Perjalan Hidup Seorang Kuli

Perjalan Hidup Seorang Kuli
Ketiduran


__ADS_3

"Ya sudah kalau gitu saya ganti baju."jawab Dini yang di balas anggukan okeh Udin


"Nanti saya balikin bajunya." lanjut Dini.


"Iya mbak gak apa-apa di bawah pulang juga gak apa-apa." ucap Udin yang tidak di hiraukan oleh Dini.


Setelah Dini masuk kedalam kamar mandi Udin melihat Faisol tampak serius memperhatikan Dini hingga menghilang di balik pintu.


Hey sayang....Kenapa lihatinnya gitu banget." ucap Udin pelan namun hal itu membuat Faisol kaget.


"Hua..."


"Eh...Eh sayang maaf, bapak gak sengaja." ucap Udin namun hasilnya nihil.


Dini yang mendengar itu di dalam kamar mandi buru-buru menganti bajunya lalu ia kembali keluar.


"Kenapa itu?" tanya Dini membuat Udin menoleh kalu cengengesan.


"Ngak Mbak dia kaget tadi saya ajak ngomong." jawab Udin.


Dini mendekati Faisol lalu duduk di tepi ranjang ia memindahkan Faisol ke pangkuan.


"Kenapa Faisol? Bapak kamu jahat ya?" ucap Dini sambil mengusap air mata Faisol


"Hum..." sahut Faisol mengakhiri tangisanya membuat Udin melotot.


"Tuh liat anak kamu sendiri bilang kamu jahat loh." ucap Dini membuat Udin menghela nafas panjang.


"itu mah kebetulan aja mbak mana ngerti dai." ucap Udin.


Em...Mbak kesini sama siapa?" tanya Udin ikut duduk di dekat Dini.


"Sama pacar saya."


Deg!


Udin langsung mengangguk lalu melihat ke arah pintu


"Sekarang pacar Mbak di mana?"Kenapa pacar gak di suruh masuk?" tanya Udin lagi.


"Dia di parkirankan kalau aku suruh masuk ya gak muat."jawab Dini membuat Udin semakin bingung.


"Kok gak muat sih Mbak?" tanya Udin.


"Ya karena pacar saya mobil ya gak muat lah masuk sini." jawab Dini membuat Udin kaget.


Detik kemudian ia mangut-mangut ia memperhatikan Dini tampak serius menimang-nimang putranya.


"Gak capek apa Mbak seharian ospek sekarang malah nyempatin kesini?"?" tanya Udin membuat Dini menoleh


"Capek sih ya gak apa-apa lah"jawab Dini santai lalu ia mulai merebakan Faisol karena sudah tertidur


Saat ia merebahkan Faisol ia juga berbaring dan rasanya sangat malas untuk bangkit.

__ADS_1


"Saya mau istirahat bentar boleh gak?" tanya Dini yang di balas anggukan oleh Udin lalu ia bangkit dari duduknya membiarkan Dini tidur bersama Faisol.


Udin juga merebahkan dirinya di sofa karena seharian menjaga Faisol yang manja rasanya sangat melelahkan hingga tanpa sadar mereka masuk ke alam mimpi masing-masing.


Satu jam kemudia Indri dan Edi sampai dirumah sakit.


"Duh....Buruan mas kasihan Udin jaga Faisol sendirian pasti capek banget." ucap Indri sambil berjalan dengan tergopoh-gopoh.


"Gak apa-apa toh Udin juga uda biasa jaga anaknya."jawab Edi membuat Indri menatap tajam suaminya itu.


"Ini semua gara- gara Mas, coba Mas gak ngajak aku pasti aku bisa jagain Faisol."Omel Indri membuat Edi terkekeh.


"Kamu mah gitu,semenjak ada Faisol suaminya sendiri dilupain."ujar Edi membuat Indri berhenti sejenak.


"Gak gitu Mas, udah ah ayok." ucap Indri lalu menarik tangan suaminya itu ke dalam ruangan faisol.


Cek...lek!!!!!


Begitu mereka masuk alangkah kagetnya mereka melihat faisol sedang tidur dengan seorang perempuan sedangkan udin juga tertidur di sofa


"Itu siapa Mas?" tanya indri membuat Edi menoleh.


"Ya mana saya tau Indri kan kita baru datang."jawab Edi.


"Bangunin gak ya?" gumam Indri.


"Gak usah nanti Faisol kebangun biarin aja sebangungnya mereka, kita makan dulu aja untung tadi beli makan," jawab Edi yang di balas anggukan oleh Indri lalu ia menggelar tikar kecil.


"Kok aku melihat soswet ya Mas."ucap indri membuat Edi terkekeh lalu mengangguk.


"Apa itu pacarnya Udin kah?" cantik banget lagi." ucap Indri membuat Edi geleng-geleng


"Dasar cewek, nanti deh kita interogasi mereka berdua makan dulu aja." ucap Edi yang di balas anggukan oleh Indri.


Tidak lama kemudia Dini bangun karena mendengar ada suara, begitu ia membuka matanya yang pertama kali ia lihat adalah Faisol yang tengah memegang tangannya.


"Cepat sembuh anak ganteng." gumam Dini lalu ia mencium pipi Faisol, tanpa ia sadari dirinya tengah di tonton oleh Indri dan Edi.


Perlahan Dini turun dari ranjang lalu ia membenarkan bajunya.begitu ia menoleh alangkah kagetnya ia melihat Indri dan Edi.


"Wh Pak,Bu maafin saya ketiduran."jawab Dini yang di bals anggukan oleh Indri.


"Gak apa-apa,kamu yang nidurin Faisol ya?" tanya Indri yang si balas anggukan oleh Dini.


"Iya Bu." jawabnya sambil menunjuk sedikit.


"Kamu pacarnya Udin?"


"Hah?" Dini kaget bukan main mendengar pertanyaan itu hingga Udin terbangun.


"Bu,Pak udah datang." ucap Udin lalu ia duduk.


Em...Bu kenalin in---

__ADS_1


"Ibu barunya Faisol ya?" tebak Indri membuat Udin dan Dini saling menoleh.


Emm....Ngak Bu,i...ibu kakak tingkat saya si kampus."ucap Udin yang dibalas anggukan Dini


"Ya sudah kalau begitu saya pamit pulang ya Pak,Bu ucap Dini membuat Indri kaget.


"Eh jangan masa kamu pulang karena ada ibu,jangan gitu dong lagian di luar hujan lebat." ujar Indri membuat Dini bingung.


"Gak apa-apa santai aja Udin juga sudah kami anggap anak sendiri." lanjut Edi membuat Dini mangut-mangut.


"Sini kalian makan dulu, kami uda udah makan duluan karena kalian tidur." suruh Edi membuat udin Dini lagi-lagi saling melempar pandangan.


"Udah jangan pandang-pandangan terus ntar makin cinta."goda Indri membuat Dini langsung mengalikan pandanganya


"Sana makan jangan malu-malu," suruh Edi mau gak mau Dini dan Udin mengangguk.


"Ayo mbak," ajak Udin lalu mereka duduk di karpet.


Dini mencuci tangannya karena tidak ada sendok begitu juga dengan Udin.


"Makanya satu kertas nasi aja biar gak berceceran, gak tau tadi ada jadinya beli nasi padang tiga orang." ucap Indri.


"Kamu aja dech yang makan." ucap Dini membuat Udin menoleh.


"Jangan deh mbak aja,kan mbak udah capek seharian." tolak Udin


"Udah makan berdua aja kalian pasti sama-sama lapar apalagi hujan-hujan gini, abisin itu semua saya kue, gorengan yang ibu beli." suruh Indri.


Karena memang sangat lapar mau gak mau Dini makan bersama dengan Udin,sesekali Udin melirik Dini begitu juga dengan Dini.


Mau gorengannya gak mbak?" tanya Udin memecahkan kebeningan.


"Boleh." jawab Dini, Udin memindahkan beberapa gorengan ke atas nasi.


Sepanjang makan Udin melihat Dini memisahkan kuning telur dengan putihnya.


"Mbak gak suka kuningnya?" tanya Udin membuat Dini mendongak lalu menggeleng.


Melihat itu Udin memberikan putih telurnya pada Dini dan mengambil kuning telur di depan Dini tersebut.


"Mbak semester berapa sekarang?" tanya Udin membuat Dini kembali mendongak.


"Semester 7" jawab Dini membuat Udin mangut-mangut.


"Udah mau selesai ya mbak?"


"Doain aja insyaallah satu semester lagi selesai." jawab Dini membuat Udin mangut-mangut.


"Abis ini saya pulangnya." ucap Dini yang di balas anggukan oleh Udin.


"Mbak yakin pulang sendiri, malam-malam begini?" tanya Udin.


Anterin atuh Udin."celetuk Edi membuat keduanya menoleh.

__ADS_1


"Cara gimana Pak, kan mbaknya bawa mobil sendiri." jawab Udin.


__ADS_2