
Ehh Din tadi bini kamu kesini tau." ucap Robi, membuat Udin kembali berhenti lalu berbalik.
"Ngapain?" tanya Udin
"Ntah, gak tau tadi ketemu bu Indri sama pak Edi terlebih dahulu atau gimana.
Intinya dia nanya-nanya terkait pria berjas." jawab Robi membuat Udin menaikan alisnya sebelah.
"Bu Indri sama Pak Edi keluar terus Faisol?" tanya Udin.
"Sama Faisol juga, mereka keluar tadi gak tau makan atau apa, intinya mah keluar aja" jawab Robi yang di balas anggukan oleh Udin.
"Ya uda,aku ke atas dulu ya nanya sama Pak Edi sama Bu Indri.kamu balik lah nanti kemalaman." suruh Udin.
"Iyo,duluan."
"Iya
setelah Robi pergi Udin langsung naik ke atas
Ceklek
Assalammualaikum."
"Tuh orangnya baru di omongin." ucap Bu Indri.
Walaikumsalam gimana Din?" tanya Edi.
" pengumuman tiga hari lagi Pak," jawab Udin membuat Edi mengangguk.
"Oh iya udah gak apa-apa insaallah aman.Optimis aja semua pasti ada jalannya," jawab Edi.
"Amiin, kata Robi,Bapak sama ibu tadi keluar bawa Faisol.ujar Udin yang di balas anggukan oleh Edi
"Iya, itu anak kamu tiba-tiba panas," timpal Indri
Deg
Pa-panas,kenapa Pak?Sekarang Faisol mana?" tanya Udin panik.
Ada di kamar, panas biasa aja sih demam dikit, karena mau tumbu gigi." jawab Edi membuat Udin mangut-mangut.
"Ke kamar bentar Pak'bu." lanjut Udin lalu buru-buru ke kamar.
"Iya."
Udin masuk ke kamar melihat putranya, baru saja ia membuka pintu, terlihat Faisol sedang tidur.
Assalamualaikum anak bapak Faisol sakit Nak?Maafin bapak ya, seharian gak liatin jagon ini." ucap Faisol sambil mencium kening putranya yang masih sedikit hangat.
Sembuh insya allah ya, Faisol harus jadi penyemangat bapak, kita sama-sama berjuanng sayang untuk bisa sukses.
Kita tunjukan pada dunia kalau kita bisa sukses,Hem..." lanjut Udin sambil mencium pipi putranya.
Eugh...Tiba-tiba Faisol mengeliat membuat Udin langsung tersenyum.
__ADS_1
"Anak bapak ini...cepat sembuh nak,bapak gak pengen liat Faisol sakit," lanjut Udin sambil mengusap-usap lengan Faisol, membuat sikecil itu kembali terlelap.
Tiga hari kemudia, hari yang di tunggu- oleh Udin sedari pagi, ia sudah menunggu notifikasi di ponselnya memastikan apakah ia lulus atau tidak.
Ting!!!
Udin langsung buru-buru memgambil ponselnya, lalu membaca pesanan tersebut.
(silahkan masuk ke link yang sudah di sediakan,nama-nama calon mahasiswa baru yang lolos di tampilkan di sana)
sebelum mengklik link tersebut Udin mengusap dadanya sambil mengheka nafas panjang
Bismilah," ucapanya lalu mengklik link tersebut.
Pelan-pelan ia membuka matanya satu persatu dan akhirnya.
Alhamdulillah ya allah, terimah kasih banyak engkau yang maha tau, ucap Udin sambil mengusap wajahnya dengan nilai pa-pasan.
" Gimana Din?" tanya Edi yang baru saja datang ke kantor, karena ia masih ada urusan terlebih dahulu sebelum ke kantor.
"Pak Alhamdulillah,saya lolos, jawab Udin yang di balas acungan jempol oleh Edi.
"Saya bilang juga apa Din. Kamu itu orang berbakat sudah kelihatan," ujar Edi yang di balas senyuman okeh Udin.
Terimah kasih pak, saya senag banget terimakasih banyak," jawab Udin.
Ya uda, itu daftar ulangnya?' tanyak Edi, membuat Udin langsung kembali melihat ponselnya.
"Besok pak," jawabnya membuat Edi mangut-manggut.
"sok, sana urusin dulu kuliahmu, biar cepat kelar dan fokus kerja lagi," ucap Edi yang di balas anggukan oleh Udin.
"Faisol gak kamu bawa?" tanya Indri yang baru saja masuk.
Bawa Bu, ada di kamar main," jawab Udin,membuat Indri langsung buru-buru ke kamar karena ia sudah sangat merindukan buah hatinya itu.
"Udah santai aja nikmati aja mas-masa kuliah dan kerjamu, Kalo soal Faisol aman lah sama ibumu, kapanpun kamu bisa jengguk dengan santai, ujar Edi lalu menepuk pundak Udin.
Iya pak."
Keesokan harinya,Udin sudah siap berangkat ke kampus setelah mengantarkan Faisol ke kantor, Udin berangkat.
Sampai di kampus, Udin melihat gedung yang tinggi sekarang menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
"Gak nyangka banget sih ini, beneran bisa kuliah disini, tapi apa yang gak mungkin jika allah sudah berkehendak,ucap dalam hati.
Ia berjalan menuju tempat daftar ulang, belum sempat ia menyerahkanh berkasnya,ia sudah melihat Dini dari kejahuan.
O ya tuhan,masa ketemu perempuan galak itu lagi sih.Bukannya daftar ulang malah ceramah dia," ucap dalam hati lalu ia mengambil maskernya terlebih dahulu kemudia ia mendekati meja tersebut.
Nomer berapa? Tanyak Dini tanpa melihat Udin, namun begitu membuka berkas Udin, ia tahu jika itu adalah laki-laki yang kemaren.
212 Bu. Jawab Udin
Masih saja bu ya, umpat Dini dalam hati
__ADS_1
Ok, jangan lupa ospek selama tiga hari berturu-turut mulai dari kamis," ucap Dini pura-pura tidak mengenali Udin.
Baik!!!
"Untuk peralatan kostum dan lain-lain kamu bisa baca di grup whasap, nanti malam paling lama semuanya sudah masuk grup.ujar Dini yang di balas anggukan oleh Udin
Baik terimah kasih," jawab Udin.
Setelah semuanya selesai.Udin buru-buru keparkiran lalu membuka maskernya.
"Huh...itu bener-bener perempuan galak itu, yaudahlah biarin aja,guman Udin sambil memakai helmnya kembali.
Ekhem....dehwm seseorang
Udin menoleh ke belakang, detik kemudian ia kaget melihat Dini sudah di belakang.
"Masih ingat?'Tanyak Dini dengam santainya.
Em...ya ingat, ada apalagi ya, Bu?" tanya Udin, membuat Dini ingin sekali rasanya menjitak kepala Udin.
"Kelahiran berapa sih kamu panggil saya ibu-ibu mulu, saya baru 24 tahun bisa-bisanya kamu dari awal bikin saya emosi.
Kamu adek tingkat loh di sini gak usah macem-macem, saya senior kamu saya lebih tua daripada kamu!" tegas dini.
Lah apakabar saya yang 26 mau jalan 27 tahun.'ucap Udin dalam hati.
"Ya udah kak, kalau gitu saya pamit ya,saya kan mahasiswa baru,Masih banyak yang harus saya persiapkan untuk ospek besok." ucap Udin.
Saya nebeng ke depan." ujar dini membuat Udin menaikan alisnya sebelah.
'Mau nebeng aja harus marah-marah, orang mah minta tolong kek.'ucap Udin dalam hati.
"Ya udah buruan kak, saya ada kerjaan
Lanjut Udin malas berdebat dengan Dini.
"Ya ampun ini orang satu dari kemaren sok sibuk bangett,huhh...ketus Dini.
Lagian kakak kenapa harus mebeng sama saya sihhh.itu kan banyak motor dan Mbak juga punya mobil sendiri, kurang kerjaan banget," kesal Udin membuat Dini melotot.
"He... Suka-suka saya ya mau nebeng sama siapa?Senior di sini siapa ya saya atau kamu?" solot Dini.
Senior apa mahasiswa beban kampus,"umpat Udin dalam hati
"Ya uda buruan,"ujar Udin
Sepanjang jalan hanya ada keheningan diantra keduanya, Udin tidak sengaja melihat Dini dari kaca sepion
"Apa liat-liat?
"Ettt...buset,lagian ini sepion kenapa menghadap nenek sihir ini sih.
'Ah ya tuhan Faisol,semoga kelak begitu kamu gedhe jangan ketemu perempuan seperti ini.'lagi-lagi Udin hanya bisa bertengkar dengan hatinya.
Rasa ia ingin menculik Dini memberi pelajaran pada gadis sombong ini.Namun apalah daya, karir baru saja di rintis,kuliah baru mulai, Udin tidak bisa macam-macam.
__ADS_1
"Mas Udin !" panggil seseorang dari depan, begitu melihat motor Udin menepi karena Dini minta turun.
"Mas Udin." guman Dini sambil memperhatikan perempuan tersebut.