
Deg!
(Itu bener fix mbak mau di nikahin apa baru di omongin maksudnya masih bisa di nego atau gimana gitu mbak) tanya Udin membuat Dini menengadah ke atas menatap langit-langit kamarnya.
(saya gak tau Din, orang tua saya orang paling susah di debat dan gak bisa di bantah) jawab Dini membuat Udin mangut-mangut.
"Eugh..."
"Eh sayang, bobo lagi Nak..." ucap Udin sambil menepuk-nepuk paha faisol pelan.
(faisol bangun?) tanya Dini begitu mendengar suara Faisol.
(Nggak mbak cuma menggeliat aja keganggu mungkin sama suara saya) jawab Udin lalu ia beranjak dari ranjang menuju sofa yang sudah tua itu.
(jadi gimana mbak?mbak udah siap nikah belum?) tanya Udin
(Belum Udin demi apapun saya belum siap, masih banyak pribadi yang harus saya perbaiki sifat egois, gak mau kalah, jutek, ketus semua itu ada pada diri saya dan saya butuh waktu untuk introsopeksi diri) jawab Dini membuat Udin manggut-manggut.
(iya suk mbak, gimana ya saya juga mau bantu mbak pasti mbak gak mau sama saya soalnya saya gak punya uang juga, masih kuliah dan beginilah)ujar Udin
(Saya juga gak minta bantuan kamu Din, udahlah jangan dipikirkan paling saya abis ini bakal lanjut s2 kurang lebih dua tahun untuk intropeksi diri saya)
Jleb!
(oh...iya juga sih mbak good luck lah mbak semoga sehat dan sukses seslalu) lanjut Udin ia sudah dapat menebak tujuan Dini selanjutnya adalah kuliah lagi.
(Iya Udin kamu juga sukses ya biar bisa banggain diri kamu sendiri dan faisol)
(Siap mbak)
(Udin udah dulu ya saya mau lanjut ngerjain skripsi dulu,maaf ya jadi ganggu tiba-tiba nelpon nangis lagi ujar Dini membuat udin terkekeh.
(Ya wajar mbak cewek kan senjata ampuhnya air mata)celetuk Udin membuat Dini langsung melotot.
(Gak juga ya saya jarang nangis ini karena lagi capek aja!) ketus Dini membuat Udin tertawa.
( iya-iya mbak,paham kok) lanjut Udin sambil menahan tawa.
(Gak usah ngeledek kamu Udin, besok kamu ya di kampus!) kesal Dini membuat Udin langsung duduk tegap.
(emang bisa Mbak, bukanya Mbak gak boleh keluar buahhaha)
(Udin!!!) pekik Dini membuat Udin menjauhkan ponsel dari telinganya.
Tut!
"Lah malah di matiin, iya sih kamu memang harus banyak-banyak intropeksi diri dulu sebelum nikah." ujar Udin sambil geleng-geleng.
Udin membersikan dirinya lalu sholat setelah itu ia mengambil lap top yang baru saja di belikan itu atas perintah Edi dan jelas uangnya pun dari Edi.
Udin mengerjakan tugas-tugas yang akan di kumpulkan minggu ini.
"Ini gimana lagi sistemnya kok aku gak paham sih?" gumam Udin mengotak-atik laptopnya.
"Tanya Naumi aja kali ya?" gumam Udin hendak meraih ponselnya.
"Eh jangan deh tar dia kepedean lagi terus ngeledek- ngeledek um...Tapi kalau gak nanya gak paham juga ini" ujar Udin bingung, dengan sekuat hati ia menelpon Naumi
(Hoam...Halo) ucap Naumi dengan suara serak membuat Udin langsut memijit pelipisnya.
(Tidur ya?) tanyanya membuat Naumi yang sedari tadi memejamkan matanya langsung melotot lalu melihat ponselnya.
__ADS_1
(Om?om nelepon aku kirain tadi---
(Kirain apa?) potong Udin membuat Naumi kembali memejamkan matanya.
(Hum....) jawab Naumi dengan nada malas.
(Naumi!!!)
(Astafirrullah!kodok loncat!) Maumi kaget karena ponselnya ia letakan di telinga sedangkan udin mala tertawa.
(Bisa gak jangan teriak-teriak!) kesal Naumi sambil mengusap-usap telinganya.
(Lagian kamu di tanya baik-baik malah tidur)ujar Udin membuat Naumi mendengus kesal.
(Apaan sih ganggu orang saja tau gak!)
(Dasar orang tua gitu aja gak paham,ngapain aja dari SD) dumel Naumi pelan sambil mengotak-ngatik ponselnya mencari file tugasnya.
(Gak usah ngomel-ngomel saya denger ,sini buru) ujar Udin.
(Ya emang sengaja kan biar om denger memastikan udah pikun apa belum) lanjut Naumi membuat Udin melotot ingin rasanya ia menjitak kepala Naumi.
(Sini buruan contohnya)
(Sabar!!!!) teriak Naumi membuat Udin terkekeh
(Udah minta maksa lagi, orang sekarang gini banget) umpat Naumi,Udin diam mendengarkan ocehan Naumi.
(Tuh uda aku kirim.... Kerjain jangan mikirin cewek terus!) cecar Naumi.
(He berisik!) ujar Udin lalu ia memutuskan.
Tut!
"Mengganggu kesanangan orang saja," ujarnya lalu kembali memejamkan matanya.
****
Keesokan harinya,Udin mengatarkan Faisol ke kantor Edi karena ia ada kuliah jam 10 pagi.
"Bapak berangkat kuliah dulu ya sayang,jangan nakal jangan buat ibu Indri repot ya." ucap Udin sambil mengusap wajah lalu memciumnya.
"Bu saya berangkat dulu ya, tolong Faisol di sembunyikan dulu takut nangis." ucap Udin.
"Hati-hati Udin." ucap Indri lalu dengan cepat ia membawa Faisol ke kamar.
"yah..." ucap sambil tanganya seolah-olah menunjuk membuat Indri tersenyum.
"Ayah kamu di luar kerja dulu gak boleh di gangu dulu, ini apa ini dalam paper bag ini..."ucap Indri membuka paper bag yang di berikan Udin.
"O...ada roti sama makanan, ini ayah kamu beliin apa di kasih bunda Dini?" tanya Indri membuat Faisol menjawab.
"Bua...bua...Ti ti." ucap Faisol membuat Indri terkekeh.
"O gitu iya iya ibu paham, uda abang-abang Faisol ini ya, nih makan dulu." lanjut Indri memberikan potongan roti ke tangan Faisol.
"Enak?" tanya Indri yang tidak di hiraukan oleh Faisol membuat Indri gemas.
"Ih... Kok kamu bisa gemas ini sih pengen gigit." ujar Indri tanpa ia sadari Edi tengah memperhatikan dirinya dari ambang pintu.
"Gigitlah pakingan besok gak bisa ketemu lagi," ucap Edi tiba-tiba membuat Indri menoleh.
__ADS_1
"Iya ih Mas gemes banget lihat dech..." ujar Indri sambil menyatukan kedua tanganya untuk tidak mencubit Faisol.
Edi tersenyum lalu duduk di depan Faisol yang sedang asik makan roti.ia mengusap usap kepala Faisol membuat anak kecil itu mendongak.
"Bah....Makan roti ya?Mau bapak beliin baju baru gak?" tanya Edi lagi.
"Mas mau beliin Faisol baju?" tanya Indri membuat Edi menoleh.
"Pengen,ke mall yuk sekalian jalan-jalan,kamu mau shopping gak?" tanya Edi membuat Indri tersenyum lalu mengangguk.
"Mau." jawab Indri membuat Edi terkekeh.
"Ya uda ayok,kita bawa anak kecil ini kasian dia seharian di kurung terus," ucap Edi lalu mengendong Faisol.
"Setelah itu mereka keluar membawa Faisol ke mall sekalian jalan-jalan.
Disiisi lain,Udin baru saja sampai kampus, Saat memarkirkan motornya tidak sengaja ia melihat Naumi sedang duduk di pojok sambil membaca buku.
"Naumi!" panggil membuat Naumi menoleh.
"Apaan?" tanya ketus membuat Udin memutar mata malas.
"Sok cuek banget ini bocah."
"Lagian ngapain?" tanya Udin lagi karena jarak mereka lumayan jauh.
"Belajar nanti jam 12 mau ulangan!" jawabnya membuat Udin kaget.
"Hah?kok kamu gak bilang sih." ujar Udin membuat Naumi medengus kesal.
"Saat ia hendak berdiri tiba-tiba motor dengan cepat parkir di depannya hampir saja kakinya kena ban motor.
Critttty
"Punya mata gak sih kamu?kamu gak liat disini ada orang duduk!" bentak Naumi membuat Udin kembali menoleh.
"Kenapa lagi itu kuntilanak marah-marah." ucap Udin lalu ia turun dari motornya.
"Sorry...sorry saya buru-buru jadi gak liah," ucap laki-laki tersebut masih menggunakan helm sehingga Naumi tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas.
"Sorry...sorry kalau kaki saya kenak lindas kamu mau tanggung jawab atau saya lindes balik kaki kamu pake ban mobil?!" solot Naumi membuat Idin terkekeh mendengar ancaman konyol itu.
"Laki- itu membuka helmnya membuat Naumi kaget sedangkan Udin melotot lalu menutup mulutnya menahan tawa.
"Sorry maaf saya benar-benar gak sengaja." ucap Eky si presiden BEM membuat Naumi langsung panas singin.
"Ayo om." ajak Naumi, ia berjalan begitu saja meninggalkan Eky.
"Sedangakan Eky dan Udin malah saling melempar pandangan.
"Sorry bang itu temen saya suka rada-rada." ucap Udin lalu ia meninggalkan Eky.
"Sedangkan Eky yang melihat itu malah geleng-geleng sambil tertawa.
"Ada-ada aja." ucapnya lalu melihat jam tangannya.
"O ****! Bimbingan skripsi jangan bilang si ibu udah hadir duluan, mati aku." ucap Eky lalu ia berlari menuju ruangan dosen.
"Sedangkan Udin masih mengejar Naumi yang masih belum berhenti juga sedari tadi.
"Aku malu om!!" hesterisnya membuat Udin kaget, detik kemudian ia tertawa melihat wajah Naumi sudah merah padam.
__ADS_1
"Mampus!" ujar Udin.
Jangan lupa kasih like dan comen ya kakak biar auorhor bisa menghasil cuan kayak kalian biar bisa pergiin makkk hajiii hehehehe....