
Sore hari, Udin sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya.Ia merasa aneh dengan Faisol yang sedari tadi diam tidak seperti biasanya.
Sampai di rumah Udin merebahkan Faisol di ranjang lalu memperhatikan anaknya tersebut
"Ma----ma..."
Udin menghela nafas panjang mendengar itu, ia tau pasti Faisol merindukan Dini karena tidak biasanya Dini meninggalkannya dalam keaadan bangun.
Biasanya Dini pergi setelah Faisol tertidur pergi setelah Faisol tertidur pulas sehingga Faisol tidak melihat kepergian Dini
Ragu -ragu udin mengambil ponselnya, ia melihat panggilan dan pesan Dini beberapa hari yang lalu belum sempet ia balas.
Disisi lain Dini sedang mengerjakan revisian skripsinya di kamar. Semenjak orang tuannya pulang dari luar kota ia benar-benar merasa tertekan karena selalu di tuntut untuk segera wisuda
Drt....Drt....Drt
"Apa lagi nih si Eky?" gumamnya.
Dini melirik ponselnya dengan malas'detik kemudian ia memperjelas pengelihatannya melihat yang menghubungkan adalah Udin.
"Ekhm..."
Dini mendehem sejenak lalu meraih ponselnya.
(Hallo)
(Hallo Mbak)
(Iya Udin,kenapa?) tanya Dini pura-pura dingin
(Em...Tadi mbak ketemu Faisol ya?) tanya Udin pura- pura tidak tahu membuat Dini menaikan alisnya sebelah.
(Iya tadi saya ke kantor Pak Edi trus ketemu Faisol, kenapa?) tanya Dini
(Em... Ini mbak gak ini semenjak ketemu saya Faisol jadi pendiam membuat saya bingung, begitu saya ajak ngobrol jawabnya Ma....ma gitu Mbak.) terang Udin membuat Dini memejamkan matanya sejenak.
Ya tuhan.'
(Em... Sekarang kalian dimana? Udah selesai ngulinya?) tanya Dini lagi.
(Sekarang di rumah sih mbak, udah selesai ini baru sampek rumah)
(YA uda saya kesana aja kali ya)
(Eh... Jangan Mbak biar kami aja yang nemuin Mbak) ujar Udin.
(Jangan dong kasian anak kamu kena angin terus( banta Dini.
(Em...Tapi saya juga gaj enak sana Mbak kalau sampai ke rumah saya cuma demi Faisol)
(Ya sudah kita ketemu di titik tengah aja kamu kenal Pak Edi kan?)
(Iya kenal mbak)
__ADS_1
( iya,kita ketemu di rumah makan depannya saja kalian makan, nanti kalau buat Faisol saya bawain, makanan) tanjut Dini membuat Udin tersenyum lalu melihat anaknya.
(Em...Mbak makanan yang tadi mbak kasih aja masih banyak sama yang kemaren-kemaren mbak bawain belum abis) terang Udin membuat Dini terkekeh.
(Gak apa-apa biarin aja,biar Faisol punya banyak makanan) jawabnya.
(Ok deh mbak kalau gitu, kami kesana sekarang?) tanya Udin membuat Dini sedikit kaget.
'Aku kan belum ngapain -ngapain? Ah tapi ya uda demi Faisol juga ngapain harus dandan segala." ucap Dini dalam hati.
(Ya uda ok,saya juga berangkat sekarang) lanjut Dini lalu ia memutuskan sambungan.
Tanpa membuang waktu ia langsung mengganti baju tidurnya dengan baju santai lalu mengambil bedak tabur supaya ia tidak kelihatan begitu pucat.
"Gila..Gila ini pertama kalinya aku keluar tanpa persiapan gini."gumam Dini lalu ia mengoleskan sedikit lisptik sedikit ke bibirnya.
"Dah lah takut malah nunggu mereka." gumam Dini lalu ia turun ke bawah, ia mecari paper bag.
"Nyari apa non?" tanya Mbok membuat Dini nenoleh.
"Mbok masih ada buah yang udah di potong-potOng gak?" tanya Dini.
"Ada tu di meja Non." jawab Mbok
"Masukin ke dalam wadah dong mbok." pinta Dini yang di balas anggukan oleh si mbok
"Non Dini sekarang kalau keluar selalu bawa makanan terus ya, kenapa non perasaan dulu gak gini," ujar si mbok membuat Dini terkekeh.
"Gak apa-apa Mbok, nantinya aku cerita ya lagi buru-buru." lanjut Dini lalu ia mengambil kue-kue di meja makan.
"Mau kemana lagi kamu Dini?" baru juga pulang tadi." tanya mamanya membuat Dini berhenti lalu berpikir bagaimana caranya supaya mamanya tidak marah-marah.
"Dini mau ketemu teman sebentar," jawab Dini.
"Skripsi kamu gimana?"
"Uda Ma, udah di revisi tadi tinggal ngasih aja biar bisa lanjut lagi." jawab Dini.
"Ya sudah jangan keluyuran kamu, jangan malam -malam juga." lanjut mamanya membuat mamanya tidak berapi apai pada dirinya
Disisi lain, Udin sudah sampai terlebih dahulu ia langsung duduk di meja sudut lalu melonggarkan kain gendongannya.
"Eh apa bapak ini...kenapa diam terus nak ,tunggu bunda ya sebentar lagi datang." ucap Udin lalu mencium pipi Faisol.
"Om" panggil seseorang membuat Udin kaget lalu ia menoleh.
"Naumi."gumamnya melihat Naumi sedang berjalan menuju ke arahnya
"Om ngapain disini?" tanya Naumi membuat Udin mengerutkan keningnya.
"Memangnya saya gak boleh kesini?" jawab Udin sedikit sensitif membuat Naumi memutar mata malas.
""Gak gitu maksudnya om kuli,maksudnya saya itu ini kan uda sore banget ya, om datang bawah anak begini mau makan apa gimana?Pasti gak ada yang masakin ya." ledek Naumi membuat umUdin langsung menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Sok tau banget sih kamu, saya kesini mau nyuci baju udah sana pergi.itu temen-temen kamu kasian ngeliat kamu sok kenal sama saya." ujar Udin membuat Naumi melotot.
"Sensitif amat om lagi pms ya, sabar ya emang suka begitu."jawab Naumi lalu menarik kursi lalu duduk di depan Udin.
"Heh....Anak om kuli kamu mau aja sih di bawa-bawa kesana-kemari capek tau." ucap bayar sambil memainkan tangan Faisol
"Terserah saya tànte kuntilanak." jawab Udin mewakili faisol membuat Naumi melotot.
"Kamu jangan mewarisi sifat ayah kamu yang songon ini ya, kamu mah uda ganteng baik budi, udah cukup ya jangan tambah sifat ngeselinnya." ujar Naumi,Faisol mendongak memperhatikan Naumi tanpa ekspresi apapun kecuali bingung.
"Nih lihat anak saya aja bingung lihat kamu sok kenal soalnya," ucap Udin.
"Gak apa-apa ya,yang penting melihat aku itu artinya aku cantik." jawab Naumi dengan pedenya membuat Udin terkekeh.
"Dasar! Kepedean mulu,sana hey kasian itu temen-temen kamu pada ngelihatin kesini." ucap Udin membuat Naumi menoleh ke belakang.
Biarin lah udah kelar juga kok tadi ngobrol." ucap Naumi.
Dari kejahuan Udin melihat dini sudah sampai, bibirnya tersenyum melihat perempuan itu.
Berbeda dengan Dini yang begitu melihat ke arah Udin ,ia sedikit kaget tapi sebisa mungkin ia tetap datar.
'Dia bareng sama gadis itu ternyata.' gumam Dini lalu ia mendekati meja Udin.
"Mbak." sapa Udin yang di balas senyuman oleh Dini membuat Naumi bingung lalu menoleh ke belakang.
"Kalian uda lama?" tanya Dini yang di balas gelengan oleh Udin.
"Baru,baru banget nyampek mbak. Yang lama di sini kayaknya ini nih kuntilanak ini." ucap Udin membuat Naumi melotot lalu memukul tangan Udin pelan.
" Sembarang aja kalau ngomong sok tau." kesal Naumi membuat Udin tekekeh.
"Kalian gak bareng emangnya?" tanya Dini sedikit bingung.
"Ya gak lah Mbak, ini mah ketemu disini alamat bini orang mejanya di sana datangnya malah kesini.'ledek Udin.
"Berisik! Omel Naumi.
"Ma....Ma....Ma" ucap Faisol membuat Dini terkekeh.
"Ma....ma ma bisanya bilang itu doang ya, coba bilang bunda bisa gak?" tanya Dini sambil tersenyum membuat Faisol langsung merangsek ingin berdiri di pangkuan Udin.
"Waduh...waduh semangat banget ini." gumamnya Naumi melihat Faisol hendak melangkah.
"Sini lah bisa jalan gak?" tanya Dini sambil mengulurkan kedua tangannya membuat Faisol tertawa
Udin yang melihat ikut tertawa melihat tingkah anaknya.
"Bunda punya roti mau gak?" ucap dini lagi sambil mengeluarkan roti dari paper bagnya.
"Akh...." Faisol histeris membuat Udin dan Naumi terkekeh
"Ini anak Mbak?" tanya Naumi tiba-tiba karena ia bingung Dini menyebut panggilan bunda.
__ADS_1
Jangan lupa like dan comen ya kakak!!!