Perjalan Hidup Seorang Kuli

Perjalan Hidup Seorang Kuli
Panggilan mesrah


__ADS_3

Manggilnya mesrah segala pake, Mas? Ucap Dini dalam hati lalu ia melihat Udin yang sedikit tidak suka melihat Maysaroh.


Ada apa lagi sih"may?" tanya Udin ketus membuat Dini melongo.


Buset...cuek amat, ucap Dini dalam hati.


"Ini siapa?" tanyanya sedikit menahan esmosi.Membuat Dini dan Udin saling melempar pandangan.


"Bukan siap-siapa." jawab Udin yang di balas anggukan oleh Dini.


"Bohong! Kalau bukan siapa-siapa kenapa kalian deket ini! Bentar Maysaroh tiba-tiba membuat Udin kaget.


Mbak sabar dulu....


"Saya ngak nanya kamu!'bentak Maysaroh membuat Dini langsung memanyunkan bibirnya.


"Dia pacar saya"jawab Udin


Deg!


Bukan cuma Maysaroh yang kaget Dini juga.pasalnya ia tidak menyangka Udin berani ngomong gitu.


Ga---


"Iya kang sayang." potong Udin, membuat Dini langsung mengepalkan tanganya.


"Bohong!Ekspresi dia beda mas pasra kamu sok-sokan biar aku cemburu." ucap Maysaroh sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.


"Gak itu mah karena pacarku yang pemalu." jawab Udin dengan santainya.


'Apa-apaan ini? Awas kamu ya! Umpat Dini dalam hati.


"Udah ya kamu masih banyak urusan " lanjut Udin lalu ia memberikan Dini kode untuk kembali naik ke motor.


Dengan emosi yang di tahan-tahan Dini naik sambil menahan mulutnya untuk tidak mengeluarkan kata-kata kasar.


Tanpa membuang waktu Udin melanjukan motornya.meninggalkan Maysaroh sendiri.


"Sial! Masa si mas Udin uda pacaran aja, orang sepolos dia gak mungkin sih." gumam Maysaroh sambil menghentakan kakinya.


Disisi lain hampir 5 menit Dini di atas motor.


"Stop-stop,turun!"


Udin menghentikan motornya, lalu membiarkan Dini turun.begitu Dini turun ia langsung menatap udin dengan tajam.


"Kenapa lagi mbak?" tanya Udin dengan polos.


"Kamu nanya kenapa? Kamu sadar gak tadi kamu ngomong apa ke perempuan itu?" tanya Dini sambil menunjuk Udin.


"Saya bilang Mbak pacar saya kan?" jawab Udin dengan santai.


"itu sadar, maksud kamu ngomong gitu apa? Saya senior kamu bisa-bisanya kamu begitu." cecar Dini membuat Udin menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Mbak juga sadar gak sih beberapa hari yang lalu,Mbak bilang saya siapa ke laki-laki teman mbak itu?" tanya Udin membuat Dini berpikiran sejenak mengingat kejadian beberapa hari yang lalu ia bertemu mantan pacar.


Huhh...."tiba-tiba Dini menggeleng-gelengkan kepalanya membuat Udin menaikan alisnya sebelah


"Kenapa Mbak?" tanya Udin membuat Dini tersadar lalu ia menatap tajam Udin.


"Gak ada, saya buru-buru." lanjut Dini lalu ia pergi begitu saja membuat Udin heran.


"Dia kenapa sih?Aneh banget tadi marah, sekarang malah pergi, cewek aneh." lanjut Udin lalu ia melanjutkan perjalanan menuju kantor.


Sampai di kantor Udin kembali bekerja seperti biasa karena sudah banyak kerjaan numpuk.


Gimana Din kuliahnya aman?" tanya Edi yang sedang mengotak-atik laptop di depannya membuat Udin menoleh lalu tersenyum.


"Iya pak alhamdulillah lancar


"Uda dapat cewek belum?"


Goda Edi membuat Udin kaget.


"Ya gak lah pak, masa sih uda dapat cewek aja, baru aja di terima." jawab udin membuat Edi terkekeh.


"Hahaha kali aja, secara kamu uda bekerja banyak yang suka pasti apalagi kan cewek-cewek kuliah dari umur 19 sampe 24 an biasanya, santai banyak pilihan" ujar Edi membuat Udin terkekeh


"Aduh gak kepikiran sama sekali," jawab Udin


"Hum...lemah gitu aja langsung ciut." ujar Edi membuat Udin menggaruk alisnya sebelah.


"Gak gitu pak ta---


Udin dan Edi langsung menoleh ke arah pintu melihat Faisol sedang ngesot-ngesot di sana.


Bibir Udin langsung melengkung indah, lalu buru-buru menghampiri Faisol yang sudah merentakan kedua tanganya minta di gendong.


"saya bapak...udah bangun Nak? Udah-uda gak sakit lagi kan?" ucap Udin sambil mencium putranya


Edi yang melihat itu malah ikut tersenyum.


"Gak ada salahnya Din kamu cari ibu yang baik buat Faisol," ujar Edi membuat Udin kembali menoleh lalu terkekeh.


"liat rezekinya lah pak, belum kepikiran sih." lanjut Udin


Disisi lain, sampai di rumah Dini melemparkan tasnya sembarang lalu ia menghempaskan tubunya ke ranjang sambil menatap langit-langit


"Yang manggil mas sama bocah tengil itu siapa ya, kok aku jadi penasaran sok mersra banget." gumam Dini sambil memejamkan matanya karena rasa kantuknya sudah di ujung.


Dini...! Mendengar panggilan itu Dini kembali membuka matanya.


Dini capek ma,nanti aja." sahut Dini


itu ada Opal di depan," lanjut ibunya membuat dini melotot lalu ia buru-buru bangkit


Mau ngapain lagi bajingan ini!" umpat Dini lalu membuka pintu kamar dengan kasar.

__ADS_1


Sampai di depan Dini langsung menghampiri Opal yang tanpak ngobrol dengan ayahnya.


Ekhem...Mau apalagi kamu kesini?"! Tanya Dini tiba-tiba melotot membuat ia pura-pura mengalikan pembicaraan.


Dini kok marah-marah sih?' tanya ayahnya membuat Dini menoleh


Biarin ayah, Dini gak suka sama cari dia, munafik! Sana balik!" bentak Dini sambil menunjuk pintu pagar.


Tenang dulu Dini aku mau ngomong sesuatu sama kamu."


"Shut...!apapun ceritanya aku gak mau denger dan gak mau tau, sana kamu!" bentak Dini membuat Opal terdiam..."bentak Dini.


"Dini jangan gitu Nak,"


"Gak yah, Dini uda muak banget jadi ya udah selesai. Lanjut Dini lalu ia menarik Opal dari pagar


"Dini kasar banget sih."


"Biarin kasar aku ini gak ada pengaruhnya buat kamu, jadi gak usah sok alim." tegas Dini membuat Opal terdiam.


"Sana!Aku udah bilang aku udah punya pacar,paham!" tegas Dini membuat Opal mau tidak mau pulang.


"Huhhh.... Bikin esmosi doang dasar!


"Dini...."


"Iya yah."


"Jangan terlalu kasar nak sama laki-laki." nasehat ayah Dini membuat dia sedikit merasa bersalah.


"Udahlah Yah,siapa suruh dia bikin aku kayak gini," jawab Dini lalu ia masuk ke dalam kamar mengunci diri.


"Ya tuhan! Aku benci takdirmu untuk sekarang ini," ucapnya sambil menjambak rambutnya pelan.


Disisi lain Maysaroh sedang perjalan menuju rumah lama Udin.Begitu sampai di sana Maysaroh langsung celingak-celinguk di sekitar rumah sambil sesekali mengintip ke dalam rumah.


"Maysaroh!


"Eh ibu ..." jawab Maysaroh sedikit malu karena bertemu dengan tetangga lamanya.


"Apa kabar? Udah lama banget kita gak ketemu ya, kesini sama siapa?"Rempong ibu-ibu tersebut membuat Maysaroh langsung mengaruk tengkuknya sekikas.


Heheh iya Bu, ini saya sendiri kesini." jawab Maysaroh membuat ibu-ibu tersebut mangut-mangut.


Em...Mas Udin pulang jam berapa Bu biasanya? Tanya Maysaroh mulai kepo


Oh Udin...Gak nentu kadang malam,kadang sorean begini, tapi untuk sekarang ini Udin jarang kesini deh." jawab ibu-ibu tersebut membuat Maysaroh semakin penasaran.


Jarang di sini?" terus di mana Bu?.


"Kurang tau sih siapa namanya, kalau gak salah pak Edi di rumah bosnya." jawab ibu tersebut


Deggg!

__ADS_1


"O...jadi ternyata di rumah bos kamu mas, ok aku akan menemukan itu segera.' ucap Maysaroh dalam hati sambil tersenyum miŕing.


__ADS_2