Perjalan Hidup Seorang Kuli

Perjalan Hidup Seorang Kuli
Dia tiba


__ADS_3

Setelah keluar dari ruangan Edi,bukanya senang Udin malah tampak bingung,membuat Robi yang memperhatikannya dari jauh langsung bingung.


"Kenapa Dinn?"tanya Robi begitu Udin duduk di sampingnya.


"Faisol gak kenapa -kenapakan?"lanjut Robi yang di balas gelengan oleh Udin.


Faisol baik-baik aja,cuma sekarang ini aku lagi binggung.


Bayangin aja Pak Edi mau ngasih satu proyek aku yang megang."ucap Udin membuat Robi sedang minum langsung....


Byur!!!!


Ia menyemburkan air yang berada di mulutnya membuat Udin terkekeh.


"Serius kamu?"tanyak Robi yang di balas anggukan oleh Udin


"Serius."


"Gila sih...aku bilang juga apa,kamu itu bisa,Din,"puji Robi sambil meletakkan tempat minumnya.


Tapi masalahnya ini kali pendana Rob,nanti kalau rugi gimana?Aku gak punyak uang untuk nalangin."tanya Udin membuat Robi menepuk jidatnya.


Ya ampun Din...masih aja ya pemikiran belum di rubah,saya keplak juga kepalamu lama-lama


Intinya sekarang kamu yakin aja dulu,kemudian belajar terus sama pak Edi,bisa kaya raya kalau kamu mau.


Din...din adu gak sia-sia punyak temen kayak kamu,wajahmu meyakinkan banget,"


"Apaan sihh,baru juga tawaran itu,bisa saja berubah pas mau hari H.


Santai aja dulu, jang bilang ama siapa-siapa.Takutnya yang lain marah sama aku," ucap Udin yang di balas anggukan oleh Robi.


Iya, siap,mantap dahh temenku ini.Bismillah sukses."lanjut Robi yang di amini oleh Udin lalu mereka terkekeh.


"Mas udin."


Panggilan itu membuat idi langsung mematung,suaranya yang tidak asing baginya.


Udin menoleh kebelakang dan bener saja itu adalah Maysaroh


"Maysaroh."gumam udin tidak percaya


Ya ini aku mas,aku ke sini buka mau baikan sama kamu.


Tapi aku kesini hanya mau ngasih uang untuk beli susu Faisol.pasti kamu gak sanggup kan beli susunya,"ucap Maysaroh se enaknya


Jlebbb!!!


Nih." lanjut Maysaroh,sambil menyodorkan beberapa uang merah ke depan Udin.

__ADS_1


Tapi 'Udin tidak bergeming sama sekali,ia hanya memperhatikan gaya Maysaroh dan cara bicara istrinya itu tidak kunjung berubah.


"Alah Mas...ambil aja gak usah malu,aku tau kamu butuh.Aku tau kamu pasti minder kan sama aku,karena belum berapa bulan setelah berpisah.


Aku udah datang dengan gaya yang berbeda dan pastinya,nasibnya juga berubah tidak seperti dulu lagi,"ujar Maysaroh membuat Robi langsung mengeryitkan dahinya.


Ngeri juga ini mulut cewek,sekate kate sama suami sendiri,kena azab tau rasa itu mulut!!!ucap Robi dalam hati lalu ia melihat Udin.


Udin yang di bilang begitu Robi yang emosi dibuatnya.


Dari mana kamu tau aku kerja disini?"tanya Udin tetap santai membuat Maysaroh terkekeh.


Mas...mas,kalau kita banyak uang apa sih yang gak di tau,iya gak?


Kuncinya mah gak hanya makan aja yang penting.,"ledek Maysaroh membuat udin mangut-mangut.


Sudah selesai?"tanya Udin datar,membuat Maysaroh bingung dengan sikap Udin yang terkesan dingin.


Ini ambil Mas, jangan sampai Faisol gizi buruk.Aku tau kamu memberinya susu yang tidak layak


,"kesal Maysaroh karena Udin mengabaikannya.


"Bawa kembali uangmu,aku masih bisa, menafkahi anaku sendiri,"ujar Udin dingin,lalu ia merapikan tasnya yang sedikit beratakan karena habis makan.


"Tentu mas,kamu bisa menafkahinya sama kayak aku gak sih?Kamu bisa menafkahinya tapi makanan yang dimakan gak dan yang bergizi."bantah Maysaroh mulai sewot.


Kamu lihat ini,coba searching di mbah google berapa harganya susu ini.


Mas kamu


Apa?Mau ngomong apa lagi kamu?Mau hina apa lagi?cecar perkataan Udin membuat Maysaroh menganga.


Ia bahkan tidak pernah melihat Udin marah sekalipun sepanjang pernikahan mereka.Dan sekarang untuk pertama kalinya ia mendengar suara Udin meninggi


Bagus Din."ucap Robi dalam hati


"Dan kamu mas?Bagaimana bisa kalmu membeli susu itu,


Secara kamu hanya kuli bangunan,semua orang juga tau berapa gaji kuli.


Gak mungkin juga kamu bisa membeli susu itu buat Faisol,apa kamu ngemis setelah nguli?" kesal Maysaroh mulai emosi,karena ia merasa di kalahkan


Deggg!


Tidak perlu kamu tau,yang penting aku memberi nafkah halal untuk anakku bukan nafka haram.


Dan satu lagi,pergilah yang jauh.Bukakah kamu sendiri yang bilang,kalau kamu malu mempunyai suami sepertiku dan kalau bisa Faisol tidak perlu mengenalmu.


Aku cukup mengatakan pada Faisol.ibunya sudah mati kalau ia bertanya kelak,bukan begitu Maysaroh?"ujar Udin mengembalikan semua kata-katanya Maysaroh padanya,membuat Maysaroh mengepalkan tangannya menahan kesal.

__ADS_1


"Pergi lah....nanti Faisol datang,kamu malu kan punyak keluarga seperti kami?


Pergi dan jangan pernah tunjukan wajahmu di hadapanku lagi!"tegas Udin membuat Maysaroh benar melongo mendengar itu.


Udin yang lembut,penyabar dan sopan.Sekarang berubah 380 derajat,membuat Maysaroh mematung tidak percaya.


"Kenapa masih di sini ?"Udah selesai bukan?Kuli bangunan ini mau kerja dulu,nanti kamu kena debu lagi.Pergi...sebelum kamu alergi."lanjut Udin lalu ia meninggalkan Maysaroh yang masih menganga


"Good job Udin."puji Robi saat di hadapanya.


Pipiku terasa panas tiba-tiba kayaknya efek tamparan kamu dulu."jawab Udin membuat Robi ketawa.


"Sok jual mahal kamu Mas,padahal kamu butuh.Kamu pikir saya percaya sama ucapan kamu,gak sama sekali!" ujar Maysaroh lalu metekkan uang tersebut di dekat tas Udin.


"Beliakan itu untuk ke perluan Faisol"Ketus Maysaroh,lalu ia berbalik melangkah hendak pergi.


Udin yang melihat itu tidak tinggal diam,ia memgambil uang itu,memangil anak kecil yang sedang lewat.


Tolong kasihkan uang ini pada tante itu,cepatya,ucap Udin yang di balas anggukan oleh anak laki-laki berumur kurang lebih 7tahun itu.


Maysaroh masih menahan kesal sambil berusaha mengatur nafasnya,ia sedang menunggu lampu merah ingin menyeberang.Mobil pacarnya menunggu di seberang jalan.


Huhh...jangan terpengaruh Maysaroh,itu cuma dramanya aja," ucap Maysaroh dalam hati


"Tante."panggil anak kecil itu sambil menarik narik tanganya,membuat mmMaysaroh menoleh.


Iya."


"Ini buat tante."ucap anak yersebut.


Maysaroh yang melihat uang itu langsung mengernyitkan dahinya,lalu ia berbalik kebelakang.


la melihat Udin tengah melihatnya dengan tangan yang melipat di depan dada,seolah-olah menunjukkan kehebatannya sekarang


"Apa orang ini sudah gila? gumam Maysaroh


Ini Tante makasih."


Tiba-tiba anak laki-laki itu memberikan uang tersebut ketangannya.Lalu kembali berlari ke arah umUdin,Membuat Maysaroh tidak bisa berbuat apa-apa.


Sudah ,Om"ucap anak kecil tersebut,membuat Udin menunduk sambil tersenyum.


Terimakasih ya,ini buat kamu sana beli es crem."ucap Udin yang di balas anggukan oleh anak itu.


Makasih om


Setelah anak kecil itu pergi.Udin kembali berdiri tegak sambil melipat kedua tangannya.la melihat Maysaroh masih menatap tajam.


Dia pasti sudah gila! Umpat Maysaroh dari kejauhan.

__ADS_1


__ADS_2