jadi ya banyak waktunya disana ketimbang sama aku, kadang bete sich cuma ya gimana," terang Nana.


"Hum...Curhat," ledek Eky membuat Nana terkekeh


"Benerkan?"


"Iya sich namanya kita lagi berproses di jalanin aja toh pacaran juga kan gak harus selalu bareng' bareng yang penting itu mah saling percaya aja," ujar Eky membuat Nana mangut- mangut.


"Pukul 10 malam Eky pamit pulang pada Nana karena masih harus mengantarkan Naumi, sebenarnya Naumi sudah menolak dan mengatakan dirinya bisa naik angkot tapi Eky tidak mengizinkannya.


"Sepanjang jalan hanya ada keheningan,Naumi asik dengan pikiranya sendiri sedangkan Eky sesekali meliriknya dari spion.


"Besok kuliah?" tanya Eky membuat Naumi tersadar lalu mengangguk.


" Kuliah kak," jawabnya.


" Terus kamu ngasih bonekanya ke Udin dong gak ke anaknya," lanjut Eky.


"Ke anaknya kak, besok aku iku ke rumah om kuli dulu udah pernah kok ke sana juga," jawab Naumi membuat Eky mangut' mangut.


"Tidak lama kemudia motor Eky berhenti tepat di depan pagar rumah Naumi, Tanpa membuat waktu ia langsung turun.


"Makasih banyak ya kak," ucap Naumi yang di balas anggukan oleh Eky.


"Iya kalau ada apa- apa kabarin aja,: ujar Eky yang di balas anggukan oleh Naumi.


"Setelah Eky pergi Naumi menghela nafas panjang lalu ia masuk ke dalam rumah.


"Ibu....Bikin kaget aja, itu cuma kakak tingkat mimi bu," jawab Naumi membuat ibunya mangut-mangut.


" Pacar kamu juga gak apa-apa kok,Ibu gak marah," lanjut ibunya membuat Naumi tersenyum lalu mengeleng.


"Nggak bu, Si kakak punya pacar kok," jawab Naumi sedikit lesu lalu ia masuk ke dalam


*****


"Keesokan harinya Udin buru-buru berangkat kulia karena penasaran dengan Naumi, chatnya tidak di balas sama sekali oleh Naumi tadi malam.


"Hemmm...."


"Apa lagi?Ya tuhan padahal udah keluar bareng Eky masih saja lesu," ujar Udin membuat Naumi menghela nafas panjang.


"Gimana tadi malam? Ayah kamu ngomong apa?" tanya Udin membuat Naumi menoleh


"Gak apa-apa dia cuma minta aku tinggal sama dia," jawab Naumi sambil membolak' balikan bukunya.


"Terus?"


"Terus apa?"Ya aku gak mau om karena bagaimanapun juga ini yang sudah memperjuangkanku sendirian," jawab Naumi membuat Udin mangut-mangut.

__ADS_1


"Jalam sama Eky gak?" godah Udin membuat Naumi mengganguk tanpah melihat Udin.


"iya jalan, ketemu pacarnya juga tadi malam," jawab Naumi membuat Udin mematung.


"Pacarnya? Marah gak?


"Nggak, pacarnya orang baik sama kayak kak Eky," jawab Naumi membuat Udin mangut-mangut.


" Kamu gak lagi cemburukan?" lanjut Udin membuat Naumi terkekeh.


"Ya gak lah om," ngapain cemburu orang mereka udah dari dulu pacaran," jawab Naumi membuat Udin mangut- mangut.


"Ting


"Udin mengambil ponselnya lalu melihat ada pesan masuk.


[Pengumuman beasiswa]


"Deg!


"Udin langsung menarik nafas dalam-dalam lalu ia mengklik link tersebut sambil menutup kedua matanya.


"Naumi yang melihat itu malah mengernyitkan dahinya sambil geleng-geleng.


"Bismillah," ucap Udin lalu ia membuka satu persatu matanya dan


[Selamat anda telah lolos dan silakan urus rekening secepĂ tnya]


"Alhamsulillah akhirnya ya allah," ucap Udin membuat Naumi kembali menoleh.


"Kenapa om?" tanya Naumi bingung


"See..saya lolos beasiswa alhamdulillah setidaknya biaya kuliah jadi lebih ringan," ujar Udin yang di balas anggukan oleh Naumi.


"Kok ngangguk-ngangguk doang sih kamu gak pengen apa daftar juga?" tanya Udin membuat Naumi menaikan alisnya sebelah.


"Aku mah udah beasiswa KIP dari awal om," jawab naumi membuat udin kaget.


"O iya?kok saya gak tau sih." gumam Udin


"Gak tau lahh, kan om taunya kak Dini doang," ledeknya.


"Heh....Berisik!" ujar Udin.


"Om nanti aku mau ikut ke rumah om ya mau ngasih sesuatu sama Faisol," ucap Naumi.


"Ngasih apaan?" tanya Udin.


" Ada pokoknya," jawab Naumi yang di balas anggukan oleh Udin.


"Iya udah, kasih ke saya aja sih ribet amat harus ke rumah." ujar Udin membuat Naumi menepuk jidatnya.


"Om kalau ngasih sama om tuh sama aja bohong mending gak usah ngasih, aku mau gendong anak om masalahnya," ujar Naumi membuat Udin mangut-mangut.


"Gendong saya aja," jawab Udin dengan santainya yang di hadiahi pukulan oleh Naumi.


"Duh...Galak banget sih," ringis UBdin.


"Makanya jangan ngaco, udah ah mau ke toilet," lanjut Naumi yang tidak dihiraukan oleh Udin.


"Ia masih sibuk dengan ponselnya karena harus mengusrus beberapa berkas kantor


"Belum sempat Naumi masuk ke toilet ia melihat Eky dan Nana sedang ngobrol dari kejauhan.


"Di tengah-tengah ngobrol Eky menoleh membuat Naumi langsung buru-buru terbalik bukan ke toilet tapi kembali ke kelas.


"Naumi bukan?" ucap Eky dalam hati.


"Hu..." Naumi menghempaskan bobotnya ke kursi membuat Udin menoleh


"Lah...Udah?" tanya Udin yang di balas gelengan oleh Naumi.


"Aneh."


"Disisi lain, seharian dini mencari-cari informasi tentang S2 di kamar, karena ia malas ke luar kamar yang ujung-ujungnya bakal di tanyai masalah pernikahan.


"Ah sumpah boring banget saih," gumamnya sambil mengetuk-ngetuk jarinya ke meja.


Tok!Tok!Tok


"Non,"


"Iya Bi,"


Ceklek!


"Non di depan ada den Oval katanya mau ngajakin non keluar," ucap si mbok membuat Dini langsung mengerutkan keningnya.


"Apa lagi sih?!" umpatnya lalu ia kembali masuk mengambil jilbabnya, namun detik kemudian ia berhenti.


"Kesempatan buat keluar gak sih? Iya...Aku harus pura-pura baik nanti setelah keluar aku kerjain aja.' ucap Dini lalu menjentikan jarinya.


"Tanpa membuang waktu ia langsung mengganti pakainya lalu memoles wajahnya dengan make up


"Setelah itu ia turun ke bawah menyuruh si mbok menyiapkan buah dan makanan di dalam paper bag.


"Makasih ya mbok," ucap Dini


"Iya non, hati-hati ya,"


"Sebelum keluar dini memastikan dirinya sudah rapi karena di depan ada orang tuanya.


"Tu Dini...sana jalan-jalan sama Oval," ucap mamanya membuat dini tersenyum lalu mengangguk.


"Iya Ma," jawab Dini pura-pura bahagia.


"Itu bawa-bawa paper bag buat apa?" tanya mama membuat Dini langsung gelagapan.


"Eh ini buat makan di jalan ma kalau macet, sekarang Dini suka laperan orangnya," jawab Dini yang di balas anggukan oleh mamanya.


"Em.... Kalau gitu kami pamit ya om tante,"


"Iya hati-hati jaga Dini," ucap mama Dini


"Ayok," ajak Oval lalu membukakan pintu mobilnya.


"Mobil pinjaman dimana lagi ini?" ucap Dini dalam hati


"Setelah keluar dari rumahnya Dini langsung bernafas lega.


"Tumben kamu gak marah-marah kali ini, itu apaan yang kamu bawa boleh di makan gak?" tanya Oval membuat Dini langsunh menoleh.


"Gak punya uang ya sampe makanan aja di minta?"tanya Dini dengan ketus membuat Oval gelagapan.


"Nggak... Kan masih di jalan ntar kita beli kalau udah sampe." ujar Oval membuat dini tersenyum miring, ini saatnya ia mencari gara-gara.


"Yang bayar siapa nanti?" tanya Dini membuat Oval menoleh sekilas.


"Kok nanyanya gitu?"


" Lah biar jelas aja soalnya kemaren pas kita jalan kan yang bayarin aku semuanya sampe belanjaan kamu aja aku yang bayarin," ujar Dini.


"Itukan karena kau tetinggalan atm Dini...Ayolah," bujuk Oval membuat dini langsung memutar mata malas.


"Sekarang ketinggalan atm lagi gak?" tanya Dini membuat Oval langsung menepikan mobil.


"Maksudnya apa sih?"

__ADS_1


"Coba tunjukin aku mau liat uang sama ATM kamu kalau memang ada ayo kalau ya aku turun disini," tegas Dini membuat Oval menarik nafas dalam-dalam


"Itu privasi aku dini!" tegas Oval membuat Dini terkekeh.


"Alasan," ucapnya lalu ia membuka pintu mobil tanpa izin membuat Oval kaget.


"Dini...tunggu!" Oval mengejar Dini membuat Dini berhenti lalu menoleh


"Mau apa lagi?" tanya dmDini membuat Oval bingung.


"Kamu kenapa sih masa gara-gara itu kamu ninggalin aku, terus sekarang kamu mau kemana? Naik apa?" cecar Oval.


"Aku gak mau ketipu untuk yang kedua kalinya sama kamu, masalah aku mau kemana dan naik apa itu bukan urusanmu. Aku punya kaki ya aku jalan kaki lah," lanjut Dini membuat Oval melihat kesana- kemari dengan posisi mereka yang di tepi jalan raya.


"Dini jangan kayak anak kecil bisa gak?" Ayo masuk ke mobil," ajak Oval membuat Dini tersenyum sinis.


"Gak!Aku gak mau kalau mau pergi, pergi aja sana cari perempuan yang mau diporotin sama kamu, aku tau itu bukan mobil kamu kan?" tunjuk Dini membuat Oval diam sejenak.


"Itu mobilku,"


"Ah masa? Gak percaya sekarang kamu pergi atau aku teriakin kamu?" ancam Dini membuat Oval kaget.


"Dini..."


"Satu...dua...


"Ok-ok aku mau lihat sejaiuh mana kamu keras kepala," ujar Oval membuat Dini tersenyum.


"Bagus sana pergi," usir dini setelah memastikan omOval pergi, Dini langsung memesan ojek online menuju kantor Edi


"Disisi lain hari menunjukkan pukul 3 sore, Udin dan Naumi baru saja keluar kelas.


"Jadi ikut gak?" tanyak Udin yang di balas gelengan oleh Naumi.


"Maaf ya om, Ibu suruh cepat pulang kayaknya mau bantu jualan," ucap Naumi yang di balas anggukan oleh Udin.


"Santai, ini..."Udin menyodorkan yang 50 ribu ke depan nmNaumi.


"Apa ini om?"


"Uang lah apalagi?" solot Udin membuat Naumi langsung memutar mata malas


"Faisol juga tau kalau ini uang maksudnya om ngasih ini dalam rangka apa?" kesal Naumi membuat Udin sedikit berpikir.


"Dalam rangka karena saya lulus beasiswa jadi saya mau ngasih ongkos pulang buat kamu," jawab Udin membuat Naumi mangut-mangut.


"Ngasihnya nanggung banget sejuta kek," ujar Naumi.


"Matamu sejuta, uda sana balik katanya buru-buru." usir Udin membuat Naumi mencebikkan bibirnya.


"Iya-iya...ini kasih sama Faisol, ingat sama Faisol! Tegas Naumi membuat Udin melotot.


"Iya!!" jawabnya tidak mau kalah.


"Setelah itu Udin pulang terlebih dahulu karena ia masih harus ke kantor.


"Sedangkan Naumi masih berdiri di pinggir jalan menunggu angkot.


Tit!tit


"Naumi," panggil seseorang membuat Naumi menoleh.


"Kak," sapanya dengan sopan.


"Mau pulang?" tanya Eky yang di balas anggukan oleh Naumi.


"Iya lagi nunggu angkot," jawabnya membuat Eky mangut-mangut.


"Ayok sekalian saya mau oulang juga," ajak eky membuat Naumi bingung.


"Em...kayaknya gak usah deh kak,"


"Ayo ih masa gak usah," lanjut Eky membuat Naumi langsung pasrah lalu ia naik ke atas motor.


"Disisi lain begitu sampai di kantor Udin langsung masuk ke dalam.


"Udin," panggil Robi dengan secangkir kopi di tangannya.


"Hum


"Di atas ada Mbak Dini," ujar Robi membuat Udin kaget.


"Ah masa sih? Dia gak ada ngasih tau tuh, bohong kamu ya di parkiran juga gak ada mobilnya, salah orang kali," ujar Udin membuat Robi kembali mengingatkan.


"Nggak Udin, beneran itu mbak Dini saya melihat jelas tadi dia naik ke atas," sanggah Robi membuat Udin diam sejenak lalu menggedikan bahunya.


"Halu kamu, dia gak boleh keluar sembarangan setelah selesai kuliah, orang tuanya posesif," ujar Udin membuat Robi mangut-mangut.


"Ah terserah lah," ujar Robi lalu kembali duduk di meja kerjanya.


Tok!Tok!Tok!


"Assalamualaikum," ucap Udin begitu membuka pintu matanya langsung celingak-celinguk mencari dini.


"Tuh kan gak ada, emang dasar si Robi pelupa banget," ucap Udin dalam hati.


"Walaikumsalam udah selesai Udin?" tanya Edi


"Iya pak baru aja kelar, o iya tugas yang bapak kasih nanti malam saya kerjain ya pak," ucap Udin yang di balas anggukan oleh Edi


"Bu Indri mana pak?"


"Lagi arisan sama teman-temannya, baru aja keluar," jawab Edi membuat Udin mangut-mangut.


"Faisol?"


"Tuh di kamar, Bapak mau ke bawah dulu ya,"; ujar Edi yang di balas anggukan oleh Udin.


"Setelah melihat Edi pergi, Udin meletakanntasnya di meja lalu ia menuju kamar tidak lupa kado pemberian Naumi ia bawa.


Krek!


"Loh kok gak bisa? Apa ke kunci ya? Kan di dalam cuma ada Faisol," gumam Udin.


Tok! Tok! Tok!


"Ada orang?" tanya Udin namun tidak ada sahutan sedikitpun


Tok! Tok!


Ceklek!


"Tiba-tiba pintu terbuka membuat Udin kaget, ia tidak melihat orang yang membuka pintu.


"Udin yang bingung langsung masuk lalu ia melihat kebelakang pintu dan alhasil


"Mbak...."


"Hay..." sapa Dini dengan santainya membuat Udin mematung sejenak lalu ia terkekeh.


"Ya ampun Mbak disini ngapain?Em...Maksud saya dari kapan?" tanya Udin membuat Dini langsung melebarkan pintu lalu duduk di sisi ranjang.


"Dari tadi sih," jawab Dini membuat Udin mangut-mangut dalam hatinya ia senang melihat Dini tapi satu sisi ia masih bingun kenapa Dini datang tiba-tiba.


"Mbak sama siapa kesini?" tanya Udin membuat Dini kembali menoleh.


"Jangan lupa kasih like dan comen yaaa kak

__ADS_1


Masalah lulus kontrak engak itu urusan belakang


__ADS_2