Perjalan Hidup Seorang Kuli

Perjalan Hidup Seorang Kuli
Ketemu faisol


__ADS_3

"Ya mana saya tau, saya niatnya kesini kan mau ketemu Faisol." jawab Dini membuat Maysaroh geleng-geleng.


"Bohong kamu!pandai sekali kamu main drama ya, asal kamu tahu sekali kamu tau sekali pelakor ya tetap pelakor." ujar Maysaroh membuat Dini lagi-lagi memutar mata malas.


"Kayaknya Udin gak ada di rumah deh, mending pergi aja gak sih daripada berurusan sama orang begini.' ujar dini dalam hati lalu ia berbalik.


"Heh...Mau kemana kamu pelakor!" teriak Maysaroh.Dini berbalik lalu tersenyum ke arah Maysaroh.


"Pulang Mbak sana sholat taubat, jangan teriak-teriak malu sama orang banyak." ujar Dini lalu ia masuk ke dalam mobilnya.


Melihat Dini pergi Maysaroh kembali mengintip ke dalam rumah berharap didalam ada Faisol, karena sudah dua hari ia tidak bisa tidur karena tiba-tiba saja merindukan anaknya.


"Mas kalian kemana sih, aku juga ada hak atas Faisol." gumamnya lalu kembali duduk di kursi panjang tersebut.


Lain halnya dengan dini sepanjang jalan ia terus berpikir kemana Udin dan Faisol.


"Apa jangan-jangan Udin nguli ya sambil bawa Faisol, ya tuhan... Atau bisa juga ia sedang jalan mungkin sama pacarnya.


Duh...Apaan sih dit mending fokus buat besok deh nyebar proposal untuk acara student day minggu depan." lanjut lalu ia kembali pulang.


' Assalamualaikum."


" Walaikumsalam, eh non Dini udah balik cepat amat non." ucap Mbok.


"Iya Mbok orang gak ada disana, ini makanannya nanti Mbok bawa pulang aja sayang kalau di buang." ucap Dini lalu memberikan paper bag itu pada Mbok.


Setelah itu Dini kembali naik ke atas lalu menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.


"Ngapain sih aku mikirin mereka terus toh belum tentu juga mereka mikirin aku." ujar Dini kemudia ia meraih laptopnya lalu membereskan proposal yang akan ia sebar besok ke perusahaan-perusahaan.


Keesokan harinya, Dini berangkat ke kampus walaupun hari libur karena ia pengurus BEM setiap weekend ia menghabiskan waktu rapat dan rapat.


"Dini proposal aman?" tanya Eky.udah nih tinggal sebar."jawab Dini menunjukkan proposal yang sudah ia susun.


" Sebenarnya mah ini juga humas ya buat nyebar tapi karena humasnya gak ada yang sadar diri jadi-------


" Aku lagi! Potong dini membuat Eky cenggesan.


" Maaf ya Dini." ucap ia tau pasti Dini sudah kesal karena kebanyakan tugas ia yang menghandlenya.


"Udah kebal tau gak, kalau bisa ini cepat-cepat selesai dah kepengurus kalau gini terus mati-matian satu orang yang lain gak ada empati,capek tau gak!" omel Dini lalu ia bangkit dari duduknya.


"Mau di temenin gak Dini?" tanya bagus.


"Gak usah,aku sendiri juga semua selesai." kesal Dini lalu ia keluar dari ruangan BEM dengan perasaan campur aduk antara ingin marah dan menangis.

__ADS_1


Ia juga tidak mengerti akhir-akhir ini moodnya suka berubah- ubah tepatnya ia lebih sensitif.


Di dalam mobil Dini menumpakan tangisanya sejenak untuk menghilangkan sesak di dadanya, merasa sudah aman Dini kembali menjalankan mobilnya.


"Perusahaan apa ini?" gumamnya Dini lalu membuka proposal di depannya.


Cukup lama Dini mengikuti jalan menggunakan map akhirnya ia sampai di kantor tersebut.


"Bener gak ya ini? Bener kali ya udah pas kok." gumamnya lalu ia masuk ke dalam.


"Cari siapa Mbak? Tanya salah satu karyawan begitu Dini masuk ke dalam.


"Em....mau ketemu Pak Edi." ucap Dini yang di balas anggukan oleh Robi.


Pak Edi lagi dinas keluar kota, bisanya ketemu sama Bu Indri istrinya Pak Edi."jawab Robi yang di balas anggukan oleh Dini.


"Gak apa-apa Pak." jawab Dini


"Mari saya antarkan." ajak Robi lalu membawa Dini ke ruangan Edi.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk."


Ceklek!


"Bu ada tamu anak kuliahan sepertinya Bu." ucap Robi yang di balas anggukan oleh Indri.


"Iya suruh masuk aja, suruh duduk dulu ya saya mau ke kamar mandi sebentar, ketuanya sudah menghubungi saya tadi," suruh Indri yang di balas anggukan oleh Robi.


"Silakan masuk mbak,ibu ada di dalam." ucap Robi mempersilakan Dini masuk ke dalam


"Silakan duduk mbak, Bu Indrinya ke kamar mandi sebentar." ujar Robi yang di balas anggukan oleh Dini.


"Terimakasih."


"Sama-sama Mbak," lanjut Robi yang di balas anggukan oleh Dini.


Setelah Robi keluar Dini melihat- lihat di tembok sambil ia melihat ruangan tersebut.


"Bum...Bum....


Tiba-tiba Dini mendengar suara anak kecil, membuat langsung celingak-celinguk mencari asa suara tersebut.


Detik kemudian ia melihat Faisol sedang berjalan di dalam kereta bayi,Matanya membola melihat anak kecil itu, Dini mengucek-ucek matanya memastikan pengelihatannya.

__ADS_1


"Faisol..." panggil Dini membuat Faisol menoleh.


Detik kemudian Dini tertawa lalu ia bangkit dari duduknya mendekati Faisol, ia berjongkok menyamankan tingginya dengan Faisol.


Faisol ngapain di sini sayang?" tanya Dini sambil mengusap kepala Faisol membuat Faisol tertawa.


"Ma.....Ma..." ucap anak kecil itu lalu merentakan kedua tangannya membuat Dini berkaca-kaca ia benar-benar sangat merindukan anak kecil itu. "Mukanya cemong banget sayang makan apa ini?" lanjut Dini lalu mengambil tisu di tasnya kemudian me lap wajah gembul itu.


"Uh....Bunda kangen banget sama kamu." ucap Dini sambil mendekap Faisol dengan penuh kasih sayang.


"Maaf ya saya la---


Ucap Indri terpotong saat melihat yang duduk di sofa adalah Dini, di tambah sekarang Dini sedang mengendong Faisol.


"Ibu..."


"Kamu..."


"Ya allah Bu,i---ni kantor ibu?" tanya Dini, ntah kenapa perasaan kesalnya tiba-tiba hilang begitu saja.


"Nggak punya saya sih punya suami, kamu sama siapa kesini?" tanya Indri lalu duduk di dekat Dini membuat Dini cengegesan.


"Sendirian Bu." Jawab Dini,Indri yang melihat Faisol yang anteng di pangkuan Dini.


Ini anak siapa yang datang pasti minta gendong," ucap Indri mengacak- acak rambut Faisol.


"Duh Bu...saya senang banget bisa ketemu Faisol,soalnya kemaren saya ke rumahnya gak ada," ucap Dini membuat Indri hampir saja keceplosan mengatakan jika Udin sedang dinas.


Udin selalu mengatakan Pada Indri dan Edi untuk menyembunyikan identitasnya dari orang orang ia tetep ingin di kenal sebagai kuli bangunan.


" Bu ini proposal aduh saya hampir lupa, se senang itu saya bisa ketemu anak kecil ini" ujar Dini membuat Indri terkekeh.


"Ngangenin ya," timpal Indrii yang dibalas anggukan oleh Dini.


Beberapa menit kemudian mata Dini celingak- celinguk mencari Udin.


" Kok bisa Faisol disini ya?Udin kemana? Ucap Dini dalam hati.


"Eugh..."


"Eh kenapa sayang?Mau tidur ya, Sini bunda timang-timang." ucap Dini lalu ia merebahkan Faisol di gendongannya.


"Gadis ini sayang banget sepertinya sama Faisol," ucap Indri dalam hati.


Em... Udin lagi nguli ya bu?" tanya Dini membuat Indri tersadar.

__ADS_1


Hahh?'


__ADS_2