
"Udin kamu ngapain?"
Deg!
"Udin yang mendengar kaget tapi sebisa mungkin ia berusaha untuk santai lalu perlahan menoleh.
"Eh Mbak udah bangun pulas banget," ujar Udin membuat Dini tersenyum malu lalu keluar dari kamar.
"Eh maaf ya tiba-tiba aja ngatuk," jawab Dini kemudian duduk di sofa.
"Iya semua orang juga tau sih Mbak suara saya merdu, makanya kan kalau nimang Faisol langsung pingsan itu anak denger suara saya.
"Nggak gitu ya!Tadi saya ngatuk banget dan emang capek," banta Dini membuat Udin terkekeh lalu ia merapikan file-file di hadapannya.
"Kamu lagi ngapain? Dari tadi saya tanyain loh," ulang Dini membuat udin menaikan alisnya sebelah.
"Em....lagi latihan komputer Mbak sekalian belajar, kali aja saya bisa di sini gak di lapangan mulu jadi kuli," jawab Udin membuat Dini mangut-mangut.
" langsung pake berkas latihan?" tanya Dini lagi membuat Udin gelagapan
"Em...Berkas? Oh iya ini berkas buat ngetik aja saya bingung mau ngetik apaan," lanjut Udin membuat Dini mangut-mangut.
"Kamu pulang kapan?" lanjut Dini.
"Pengennya sih dari tadi cuma karena Mbak sama si gembul tidur mau gak mau nunggu, jawab Udin membuat Dini melotot.
"Hah?"
"Kamu dari tadi nunggu saya?" tanya Dini memperjelas yang di balas anggukan oleh Udin.
"Hu um,"
"Ya ampun...harusnya kamu bangunin aja, saya memang kalau uda tidur susah untuk bangun." jawab Dini merasa tidak enak.
"Santai Mbak, saya juga sekalian ngerjain tugas kuliah kok gak beneran nunggu banget." jawab Udin membuat Dini mangut-mangut
"Eh yang acara itu besok ya, saya mau ke kampus ah ada alasan maksudnya," ucap Dini tiba-tiba membuat Udin mangut-mangut.
"Iya mbak katanya dua hari acaranya," jawab Udin.
"Mau pulanģ sekarang?" tanya Dini yang di balas anggukan oleh Udin.
"Boleh,Mbak mau ikut?" lanjut Udin membuat Udin mengalikan pandagannya sejenak berpikir lalu ia kembali menoleh.
"Emang boleh?"
"Boleh lah rumah saya mah terbuka buat orang-orang yang ngunjungi faisol." jawab udin dengan percaya diri membuat Dini geleng-gelang
"Dih....Pede amat berarti...um Maysaroh juga bebas dong keluar masuk rumah kamu." ujar Dini sambil menaikkan kedua alisnya membuat udin tersadar lalu menggeleng.
"Kecuali dia," sanggah Udin dengan cepat membuat Dini tertawa.
"Hahah takut," ledek Dini
"Yah..."samar-samar mereka mendengar suara Faisol dari kamar.
"Kayaknya Faisol bangun,"ucap Dini lalu ia buru-buru ke kamar melihat anak kecil itu.
"Eh...Anak bunda udah bangun...Gimana mimpi indah kah?" tanya Dini membuat Faisol merentakan kedua tangannya.
Ululu...Manjanya minta di gendong mulu," ledek Dini lalu meraih tangan Faisol mengankat anak kecil itu ke gendongan.
"Kita pulang ya?Biar Faisol mandi iya?" ucap Dini lalu membawa Faisol keluar.
"Yah..." panggil Faisol begitu melihat Udin membuat Udin langsung menoleh.
"Apa Yah?Udah tidurnya Nak?" ucap Udin lalu ia bangkit dari duduknya.
"Assalamualaikum."
"Walaikumsalam, eh Bu Indri udah selesai Bu?"tanya Udin yang di balas anggukan oleh Indri lalu ia duduk di sofa.
"Eh kenapa ini muka kamu cemburu gitu?Kusut amat," ucap Indri sambil tmenarik-narik pelan tangan Faisol.
"Baru bangun Bu," jawab Dini membuat Indri mangut-mangut sambil memperhatikan muka bantal Faisol.
"Oh udah tidur...Ini Ibu ada mobil-mobilan buat kamu tadi liat di pinggir jalan banyak yang jualan," ucap Indri,lalu mengeluarkan mobil-mobilan sedang dari dalam kantong plastik membuat Faisol diam melihat mainan itu.
"Oh iya sama...tadi juga di kampus kuntilanak ngasih kamu hadiah Fai," Ucap udin lalu membuka kado dari Naumi
"Kuntilanak?" Ucap Dini dan Indri bersamaan membuat Udin menoleh lalu tersadar.
"Eh iya...Maksud si Naumi," jawab udin meluruskan membuat Dini mangut-mangut.
"Serem amat namanya kuntilanak," ujar Dini.
"Lebih serem saya di panggil Om di kelas, kan ngeselin," timpal udin membuat Dini terkekeh.
"Eh buset...Ini ngapa malah boneka buaya sih, beruang kek atau apa kenapa harus buaya gitu maksudnya apa coba, emang ini bocah ngajak ribut mulu," ucap Udin membuat Dini dan Indri saling melempar pandangan.
"Udah sih namanya juga hadiah orang," ujar Dini sambil mengusap boneka buaya tersebut.
"Ya gak gini dong,ini sama aja dia ngeledek saya secara tidak langsung," bantah Udin membuat Udin menoleh
"Yabgak gitu juga,"sanggah Udin
"Lah terus masalahnya dimana mungkin Naumi suka boneka buaya," ujar Dini membuat udin memanyunkan bibirnya sejenak.
"Apaan sih kamu tuh yang kebaperan," ujar Dini membuat Udin menggedikan bahunya.
"Gak tuh'emang si kuntilanak itu aja yang suka mancing-mancing," balas Udin.
"Indri yang melihat keduanya tidak ada habisnya langsung berdiri.
"Ibu ke kamar dulu ya mau sholat," Ucap Indri membuat Dini dan Udin mendongak.
"Em Bu...Kami sekalian pamit aja ya, udah sore juga," ujar Udin yang di balas anggukan oleh Insri karena ia pun sudah sangat lelah.
"Sekarang?"
"Iya Bu sekarang kita emang lagi nunggu Ibu atau Bapak datang," lanjut udin yang di balas anggukan oleh Indri.
"Iya udah hati-hati ya,besok bawa Faisol kesini lagi," ucap Indri yang di balas anggukan oleh Udin.
"Mau saya yang dengong apa Mbak aja?" tanya Udin yang sedang memegang tas Faisol.
"Saya aja kan kamu bawa motor," jawab Dini membuat Indri tersenyum.
"Udah cocok banget tau gak sih," gumam Indri membuat keduanya kembali menoleh.
"Apanya Bu?" tanya Udin bingung sedangkan Dini yang paham maksud Indri hanya geleng-geleng.
__ADS_1
"Cocok melanjutkan rumah tangga lah, tapi ya buat sekarang mungkin lagi pada gengsi-gensian gak apa-apa santai aja," ujar Indri lalu ia mengambil tasnya kemudian berlalu ke kamar.
"Melihat Indri pergi Dini dan udin saling melempar pandangan lalu terkekeh.
"Ada-ada aja," gumam Dini lalu mereka berjalan beriringan menuju parkiran
"Dari kejauhan Robi melihat Udin dan Dini langsung berdiri sejenak sambil bersedekap dada lalu mangut-mangut.
"Sumpah si Udin rezekinya benar-benar mulus banget, ini cewek sering banget bareng dia mana cantik lagi jahu beda sama Maysaroh,mana sayang lagi sama Faisol duh....cewek langka," ucapnya dalam hati sambil memperhatikan keduanya.
"Udin menyalakan motornya diikuti dengan Dini naik di belakang.
"Udah." jawabnya Udin sambil mengarakan spion ke arah Dini membuat Dini menoleh lalu mengangguk.
"Udah." jawabnya lalu Udin mulai melanjutkan motornya.
"Kalo jadi itu mereka berdua bernazar lah aku bersedekah sama anak yatim,' ucap Robi dalam hati sambil melihat motor Udin yang sudah menjauh.
"Sekitar 10 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah Udin.
"Eh kok malah tidur lagi?" ucap Dini begitu ia turun dari motor membuat Udin menoleh melihat Faisol sudah tidur.
"Gak bisa di ajak jalan-jalan kamu ya,Fay," ujar Udin lalu ia turun dari motor
"Di bangunin aja Mbak udah sore belum mandi juga, nanti malam bergadang pula saya dibuatnya," lanjut Udin yang di balas anggukan oleh Dini lalu ia mulai mengganggu Faisol.
"Eugh...."
"Bangun sayang udah sore Nak, gak boleh tidur mulu," ucap Dini sambil mencium Faisol.
"Masuk Mbak,"
"Iya,"
"Mas..."
"Oh ****!Apa lagi sih ini orang?" gumam Udin pahala ia belum melihat Maysaroh.
"Layanin tuh istri kamu," ucap Dini dengan nada meledek lalu ia masuk terlebih dahulu ke dalam.
"Apa lagi May? Udah selesai kan kita udah cerai kan?" tanya Udin membuat Maysaroh menghela nafas panjang.
"Iya betul,sekarang saya minta bagian saya atas rumah ini?"
Deg!
"Maksudnya?" tanya Udin membuat Maysaroh melipat kedua tangannya.
"Gak usah pura-pura bodoh Mas,rumah ini ada hakku juga," ujar maysaroh, ia memang sengaja menyudutkan Udin membuat Udin diam sejenak lalu memasukan kedua tangannya ke dalam kantong.
"Coba ualangi?"
"Aku minta bagianku!"
"Saya belum jual dan gak ada niatan jual juga,disini harusnya ada hak anak, kita udah pisah," jawab Udin yang di balas gelengan Maysaroh.
"Gak bisa gitu dong Mas hak istri juga ada," bantah Maysaroh membuat udin memijit pelipisnya.
"Ini kamu sengaja kan nyari-nyari masalah biar kita berurusan lagi?" tebak Udin.
"Gak aku hanya minta bagianku," lanjut Maysaroh.
"Cukup May!Aku gak pernah mengusirmu,kamu sendiri yang pergi lagian juga ini rumah peninggalan almarhum orang tua saya dan gak akan saya jual! Tegas Udin.
"Gak ada tapi-tapian saya sudah muak sama kamu, mending sekarang kamu pergi toh udah bebas juga kan?" lanjut Udin membuat Maysaroh memicingkan matanya.
"Kamu cemburu?"
"No....!Terlalu bodoh saya cemburu sama perempuan kayak kamu," banta Udin.
"Udah ya saya capek ngeladenin kamu terus," ujar Udin lalu ia berbalik hendak masuk.
"Apa yang kamu lakuin sama perempuan itu di dalam?
"Deg!
"Udin kembali menoleh, ia paham isi otak Maysaroh yang penuh dengan rencana busuk.
"Kamu bisa lihat sendiri rumah sekecil ini saya tidak pernah menutup kalo ada orang, semua orang juga bisa lihat kami lagi ngapain di dalam.
"Gak usah cari-cari kesalahan May cukup!Saya sudah muak berurusan sama kamu," lanjut Udin membuat Maysaroh terdiam setelah itu membuang pandangannya.
"Silakan kamu pasang CCTV kalau kurang jelas,saya bukan orang murahan yang dengan mudahnya melakukan apa yang ada di otakmu!" tegas Udin
"Dan kamu!" panggil Udin pada teman Maysaroh.
"Bawa perempuan ini,ini temen kamu kan atau pacar kamu terserah lah,silakan bawa," lanjut Udin lalu ia masuk ke dalam rumah tidak lupa ia melebarkan pintu dan membuka jendela.
"Uhm...Seger ya," gumam Dini membuat Udin mencari sumber suara.
"Oh lagi mandi anak ayah," ucap Udin membuat Dini mendongak.
"Lah udah selesai sama tuan putri," ujar Dini membuat Udin mengerutkan keningnya.
"Tuan putri dari wc," jawabnya membuat Dini tertawa.
"Haha...Dih parah Fai ibu kamu di bilang tuan putri dari wc ish...Ish parah banget," ledek Dini lalu ia membalut Faisol dalam handuk.
"Ambilin baju Din minta tolong," ucap Dini yang di balas anggukan oleh Udin lalu ia mengambil baju Faisol
"Aduh ganteng banget masyaallah..." puji Dini membuat Udin langsung merapikan rambutnya.
"Ngapain?" tanya Dini bingung.
"Ganteng kan?" tanya Udin membuat Dini menganga.
"Dih...Obat ayah kamu abis apa ya Fai,aneh banget dari tadi," Ujar Dini mulai mengusapkan bedak ke Faisol lalu merapikan rambut anak kecil itu.
"Ngaku aja Mbak saya emang ganteng kan?" lanjut Udin lalu ia membuka jaketnya kemudian menggantungkannya.
"Serah..."
"Oo wow....baju kotornya Faisol banyak nih," ucap udin mengeluarkan baju kotor Faisol dari tas.
"Beli mesin cuci aja Din,biar kamu lebih cepat kerjanya sama rice cooker mempermudah kamu sih," usul Dini membuat Udin mangut-mangut.
"Iya sih Mbak ntar deh saya coba usahain," lanjut Udin yang di balas anggukan oleh Dini.
"Yah...udah mau magrib lagi, Bunda harus pulang sayang muach..."ujar Dini sambil menciumi Faisol yang sudah anteng karena sudah mandi.
"Mbak mau pulang sekarang?Naik apa?" tanya Udin.
__ADS_1
"Pesan online aja biar gak repot, besok ada acara di kampus ini si Eky sudah chat-chat mulu." jawab Dini yang di balas anggukan oleh Udin.
"Tidak lama kemudian ojek online yang di pesan Dini sampai di depan rumah Udin.
"Yah....Bye-bye sayang," ucap Dini lalu ia memberikan Faisol pada Udin.Udin mengantarkan Dini ke depan.
"Baik dulu ya."
"Iya Mbak makasih banyak udah mampir, hati-hati." ucap Udin yang di balas anggukan oleh Dini.
"Ma....panggil Faisol begitu melihat Dini naik ke atas motor.
"Hua....Ma--ma..." tiba-tiba Faisol menangis membuat Dini tidak kuat melihatnya.
"Eh sayang....besok lagi ya Nak, ucap Udin berusaha menenangkan Faisol.
"Jalan aja Pak," ucap Dini, ia benar-benar tidak tega kalau melihat Faisol menangis.
"Hua....Ma---ma..."
"Dini memejamkan matanya sejenak lalu motor sudah melaju, sedangkan Udin dengan sigap mencari mainan untuk mengalikan Faisol.
"Eh...Ini ada bum-bum Nak lihat...Ada boneka juga," ucap Udin memberikan banyak mainan ke depan Faisol membuat Faisol seketika diam lalu mulai mengambil boneka tersebut.
"Ah elah...Malah ngambil yang buaya sekongkol kamu ya sama kuntilanak itu," ucap Udin yang tidak di hiraukan oleh Faisol.
"Udin mendudukan Faisol di ranjang lalu ia menutup pintu dan jendela kemudian ia mengambil paper bag yang di berikan oleh Dini.
"Aduh banyaknya makanan,lihat Nak kamu mau?" ucap Udin lalu memberikan roti ke tangan Faisol.
"Keesokan harinya,setelah mengatarkan Faisol ke kantor Edi,Udin langsung meluncur ke kampus.
"Baru saja ia sampai di parkiran ia heran melihat Naumi bolak-balik tanpa melihat ke arahnya.Buru-buru ia mendekati Naumi lalu menarik tas Naumi dari belakang.
"Hey...."
"Aduduh...."gumam Naumi lalu ia mundur ke belakang,ia mendongak lalu detik kemudian ia menyikut perut Udin.
"Akh..."ringis Udin sambil memegangi perutnya.
"Main tarik-tarik aja gak lihat apa orang lagi sibuk!" omel Naumi membuat Udin kembali berdiri tegak.
"Sibuk apaan sih?"
"Itu kan mau ada acara ya sibuk lah,"
"Ya sibuk apa kuntilanak? Saya juga tau kalau mau ada acara," solot Udin membuat Naumi langsung menepis tangan Udin yang masih di tasnya.
"Itu mau ngaterin kue, bantuin napa om," ucap Naumi membuat Udin mengernyitkan dahinya.
"Kue?Untuk?"
"Ya untuk dimakan lah, udah ih banyak tanya deh,ayo bantuin dulu keburu acaranya mulai, itu kuenya banyak banget," ajak Naumi lalu menarik paksa Udin membuat Udin kaget.
"Bantu apa sih?"tanya Udin bingun, tanpa banyak kata Naumi langsung memberikan satu box gede ke tangan Udin membuat Udin kaget.
"Bawa ke ruangan BEM," suruh Naumi.
"Dih...Emangnya saya pembatu kamu," bantah Udin membuat Naumi memutar mata malas.
"Bukan masalah pembatu atau tidaknya om,udah ah nanti aku ceritain sana anterin dulu,"suruh Naumi sambil mendorong Udin pelan.
"Iya nanti!" teriak Naumi membuat Udin terkekeh lalu ia berjalan ke ruangan BEM.
"Emosi deh," ucap Naumi sambil mengatur nafas berkali-kali lalu ia kembali mengakat satu box.
"Begitu Udin sampai di ruang BEM,ia bingung harus menaruh kue tersebut dimana.
"Em...permisi kak ini kuenya taro dimana ya?"tanyak Udin membuat Ovi menoleh
Dini...."
"Hum."
"Ini kuenya di taro dimana?" tanya ovi membuat Dini memunculkan dirinya ke depan, detik kemudian pandangannya bertemu dengan Udin.
"Loh Udin...."
"Mbak..."jawab Udin
"Em....Ini kuenya di taro di mana Mbak?" tanya Udin.
"Disini,"sahut naumi membuat Udin menoleh.
"Eh kunti bener-bener kamu ya ngerjain saya, bilang kek dari tadi," ujar Udin lalu ia mendekati Naumi.
"Dini yang melihat itu langsung keluar melihat dua orang tersebut.
"Ini apa sih kamu kerja?" tanya Udin membuat Naumi menoleh lalu mengangguk.
"Iya kerja," jawab Naumi santai membuat Udin bingung lalu ia berjalan hendak ke kelas
"Eh...Eh mau kemana?" tanya Naumi menahan tangan Udin membuat Udin bingung.
"Mau ke kelas,"
"Jangan dulu om, itu masih banyak kuenya bantuin aku dulu," ujar Naumi membuat Udin menganga.
"Lah ini mah namanya kerja rodi," jawab Udin yang tidak di hiraukan oleh Naumi, ia menarik tangan Udin.
"Eh Naumi..."Sapa Eky membuat Naumi tersenyum.
"Kak," jawabnya.
"Kuenya udah semuanya?" tanya Eky membuat Naumi cengengesan.
"Udah kak tinggal angkat ke ruang BEM aja,tuh..." tunjuk Naumi membuat Eky mangut-mangut.
"Bawanya pake apa kesini?" tanya Eky
"Em...Itu tadi pake angkot kak di bantu Ibu," jawab Naumi yang di balas anggukan oleh Eky.
"Ya udah ayo saya bantu," lanjut Eky lalu mengangkat satu box yang diikuti oleh Naumi dan Udin
"Ini si Naumi ada bisnis apaan sih kok saya bingung," ucap Udin dalam hati sambil memperhatikan Naumi dan Eky yang mulai ngobrol-ngobrol.
"Dasar kuntilanak tadi sebelum ketemu Eky dia melas-melas minta dibantuin sekarang begitu ketemu Eky dia mala asik berdua," umpat Udin dalam hati,ia sengaja sedikit melambat jalannya membiarkan Eky dan Naumi di depan.
"Om kok di belakang sih?" tanya Naumi membuat Udin memicingkan matanya.
"Sorry ya guys
__ADS_1
Baru up lagi soal masih belajar riview biar bisa lolos kontrak katanya sih heheh
Jangan lupa kasih masukanx ya kakkk