
Maysaroh terus kasak-kusuk karena Udin tidak kunjung sekalipun meliriknya.
"Kenapa sih May?Dari tadi grasak grusuk mulu."tanya temennya membuat Maysaroh kaget lalu menggeleng.
"Eh nggak,gak apa-apa kok."jawab Maysaroh.
"Lagi bisulan apa cacingan?"timpal ana,membuat Maysaroh melotot.
"Sembarang aja itu mulut! Ayo lanjutin."ujar Maysaroh mengalikan pembicaraan disisi lain,setelah selesai rapa Edi memperkenalkan Udin pada teman-temannya
Ini siapa,Edd? Tanyak salah satu clien yang merupakan temen dekat Edi.
"Ini sekretaris baru saya,yang kemaren uda nikah dan dia ikut suaminya."jawab Edi membuat Udin langsung mengulurkan tangannya.
"Udin pak."ucap Udin dengan ramah,lalu menyalami satu persatu bos-bos besar tersebut.
"Ya sudah,kalau begitu kami pamit terlebih dahulu ya masih ada kerjaan yang belum selesai." pamit Edi yang di balas anggukan oleh clien-cliennya
Setelahnya,mereka berdua berjalan beriringan ke parkiran.
"Terimakasih kasih banyak ya pak,udah mempercayai ini perdana bagi saya." ucap Udin membuat Edi menoleh,lalu menepuk pundak Udin.
"Semangat terus pokoknya pantang menyerah.jadi laki-laki itu harus bisa membuktikan pada dirinya sendiri kalau ia bisa sukses."nasehat Edi yang di balas anggukan oleh Udin.
"Siap Pak laksanakan."jawab Udin.
"Good!Kamu gak mau kuliah lagi gak,seperti yang saya tawarkan?" tanya Edi membuat Udin cengengesan
Mau Pak, tapi kayaknya harus mikir panjang dulu ini.Takut Faisol jadi beban buat orang bapak."jawab Udin membuat Edi terkekeh.
Jarang-jarang loh anak karyawan di asuh sama majikan." ucap Edi sambil ketawa, membuat Udin mengaruk tengkuknya sekilas lalu mengangguk
"Iya sih pak, karyawan kurang ajar namanya mana gak di gaji." timpal Udin membuat Edi melotot.
"Kamu dong." jawabnya lalu mereka tertawa.
"Mas!"
Panggilan tersebut membuat Udin mengurunkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil,lalu mencari sumber suara.
'Apalagi ini?perasaan saya tidak ngomong apa-apa sama dia,tapi ekspresi dia seolah-olah saya itu punyak salah besar gitu.
Aneh banget ngelihat Maysaroh, dulu dia melihat saya aja ogah tapi sekarang kok manggil-mangil gak jelas gini,"ucap udin dalam hati.
Ia melihat Maysaroh menghampirinya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Apa lagi?" tanyak Udin datar.sedang Edi yang sudah masuk terlebih dahulu memilih diam tidak ikut campur.
__ADS_1
Faisol mana?tanyak Maysaroh dengan tatapan selidik.
"Ada lagi anteng, kenapa emangnya?Kamu lan gak mau ngasuh dia,"ujar Udin membuat Maysaroh mengatur nafasnya berkali-kali lalu ia melipat kedua tanganya
"Gak usah bohong mas,ini gak logis banget kamu jadi laki-laki berjas tiba-tiba, pasti ada sesuatu mas.
"Aku gak seburuk kamu may, sesuka hati meninggalkan anak, lalu marah-marah gini.
Faisol gak di perjual belikan itu asetku.Gak usah aneh-aneh,sana nongkrong lagi sama teman-temanmu."lanjut Udin lalu memasukan kedua tanganya ke dalam saku celananya.
"Mas aku serius?!' Maysaroh yang mendengar itu lalu melotot membuat Udin tersenyum miring
"Apa ada ekspresi bercanda diwajahku?" tanya Udin sambil menunjuk wajahnya sendiri.
"Ya uda kalau gitu kalau Faisol memang gak di jual, di mana dia sekarang?" tanya Maysaroh.
Buat apa sich ketemu Faisol? Mau gasih duwit?gak usah,saya juga bisa ngasih duwit sama anak saya sendiri."jawab Udin membuat Maysaroh mengepalkan tangannya.
Mayyy!"
Maysaroh menoleh melihat teman-temannya melambaikan tangan ke arahnya,menyuruh untuk mendekat
Sebentar dulu!" jawab Maysaroh.
Udah sana, gak ada yang perlu di bahas.palingam nanti surat cerai kita bakal datang menyusul.lanjut Udin lalu ia masuk ke dalam mobil.
"Maksud apa mas? Memang aku setuju kalau cerai?" tanya Maysaroh membuat Udin melihat sekilas ke dalam mobil.
"Setujuh gak setuju,saya bakal gugat kamu,saya gak mau tercemar nama baik,cuma gara-gara kelakuan kamu.perjalan saya masih panjang."ucap Udin membuat Maysaroh melotot.
Tapi aku gak setuju cerai." tentang Maysaroh membuat Udin menggedikkan bahunya.
"Aku gak peduli,uda ya mau lanjut kerja dulu,bye."lanjut Udin lalu ia masuk ke dalam mobil.
Udah?" tanyak Edi begitu melihat Udin masuk.
Siapa itu?"tanya Edi penasaran.
Istri saya pak, yang ninggalin rumah yang saya ceritakan.
Sekarang ia dengan santainya bilang gak mau cerai." jawab Udin membuat Edi terkekeh.
"Iyalah,kan dia uda lihat kamu keren begini gak maulah dia cerai.itu tandan istrimu mata duwitan,maunya saat kamu banyak duit aja" ujar Edi panjang lebar membuat Udin mengangguk.
"Gak bakalan saya mau pak balikan lagi.harga diri saya sudah hancur sama dia." jawab Udin membuat Edi mangut -mangut
"Bagus,ya uda sekarang kamu fokus dan sungguh aja,kulia kalau mau biar makin mantap."saran Edi yang di balas anggukan oleh Udin.
__ADS_1
Iya pak,niat saya juga begitu, saya pengen membuktikan pada Maysaroh saya gak serendah yang dia bayangin,"lanjut Udin.
"Gini dong, baru pahlawan yang gak bucin masih bisa membedakan harga diri sama cinta." ujar Edi salut yang di balas anggukan oleh Udin.
***
Di kantor Robi sehari tadi kesusahan, karena tugasnya yang sedikit berbeda dengan yang tadi pagi.
"Ini si Udin kemana sih? Belum balik-balik juga ini, aku kan gak paham,"gerutu Robi sambil berusaha memahami kertas di depannya itu.
Tidak lama kemudian,ia melihat Udin dan Edi masuk ke dalam kantor.
Din!" panggil Robi membuat Udin menoleh.
"Pak,saya ke sana dulu ya." pamit Udin yang di balas anggukan oleh Edi.
"Why?"tanya Udin begitu ia sudah dekat
"Ini bantuin dulu,aku gak tau gimana caranya,"Ucap Robi membuat udin meletakan berkas di tangannya, lalu melihat kertas tersebut.
Setelah paham baru ia mulai mengajari Robi.
"Udah?"
"Iya, makasih banyak ."jawab Robi yang di balasan anggukan oleh Udin.
"Aku mau ke atas dulu ya, mau lihat Faisol juga,"jawab udin yang di balas anggukan oleh Robi
Udin naik ke atas,sebenarnya bukan hal yang mudah buat Udin bekerja langsung jadi sekertaris Edi.
Banyak cacian dan omongan-omongan miring tentangnya di kantor, yang selalu jadi bahan perbincangan beberapa karyawan.
Udin tidak peduli,ia menulikan telinganya dan fokus pada pekerjaanya.
'Namanya hidup pastih ada cobaan hadapi aja.' ucap Udin dalam hati begitu ia mendengar percakapan beberapa karyawan.
Sampai di ruangam Edi, Udin meminta izin untuk bertemu putranya yang berada di ruangan pribadi Edi.
Pelan -pelan ia membuka pintu tersebut,lalu masuk ke dalam.Ia melihat Faisol sedang tertidur pulas di kelilingi mainan yang banyak.
Bibirnya tersenyum,lalu ia memcium putranya sambil mengusap usap kepala Faisol
"Cepet tumbu ya Nak,biar bisa ngobor kita." ucap Udin membuat Faisol menggeliat karena terusik.
"Eughhh..."
Shuttt...tidur lagi nak,maaf ya bapak ganggu ya." ucap Udin lalu kembali memcium pipi Faisol
__ADS_1
Bapak kerja lagi ya, jangan rewel ya nak, baik-baik sama Bu Indri."lanjut Udin sambil mengusap-usap kepala putranya.
Perkembangan Faisol jauh lebih bagus sekarang, karena Indri mengasuh dan merawatnya dengan penuh kasih sayang.