
"Em.... Mbak gak malu kah datang ke rumah saya yang kondisinya begini?" tanya Udin membuat Dini mengerutkan keningnya.
"Malu? Malu kenapa?"
"Ya nanti semilnya takutnya mbak jadi bahan omongan atau apa itu." ucap Udin.
" Sudahlah berhenti memikirkan orang lain, pikirkan dirimu sendiri dan anakmu itu udah lebih dari cukup." jawab Dini membuat Udin mangut-mangut.
"Mas....!"
Deg!
"Siapa itu?" tanya Dini membuat Udin langsung memijit pelipisnya.
"Mbak itu mantan istri saya, bantu saya ya," pinta Udin.
"Bantu apalagi?"
" Pura-pura jadi pacar Mbak, hanya sekedar pura-pura Mbak biar mantan istri saya gak berulah," lanjut Udin.
Dini menghela nafas panjang lalu melihat Faisol di gendongannya.
"Apa dia datang untuk Faisol?" tanya Dini yang di balas anggukan oleh Udin.
"Salah satunya Faisol selebihnya pasti ingin membuat keributan." terang Udin membuat Dini mangut-mangut.
"Ok kalau begitu kami tunggu disini." ujar Dini lalu ia keluar sambil mengendong Faisol.
"Mas---
"Siapa kamu?" tanya Maysaroh begitu melihat Dini di ambang pintu menggendong anaknya.
"Kembalikan itu anak saya." ujar Maysaroh membuat Dini mengerutkan bibirnya sedikit.
"Um....O jadi kamu ibu yang ninggalin anaknya sendiri?" tanya Dini pura-pura tidak tau.
"Bukan urusanmu, kembalikan anakku!
"o gak bisa dong,saya kan calon ibunya," jawab Dini dengan santai membuat Maysaroh kaget.
Deg!
"Mimpi kamu gak mungkin mas Udin mau sama peremouan gatal seperti kamu! Tuduh Maysaroh membuat Maysaroh tertawa.
"Kebalik Bu, anda yang kegatalan makanya di ceraikan Udin, sadar diri coba." ujar Dini membuat Maysaroh mengepalkan tangannya.
"Ayo masuk dulu kan mau bertemu Faisol kan, di dalam aja ya takutnya kalau di luar Faisol kedinginan." ajak Dini dengan manisnya
Maysaroh memicingkan matanya melihat gerak gerik Dini, kemudia ia menyusul masuk ke dalam.
"Sayang....!" panggil sini membuat Maysaroh kaget, tidak hanya Maysaroh Udin juga langsung mematung.
Iya kenapa Dini?" tanya Udin yang baru saja datang dari belakang
__ADS_1
"Ini ada tamu,katanya mau bertemu Faisol." ujar Dini membuat Udin mangut-mangut.
"Iya udah gak apa-apa kasih aja Dini, aku bikin minum dulu ya." lanjut Udin yang di balas anggukan oleh Dini.
"Apa mereka sedang menunjukan keromantisan mereka di depanku? Lagi aktingkah mereka?" gumam Maysaroh dalam hati.
"Nih mau gendong gak?" tanya Dini , tanpa kata Maysaroh mengambil alih Faisol dari gendongan Dini.
Untuk sesaat ia mengamati putranya itu yang jauh lebih gembul sekarang di bandingkan yang dulu.
Tanpa kata Maysaroh membuka kancing bajunya berniat menyusui Faisol.Namun apa yang dia dapat bayinya itu tidak mau menyusu padanya membuat Maysaroh kaget.
Nak... Ini bunda sayang," ucap Maysaroh berusaha menyusui Faisol, tapi tetap saja Faisol menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.
"Faisol.... Kenapa Nak?"
"Dia gak kenal Ibunya lagi, coba kasih ini pasti dia mau." ucap Udin tiba-tiba sambil menyodorkan dot susu ke depan Maysaroh.
Ragu-ragu Maysaroh mengambil dot itu lalu ia mulai mendekatkannya ke mulut Faisol, tidak butuh waktu lama Faisol langsung menyedot dotnya membuat Maysaroh kaget.
"See?Lihat sendiri kan? Saya gak ngada-ngada maysaroh,kamu yang buat dia begitu." ujar udin membuat Maysaroh diam sambil menatap tajam Udin berganti dengan Dini.
"Ini minum dulu." ucap Dini meletakan gelas di depan Maysaroh membuat Maysaroh menatap tajam Dini.
"Gak usah takut gak ada racunnya, rugi saya ngeracun orang kayak kamu." banta Dini seolah-olah tau dengan tatapan Maysaroh.
"Gak perlu!saya bisa beli minuman sendiri, minum aja saya gak percaya sama orang kaya kamu! Tegas Maysaroh membuat Dini mengangguk.
"Ok." ucapnya lalu ia mengambil gelas tersebut meminum teh buatanya sendiri.
"Bisa gak sih gak usah sok-sokan, mending pergi deh kamu itu bukan mukrimnya Mas Udin." ujar Maysaroh membuat Dini tersenyum lalu mengangguk.
"Betul, tapi kamu juga ingat proses perceraian kalian sedang berlangsung." lanjut Dini tidak mau kalah.
May....!" panggil temanya dari luar membuat Maysaroh menoleh ke arah pintu.
"Apaan?" tanya Maysaroh.
"Orang tuamu nyariin,ayo pulang sebelum kamu habis di omelin." ucap temannya tersebut membuat Maysaroh lagi-lagi menghembuskan nafas panjang.
"Sini Faisol, nanti kamu keganggu lagi." ucap Udin mengambil alih Faisol dari gendongan Maysaroh.
"Mas kamu sudah melayangkan gugatan cerai?" tanya Maysaroh memastikan yang di balas anggukan oleh Udin.
"Sudah tinggal tunggu aja." jawab Udin.
"Kenapa kamu melayangkan itu tanpa sepengetahuanku! Bentak Maysaroh membuat Udin diam sejenak.
Terus bagaimana?Apa aku harus nyari-nyari kamu dulu ke tempat tongkronganmu demi meminta perserujuan darimu?" tanya Udin santai.
"Ya tapi kan setidaknya kamu gak main hakim sendiri."
"Gak ada yang main hakim sendiri may, kamu yang main hakim sendiri tiba-tiba pergi ninggalin aku dan Faisol.
__ADS_1
Kamu pikir aku apa may?aku manusia juga aku punya hati, aku sakit hati dengan tindakanmu dan sekarang mari kita selesaikan semuanya." tegas Udin, Dini hanya diam menyimak obrolan suami istri tersebut.
"Dan kamu perempuan gatal, ini semua gara-gara kamu!" lanjut Maysaroh membuat Dini tersenyum miring
"Terserah deh."
" Maysaroh ayo! Teriak
Teman-temannya membuat Maysaroh kembali melihat Dini dengan tatapan tajam, Dini dengan mudanya menunjuk ke arah pintu seolah-olah mengisyaratkan pintu keluar kesana.
Maysaroh mendecih lalu pergi begitu saja membuat Udin menarik nafas dalam-dalam lalu ia kembali duduk
"Are you ok?" tanya Dini yang di balas anggukan oleh Udin.
Ok mbak, terima kasih sudah membanru saya." ucap Udin yang di balas anggukan oleh Dini
"Seru juga ya berantem beneran." gumam Dini membuat Udin menoleh
"Gak gitu Mbak."
"Haha.... Iya saya tau, iya sudah kalau begitu saya pamit ya takut kemalaman." ucap Dini yang di balas anggukan oleh Udin.
"Ma...."Tiba-tiba Faisol merentakan kedua tangannya meminta di gendong oleh Dini membuat Dini yang sudah berdiri langsung tersenyum.
"Kamu mau ikut Hem?" tanya Dini lalu mengambil alih Faisol.
"Besok lagi ya, besok bunda ke sini lagi.
Degg!!!
'Kenapa Dini suka sekali mengatakan bunda pada Faisol ya.ucap Udin dalam hati.
"Udah ya sayang, besok lagi ya." lanjut Dini lalu ia menimang-nimang Faisol sejenak supaya anak itu tidak menangis begitu ia tinggalkan.
"Udah Mbak gak apa-apa,sini saya gendong." ucap Udin.
"Santai kayaknya ini mau tidur minta gendong jawab Dini sambil menimang-nimang Faisol
"Besok ada jadwal kuliah?" tanya Dini membuat umUdin menoleh.
"Ada Mbak ketemu dosen pembimbing akademik doang sihh saya lihat infonya di ģrub tadi." jawab Udin membuat dini mangut-mangut.
"Ok semangat aja lah baru semester satu, tapi kalau kamu serius kuliah di kampus kita bisa lulus 3 tahun." ujar Dini yang di balas anggukan oleh Udin.
Mbak begitu lulus langsung bekerja apa gimana Mbak?" tanya Udin sedikit penasaran.
" Lanjut S2 kayaknya." jawab Dini membuat Udin mematung
"S2?"
"Hum."
"Dimana Mbak? Tanya Udin semakin penasaran.
__ADS_1
"Pengen di luar negeri sih, tapi lihat kondisi lah." jawab Dini membuat Udin mangut-mangut.
Dini terlalu ambisi untuknya yang masih pemula.