Perjalan Hidup Seorang Kuli

Perjalan Hidup Seorang Kuli
Di Tinggal Berdua


__ADS_3

"Hey eky....Gimana?" tanya Dini melihat Eky yang datang sedangkan Udin langsung melihat Naumi yang buru-buru memasang maskernya.


"Selamat ya akhirya kamu sidang duluan," ucap Eky yang di balas senyuman oleh Dini.


"Emang kamu gimana?" tanya Dini.


"Sidang sekali lagi kata dosenya tau lah dosen pembimbingku kan suka php," jawab Eky membuat Dini mangut- mangut.


"Sabarya itu artinya kamu harus lebih lama lagi.mengabdikan diri di kampus ini," ujar Dini membuat Eky melotot.


"Ya gak gitu Dini..." kesal Eky membuat Dini tertawa.


"Udin langsung tersenyum jahil,ia sengaja menyengol bahu Naumi membuat gadis itu melotot, tapi sebisa mungkin ia tidak bersuara supaya Eky tidak mengenalinya.


"Ini siapa?" tanya Eky menunjuk Udin dan Naumi.


"Em.... Kami mahasiswa baru bang, minta foto tadi sama mbak Dini lalu ngobrol-ngobrol," jawab Udin membuat Dini terkekeh sedangkan Naumi malah menunduk pura-pura melihat sesuatu di bawah.


"Eky yang melihat Naumi malah sedikit menunduk melihat wajah gadis itu, ia merasa pernah melihatnya.


"Mau kemana ky?" tanya Dini.


"Ke hatimu," jawab Eky dengan santainya membuat Dini melotot lalu mencubit tangan Eky.


"A....Iya-iya ampun...Galak banget sih gitu doang." ucap Eky sambil meringis memegangi tangannya


"Akh...."tiba-tiba Naumi memekik saat Udin sengaja menginjak kakinya.


"Apaan sih om!" bentak Naumi tanpa sadar ia membuka maskernya karena kesal dengan Udin.


"Nggak, saya gak se----akh...." Udin meringis saat Naumi menginjak kakinya dengan sekuat tenaga.


"Sakit tau gak," ujar Udin.


" Lah emang aku gak sakit?"solot Naumi membuat Udin diam, percuma saja ia menjawab tidak akan menang sedikitpun


"Kamu yang waktu itu bukan?" ucap Eky tiba- tiba sambil menunjuk Naumi membuat Naumi pura-pura tidak kenal.


"Mohon maaf sepertinya kakak salah orang," ucap Naumi datar membuat Dini bingung maksud Eky.


"Kenapa sama dia?" tanya Dini


"Nggak itu kemaren ada sedikit kejadian dadakan, tapi kayaknya saya salah orang sih." jawab Eky membuat Udin tersenyum jahil.


" Nggak bang, emang ini orangnya." celetuk Udin. Membuat Naumi menoleh.


"Om!" pekik Naumi membuat Udin langsung tutup telinga.


" Denger sendiri kan suaranya?Cempreng abis," lanjut Udin membuat Naumi langsung mencubit tangan Udin sekuat tenaga.


"A. ..Astagfirullah bukan muhrim main pegang- pegang aja kamu," omel Udin uang dihadiahi tatapan tajam oleh Naumi.

__ADS_1


"Iya-iya maaf."cicit Udin.


" Oh jadi kamu yang kemaren, iya....Saya mau minta maaf sih karena kemaren buru-buru," lanjut Eky membuat Naumi menoleh lalu mengangguk sekilas.


"Gak apa-apa kak, aku juga minta maaf," jawab Naumi membuat Udin dan Dini saling melipat pandangan.


"Ekhem....pada maaf-maafan kayak lebaran aja, makan yuk saya yang teraktir," ajak Dini membuat Udin tersenyum.


" Serius nih?" tanya Eky yang di balas anggukan oleh Dini.


"Gas," lanjut Eky.


"Depan aja ya,saya udah laper banget belum makan," usul Dini yang di balas anggukan oleh Udin dan Naumi.


"Eh...Kakak aku gak usah ikut ya," ucao Naumi membuat Dini kaget.


"Eh jangan dong,ayok bentaran aja," ajak Dini lalu meraih tangan Naumi membuat Naumi pasrah.


"Malu ya,"bisik Udin membuat Naumi lagi-lagi melotot.


"Berisik om!" kesal Naumi dengan nada tertahan.


"Selama mereka makan hanya ada keheningan kecuali Eky dan Dini yang ngobrol-ngbrol.sedangkan Udin dan Naumi malah usil-usilan.


"Om kakinya geseran dikit napa, genit banget," ucap Naumi tiba-tiba membuka Udin kaget begitu juga Dini dan Eky.


" Makan gih berantem mulu," ucap Dini membuat keduanya menoleh.


"Kamu orang mana?" tanya Eky tiba-tiba


Uhuk! Uhuk!


"Tiba-tiba saja Naumi batuk dengan pertanyaan itu membuat Udin tersenyum puas.


"Kasihan tisu Din kasian," suruh sini membuat Udin menoleh.


"Biarin aja Mbak itu kualat namanya." jawab Udin membuat Eky mengambil tisu lalu memberikannya pada Naumi.


"Maaf kalau pertanyaan saya buat kaget," lanjut Eky, Udin benar-benar puas melihat Naumi tidak bisa berkutik sedikitpun.


"Eh....Enggak kok kak, akunya gak hati-hati," jawab Naumi sopan membuat Udin menaikan alisnya sebelah.


'Sopan amat," ucap dalam hati


"Em...Maaf saya potong ya, ky saya kan ada urusan ya sedikit sama Udin.


"Boleh gak kami cabut duluan kamu kan masih mau ngobrol nih sama Naumi nanti sekalian aja anterin dia kekampus lagi atau anterin balik juga boleh,"


Deg!


Naumi langsung panas dingin mendengar ucapan Dini tersenyum,pasal ia benar-benar canggung jika bersama Eky.

__ADS_1


'Mampus dah sih mak lampir.' ucap Udin dalam hati,ia benar-benar suka melihat Naumi tidak bisa berkutik terbalaskan sudah kekesalannya.


" Gimana Udin? Sekarang aja ya jangan sampe malam," tanya Dini yang di balas anggukan oleh Udin.


"Bebas Mbak, saya ngikut." jawab Udin


" Gimana ky?"


" Boleh-boleh nanti saya yang anterin Naumi sekalian, masih mau makan juga saya hahaha..." jawab Eky membuay Dini langsung menirukan gaya bicara Èky.


"Apaan sih?"


"Ala...Gak usah drama lah Pak presiden,kami balik ya Naumi nambah lagi aja si Eky banyak duit kok." lanjut Dini membuat Eky melihat Naumi yang terlihat bingung.


"Pamit ya ponakan," ucap Udin membuat Naumi menoleh lalu melotot sedangkan Udin malah menhedipkan matanya membuat Naumi ingin sekali melempar piring ke wajah Udin.


"Sampe gak bisa ngomong ya tuhan." ledek Udin membuat Naumi kembali menginjak kaki Udin dari bawah.


'Si tua bangka laknat! Nanti kamu ya gak aku kasih ampun!'umapat Naumi dalam hati.


"Ekhem..." dehem Eky membuat Naumi kaget.


" Mau nambah lagi?" tanya Eky


"Eh..Ng---- nggak kak, gak usah udah cukup." jawab Naumi membuat Eky mangut-mangut.


"Em...Tapi saya masih lapar gak apa-apa ya saya pesan lagi sekalian kita ngobrol-ngobrol aja, kamu mau apa cemilan, bubur kacang ijo atau apa?" lanjut Eky membuat Naumi bingung.


"Eh...Harus ya kak?" tanyanya membuat Eky mennaikan alisnya lalu tersenyum.


"Harus karena gak mungkin saya makan kamu gak makan apa-apa, yah ada saya merasa gak enak," jawab Eky membuat Naumi mangut-mangut


"Em...."


"Bubur kacang ijo mau?" tawar Eky yang di balas anggukan oleh Naumi.


" jangan canggung gitu sama saya, ini udah bukan ospek lagi udah selesai, santai kita sama-sama mahasiswa gak ada istilah senior-senior lagi." ucap Eky.


" Iya kak." jawab Naumi jujur ia sekarang sudah sangat bingung, rasanya pengen menghilang dari hadapan Eky.


"Bukan apa-apa, Naumi tidak menyangka ia bisa makan berdua bersama orang terpandang di kampusnya.


"Dari awal ospek Naumi memang sudah kesemsem sama Eky hanya saja kejadian beberapa hari yang lalu membuatnya malu hingga sekarang.


"Kamu masuk jalur apa kemaren?" tanya Eky membuat Naumi menoleh.


" Em...jalur apa ya ehh...itu jalur undangan kak," jawabnya membuat Eky mangut-mangut.


"Berarti kamu pintar donh?" tebak Eky membuat Naumi kaget.


"Hah?"

__ADS_1


Jangam lupa kasih masukan ya kak biar saya seperti kalian semua ilove you hehehe


__ADS_2