Perjalan Hidup Seorang Kuli

Perjalan Hidup Seorang Kuli
Butuh cuan


__ADS_3

" Kenapa kamu gak bilang sih om?" gerutu Naumi membuat Udin menaikkan alisnya sebelah.


"Hubungannya sama saya apaan? Orang kamu tiba-tiba ngegas tadi buat saya kaget." jawab Udin membuat Naumi menghentak-hentakan kakinya karena malau.


"Udah ih....Gitu baget padahal si Eky gak kenapa-kenapa, kamu udah kayak orang gila." ujar Udin lagi.


" Malu tau om."


"Malu kenapa?Gak bakalan kenal lagi sama kamu,banyak orang di kampus ini cantik-cantik lagi." lanjut Udin membuat Naumi melotot.


"Jadi masud om akù gak cantik!" tanya Naumi dengan sorotan mata tajam membuat Udin menggedikan bahunya.


" jangan tanya saya lagi mana saya tau." jawab Udin dengan santai membuat Naumi menganga.


" Masa om gak bisa nilai aku padahal om laki-laki apa jangam-jangan om gay---


Pletak!


" Tiba-tiba Udin menyentil dahinya membuat Naumi meringis.


" Kalau ngomong hati-hati ntar ada yang denger jadi fitnah," ujar Udin membuat Naumi cemberut.


"Biarin."


"Udah ayo ih katanya mau ulangan mala kayak cacing kepanasan." lanjut Idin membuat Naumi menghela nafas panjang.


"Huh...Bisa yuk Naumi kalau ngeliat cowok itu lagi ntar pake masker aja kali ya." ucapnya lalu berjalan terlebih dahulu membuat Udin menaikan alisnya sebelah.


"Sok cantik banget ini bocah," ledeknya lalu mengikuti Naumi dari belakang belum berapa langka tiba-tiba ada yang menarik tasnya membuat Udin kembali mundur.


"Eh...siapa sih tarik- tarik." ucap Udin lalu berbalik,detik kemudian ia sedikit kaget melihat Dini sedang menatapnya tajam sambil melipat kedua tangannya.


"Eh mbak ngampus juga?" tanya Udin basa-basi tapi tidak berpengaruh oleh Dini.


"Tadi malam kamu ngomong apa?" tanya Dini membuat Udin menggaruk tengkuknya sekilas.


"Em...apa ya mbak lupa lagi saya kebanyakan ngurus Faisol jawabnya mengalikan pembicaraan menatapnya tajam.


"Eh mbak punten ini ya maaf saya ada ulangan sebentar lagi, permisi." lanjut Udin lalu ia buru- buru meninggalkan Dini sebelum gadis itu marah-marah.


"Dasar pengecut! Giliran di samperin malah banyak alasan." gumam Dini lalu ia bergegas ke kantor BEM.


"Baru saja ia sampai di ambang pintu semua mata sudah tertuju padanya membuat Dini binggunh.

__ADS_1


"Apa lihat-lihat?" tanyaknya sambil duduk.


"Kemana aja Dini ini udah h-1 kamu slow respon banget padahal kita semua butuh kamu." ucap bagus membuat Dini menghela nafas panjang.


"Maaf ya bukannya gimana-gimana,beberapa hari ini saya memang lagi ada masalah internal keluarga jadi sangat jarang membuka ponsel.


"Tapi tenan aja semuanya sudah saya kerjakan kalian tinggal ganti di belakang layar nanti." terang Dini membuat semuanya mengangguk.


"Ok kalau gitu." ucap bagus.


Tidak lama kemudian Eky masuk kedalam kantor,begitu ia melihat Dini ia langsung menatap tajam sekretarisnya itu.


"Kemana aja Dini? Kamu tau gak sih ini kantor BEM bisa roboh kamu gak kesini." ucap Eky membuat Dini memutar mata malas.


"Gak usah lebay! Saya ada problem keluaraga jadi memang lagi di fase sulit makanya saya jarang jawab chat karena ada butuh waktu untuk menenangkan diri saya.


Saya harap kamu mengerti situasi saya di tambah sekarang langka saya yang terbatas dan membuat kesan kurang bagus sama teman-teman.


Tapi mau gimana lagi saya gak bisa juga banyak orang tua saya." terang Dini membuat Eky mangut-mangut.


"Ya uda gak apa-apa semoga cepat selesai masalahnya.sekarang kita fokus aja sama acara besok banget ini." lanjut Eky mulai membuat rapat.


Ting!


Tiba-tiba ponsel Dini berbunyi,ia langsung meraih ponselnya lalu membuka pesan dari Bu Indri.


"Aduh Faisol...kenapa kamu bikin bunda jatuh cinta terus sih sama tingkah kamu Nak.' ucap Dini dalam hati sambil senyum-senyum melihat foto tersebut.


"Ekhem....Dini saya tau kamu lagi kasmaran ya sekarang kita lagi rapat, nanti bisa bebas kok setelah ini," ucap Eky membuat Dini tersadar lalu ia meletakan ponselnya.


Disisilain,Maysaroh sedang jalan-jalan bersama teman- temanya seperti biasa nongrong sana-sini dengan alasan mencari kerja.


"Eh May gimana proses percerain kamu sama Idin?Aman kan?" tanya Riki membuat Maysaroh menoleh lalu menghela nafas panjang.


" Gak tau kayaknya sih lancar cuma nanti saat sidang niatnya aku mau ngambil alih hak asuh Faisol.


Tapi mas Udin benar-benar kekeh tidak mau melepaskan Faisol, bahkan untuk nginap bersama saya pun mas Udin tidak mengizinkan." terang Maysaroh membuat Riki mangut-mangut.


"Jadinya mau gimana?"


" Gak tau aku juga udah buntu, mana mas Udin gak kasih maaf sedikitpun buatku, dia sudah punya pacar jadinya begitu."


Byurrr!

__ADS_1


Riki menyemburkan minuman ke meja mendengarkan ucapan Maysaroh barusan.


"Demi apa Idin sudah ada pacar baru?" tanya Riki memastikan membuat Maysaroh menarik nafas dalam-dalam lalu mengatur nafasnya.


"Iya aku juga awalnya gak percaya sedikitpun eh makin kesini malah makin gimana ya bingung intinya saya menyesal telah meninggalkan mereka berdua.


"Makanya nati di persidangan aku pengen merebut Faisol dari Udin,aku yakin Faisol yang membuat rezeki Udin jadi bagus dan melimpah." ujar Maysaroh membuat Riki mangut-mangut sambil membersihkan meja dengan tisu di deoannya.


Drt....Drt....Drt...


"Eh matiin musiknya donk orang tuaku nelpon takutnya tar di omelin abis-abisan." ucap Maysaroh.


(Hallo ayah)


(Kamu di mana Maysaroh?Jangan bilang kamu pergi diam diam tanpa pamit pada kedua orang tua kamu?) tegas ayah membuat Maysaroh binggun.


(Gak kok yah,tadi aku izin sama ibu cuma ibu gak denger kayaknya jawab Maysaroh.


(Gak usah bohong kamu Maysaroh,ayah tau sekarang kamu pastih lagi sama teman-teman pengangguran itu.


Sudahlah...kamu harus sadar dengan ditinggal oleh Udin. Kamu harus bisa kebih baik bukanya malah menjadi-jadi begini.


"Ayah udah tua May gak selamanya ayah bisa mantau kamu terus, mau sampai kapan?Nunggu ayah mati kah?


Jleb!!!!


Maysaroh langsung mematung mendengar suara ayah yang begitu meminta padanya untuk lebih baik lagi.


(Sekarang pulang Nak, persiapkan diri untuk menghadapi panggilan sidang nanti) ujar ayah membuat Maysaroh lagi-lagi hanya bisa menghapus sudut matanya yg mulai berair.


(Iya yah nanti aku pulang) ucap Maysaroh.setelah selesai telpon dengan ayah. Maysaroh langsung meletakan ponselnya lalu memijit pelipisnya.


"Kenapa lagi?" tanya Riki membuat Maysaroh menggeleng.


"Sama aja...masalah keluarga sama karir lah yang gak ada habisnya." jawab Maysaroh.


Saat ia tenggah menikmati pemandangan tidak sengaja ia melihat pasangan suami istri yang sedang menggedong anak kecil.


"itu Faisol gak sih." ucap Maysaroh lalu ia berdiri mematistikan putranya yang sudah memakai baju baru.


"Siapa May?" tanya Riki bingung melihat Maysaroh yang berdiri tiba-tiba.


"Itu kayaknya anakku deh," ucap Maysaroh sambil menunjuk ke Edi yang sedang menggendong Faisol.

__ADS_1


"Iya itu Faisol,kamu mau nyamperin?


De!!!


__ADS_2