
Kedua orang tua Maysaroh lagi -lagi pulang dengan rasa kecewa.
Saat perjalanan pulang,tidak sengaja Wiwin melihat Maysaroh sedang bersama laki-laki di dalam sebuah cafe
"Mas....Mas berhenti dulu!"
"Kenapa?"
"itu Maysaroh." tunjuk Wiwin membuat yayan menoleh kesamping.
Detik kemudian rahangnya mengeras melihat Maysaroh lagi-lagi keluar rumah tanpa izin.Tanpa membuang waktu,ia langsung memakirkan mobilnya.
Mereka berdua turun, menghampiri Maysarohb yang sedang tertawa cekikikan bersama teman- temanya
"Maysarohhhh!!!!
Maysaroh dan teman-temannya langsung menoleh ke arah sumber suara,mata Maysaroh langsung membola melihat kedua orang tuanya
"Guys....sebentar ya,aku mau ketemu orang tuaku dulu."ucap Maysaroh yang di balas anggukan oleh teman- temanx
"Ayah,ibu ayo keluar jangan disini,"ucap Maysaroh,lalu ia keluar terlebih dahulu,membuat orang tuanya benar-benar tidak mengerti jalan pikiran anak tunggal mereka itu.
Sampai di parkiran,Maysaroh langsung berbalik melihat kedua orang tuanya.
Ayah sama ibu ngapain sih kesini?" tanya Maysaroh dengan santainya, membuat Wiwin langsung mengepalkan tanganya.
"Kamu nanya kami ngapain kesini?"tanyak Yayan, membuat Maysaroh langsung betolak pinggang.
"Iya Yah, kan kalau mau marah nanti bisa di rumah aja, nanti juga aku balik kok."
"Plakkk!!!!
Tiba- tiba Wiwin menampar wajah mulus Maysaroh, membuat Yayan kaget lalu menahan Wiwin yang terlihat sudah sangat esmosi
"Kami ini orang tuamu Maysaroh bukan babumu!" bentak Wiwin
"Ibu menampar aku?" tanyak Maysaroh tidak percaya, karena ini kali pertamanya ia di tampar oleh Wiwin.
"Iya,Ibu nampar kamu, kenapa? Kamu kira ibu takut sama kamu, mentang- mentang kamu anak satu- satunya, gak ada Maysaroh!Kamu sudah kelewatan.
Disaat suami kamu berjuang mati- matian mencari nafkah sambil membawa menjaga anakmu, inilah yang kamu lakukan.
Dimana hati nurani kamu?Tidak kah kamu membayakan, betapa susahnya Udin membawa- bawa Faisol bekerja.
Faisol itu masih bayi yang harusnya butuh kasih sayang seorang ibu, dia gak ngerti apa- apa.Berdosa kamu Maysaroh walupun kamu seorang ibu." tegas Wiwin membuat Maysaroh diam sejenak.
"Ibu udalah, gak bakal ada habisnya kalau ibu masih saja bawa-bawa Mas Udin," ujar Maysaroh
"Pulang." suruh Yayan membuat Maysaroh kaget.
"Nanti dulu Yah, aku kan lagi nyari- nyari kerja juga." ucap Maysatoh mencari alasan.Namun Yayan malah menarik paksanya ke dalam mobil.
Mau tidak mau Maysaroh pulang bersama kedua orang tuanya.
__ADS_1
Di dalam mobil,Maysaroh langsung mengabari teman-temannya untuk pulang terlebih dahulu dan bertemu kembali nanti.
'Akh....Ribet banget ini orang tua, udah kayak anak kecil aja di suruh pulang,Pantes teman-temanku bebas banget, toh mereka sudah yatim piatu gak ada yang perlu di takutin.
Lah aku malah begini.'ucap Maysaroh dalam hati selama perjalanan pulang ia terus menggerutu
Namun , Maysaroh tidak menyerah begitu saja,Setelah sampai di rumah,Ia menunggu orang tuanya lengah, lalu kemudia ia kembali keluar dari pintu belakang menuju cafe tadi.
***
Disisi lain Robi di tawarin bekerja di kantor Edi,sebagai karyawan biasa yang lebih ke bidang bangunan.
Din lama banget sih,aku nungguin dari tadi." ucap Robi begitu Udin keluar dari ruangan Edi membuat Udin memicingkan matanya.
"I ama sorry busy."jawab Udin membuat Robi mengangga
Artinya apaan?"
"Maaf saya sangat sibuk." jawab Udin membuat Robi langsung tepuk tangan.
"Buruan ihh, jama banget ini jadi laki-laki."ujar Robi membuat Udin memutar mata malas.
"Sabar,aku di dalam bantu kamu juga biar di permudahkan sama pak Edi."jawab Udin
mbuat Robi cengengesan.
Faisol mana?" tanya Robi
"Sama bu Indri di bawa pulang tadi ke rumahnya,ya udalah."jawab Udin membuat Robi mangut-mangut.
Walaupun kita tidak kuliah, kita pasti bisa asal mau belajar," ucap Udin yang di balas anggukan oleh Robi.
"Siap Pak Bos."
"Good job."lanjut Udin membuat Robi menghela nafas panjang.
"Din, aku tau kamu bisa bahasa inggris.Tapi jangan pratek buat aku ya."ucap Robi membuat Udin terkekeh.
"Ya udah ayok, aku lagi membiasakan diri biar gak lupa dan makin banyak kosakatanya."jawab Udin membuat Robi kagum.
"Langsung kuliah aja gak sih Din,kamu itu punya potensi luar biasa usul Robi membuat Udin menoleh.
"Sabar...semua buruh proses, baru juga aku kerja tunggu dulu.Aku juga udah niat mau kuliah."jawab Udin.
Sampai di meja karyawan, Udin langsung mengarakan Robi apa aja yang harus di kerjakan, Udin mengajari dengan sabar.
"Kurang lebih begitu,tapi aku juga masih belajar.Kalau gak paham bilang aja nanti aku belajar lagi sama pak Edi." ujar Udin di balas anggukan oleh Robi
"Siap-siap makasih banyak ya,udah membantu."jawab Robi.
"Sip."
"Udin ."panggil Edi membuat Udin dan Robi menoleh.
__ADS_1
Iya Pak."jawab Udin lalu berjalan mendekati Edi.
"Siang ini ada rapat dengan klien,kamu ikut ya temenin saya."ucap Edi membuat Udin kaget.Pasalnya ini kalin pertama ia ikut rapat
Baik pak."
"Ok,kita berangkat jam 2 di cafe mawar gak jauh kok,bentaran doang paling rapatnya."lanjut Edi yang di balas anggukan oleh Udin.
Setelah itu mereka kembali ke pekerjaan masing-masing.Robi begitu serius dengan pekerjaannya.sesekali ia bertanya pada teman sebelahnya.
Pukul 2 siang Udin dan Edi sudah sampai di cafe tempat mereka akan melangsungkan rapat dengan klien.
Pak saya ke toilet sebentar ya,"ucap Udin yang di balas anggukan oleh Edi.
Udin berjalan menuju toilet,tidak sengaja matanya menangkap sosok wanita tidak asing baginya.
Maysaroh.gumam Udin melihat Maysaroh sedang mengombrol.
Saat Maysaroh menoleh ke samping,tidak sengaja ia melihat Udin sedang melihatnya.Udin yang melihat itu buru-buru mengalihkan pandangannya,lalu berjalan ke toilet.
Itu tadi bukannya mas Udin,kok rapi banget sih gak kayak biasanya kotor,Kok dia malah pakaian kantor begitu,ucap Maysaroh dalam hati.
Karena terlalu penasaran Maysaroh langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Aku ke toilet sebentar ya." ucap Maysaroh.
Maysaroh berjalan ke toilet begitu ia sampai bertepatan dengan Udin keluar dari toilet.
Untuk sesaat mereka terdiam sejenak,Udin pura-pura tidak melihat ia langsung berjalan.
Mas,"panggil Maysaroh membuat Udin berhenti lalu berbalik.
"Kamu ngapain pakaian begini?" tanyak Maysaroh dengan nada merendahkan,membuat Udin menaikan alisnya sebelah.
"Memangnya kenapa?"tanyak Udin datar membuat Maysaroh bingung.
"Kamu kenapa sih Mas, aneh banget dech kamu itu cuma kuli bangunan."ledek Maysaroh membuat Udin mangut-mangut.
"Ya begitulah,happy fun aja sih."ujar Udin lalu ia meninggalkan Maysaroh saja.
"Sial!!! Sok ngartis banget ini orang." ujar Maysaroh lalu ia masuk ke dalam toilet
Tidak berapa lama kenudian Maysaroh keluar, lalu ia kembali menuju meja mereka.
Begitu dekat,ia langsung mematung melihat Udin duduk di antara orang-orang ber jas.
"Mas Udin kerja apa sih?
Ngapain dia ngobrol sama orang-orang berjas begitu?'ucap dalam hati lalu ia kembali kemejanya.
Selama mengobrol dengan teman-temanya,Maysaroh sering kali melirik ke arah Udin yang melihat serius menulis serta mendengarkan.
Jujur ia akui Udin sangatlah tampan berpakaian seperti itu,namun Maysaroh langsung menepis pikirannya itu.
__ADS_1
Faisol kemana?Apa dia menjual Faisol biar bisa kerja begini?gumam Maysaroh dalam hati sambil memicingkan matanya melihat udin.