
Keesokan harinya Udin berangkatbke kantor karena ia ada jadwal kuliah siang.
Begitu masuk keruangan Edi ia melihat ruangan masih sepi artinya Edi belum datang bersama Indri.
Faisol main dulu ya Nak, Bapak kerja ya." ucap Udin lalu mendudukan Faisol di kereta bayi lalu memberinya roti dan banyak mainan.
Jangan rewel ya semoga ibu Indri cepat datang." lanjut Udin lalu ia membiarkan anaknya bermain sendiri
Sebelum duduk Udin meregangkan otot-otonya kemudian ia membuka lap top dengan berkas-berkas dihadapanya.
Hampir setengah jam ia berkuat di depan laptop sesekali ia melihat putranya yang mulai berjalan kesana- kemari di bantu kereta bayi
"Faisol....Jangan ke kamar mandi ya." ucap Udin membuat Faisol berbalik melihat bapaknya lalu ia kembali berjalan mendekati Udin
"Bah....udah dekat bapak aja, pintarnya....Nah minum dulu"lanjut Udin menuntun Faisol minum.
Ceklek!
Tiba-tiba pintu terbuka menampakan Edi dan Indri membuat Udin menoleh.
Masyaallah pagi-pagi uda cemong aja kamu, makan apa kamu itu? Ucap Indri dengan semangatnya mendekati Faisol membuat Faisol langsung merentangkan kedua tangannya.
Eddah....Baru juga sampe uda minta di gendong harusnya tadi ibu datang diam -diam aja ya biar kamu gak liat, iya?" ujar Indri lalu mengangkat Faisol ke gendongannya.
Udin kamu kuliah sampe hari apa?" tanya Edi membuat Udin berpikir sejenak.
"Sampek kamis sore sih pak," jawab Udin membuat Edi mangut-mangut.
"Jum at sampe minggu free ya?"tanya Edi memastikan
Iya pak libur."
"Nah rencananya saya mau ngajak dinas ke luar kota tiga hari itu," ujar Edi membuat Udin kaget.
Dinas Pak?"
"Iya Udin dan ini gak bisa di tunda kita berangkat kamis malam." lanjut Edi membuat Udin terdiam sejenak lalu melihat Faisol yang berada di gendongan Indri.
"Kenapa Faisol lagi?" tebak Edi membuat Udin cengengesan.
""Gak usah khawatir Udin?Faidol insyaallah aman sama ibu, Ibu bukan orang jahat kok jangan takut." ujar Indri membuat Udin terkekeh.
"Gak gitu Bu, saya gak enak sama ibu ngerepotin." jawab Udin.
"Justru kalau gak ada Faisol, ibu bingung mau ngapain seharian mana kalian gak ada uda auto melamun aja ibu seharian di rumah.
Kaau ada Faisol kan setidaknya dunia ibu semangat." terang Indri membuat Udin mangut- mangut.
"Iya sih Bu."
"Ya uda gak apa-apa,santai ibu mah dengan senang hati ikhlas lillah ta'ala menjaga Faisol lanjut Indri.
"Makasih Bu."
"Deal ya?" lanjut Edi mengulurkan tangannya membuat Udin mau tidak mau membalas uluran tangan tersebut.
****
Siang hari ia berangkat ke kampus karena hari ini ia persentasi bersama Naumi.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama ia sudah sampai di parkiran dan ternyata Naumi sudah menunggu disana.
'Ngapain ini bocah di parkiran.' ucap Udin dalam hati
Tit!
"Kodok!"
Naumi terlonjak kaget lalu ia menoleh detik kemudian ia menggerakan giginya
" Lama bangèt sih om, udah tau mau presentasi jangan telat bisa gak?!" solot Naumi membuat Udin kaget.
Apaan sih belum telat juga ini masih ada10 menit lagi." jawab Udin dengan santainya.
"Et buset...Bener-bener ini orang tua. Om kita itu buruh latihan paham gak sih ?" cecar Naumi membuat Udin memutar mata malas.
"Biasa aja kalau gak usah gitu banget," ujar Udin membuat Naumi langsung mendekatinya.
"Gak bisa biasa aja om, nih lihat chatku sama senior mereka bilang ini dosen tuh killer gak boleh asal-asalan.
Malah telat ini mau latihan juga udah gak bisa! Ya ampun gimana donk,deg-degan lagi aku,aduh..." rempong Naumi membuat Udin terkekeh melihat tingkah gadis itu.
"Uda ayo." ajak Udin sambil menepuk pelan kepala Naumi.
"Heh .Main tepuk-tepuk aja kepala orang, ini mahkotanya perempuan jangan sembarang walaupun jangan sembarang walaupun sepuluh disini!! Teriak Naumi membuat Udin kembali terbalik lalu menatap tajam gadis itu.
"Sekali lagi kamu panggil saya om atau orang tua, saya akan cium kamu? Tega Udin membuat Naumi kaget lalu menutup mulutnya mengeleng-geleng kepalanya.
"Ih mesum banget sihh!!
"Saya gak main-main mau gak?" goda Udin karena ia tahu Naumi pastih sangat takut.
"Ya sudah kalau begitu jangan pernah panggil saya om kalau tidak ingin bibir kamu ternodai, pahàm?" lanjut Udin membuat Naumi mengangguk.
"Iya-iya ih.... Serem banget si dasar!" umpat lalu mengikuti langkah Udin dari belakang
Udin yang merasah Naumi mengikuti dari belakang sambil membaca makalah,Udin langsung tersenyum jahil lalu ia berhenti
Brught!!
"Akh...Kenapa berhenti sih aduh...dasar o--
Naumi langsung menutup mulut saat Udin menatap dengan tajam.
"Maksudku punya mata kan jalan yang benar napa." elak Naumi membuat Udin menaikan alisnya sebelah.
"Yang nyuruh kamu jalan di belakang siapa?" tanya Udin membuat Naumi langsung memutar mata malas.
Iya iya deh ih susah banget berhadapan sama kuli bangunan, hatinya keras kaya kuli." omelnya membuat Udin menahan tawa.
"Katanya telat malah ngomel-ngonel mulu,"
"Iya gara-gara kamu lah kuli!kesal Naumi lalu ia berjalan terlebih dahulu membuat Udin terkekeh.
"Dasar bocah!" gumamnya lalu mengikuti Naumi.
Tanpa mereka sadari tadi Dini memperhatikan keduanya dari dalam mobilnya
Saat ia hendak turun dari mobilnya bertepatan dengan Udin datang,disitulah Dini mengurungkan niatnya keduanya yang tanpak begitu akrab.
__ADS_1
"Sepertinya Udin menyukai gadis itu. Gumam Dini masih memperhatikan keduanya yang pacarnya membuat mood Dini langsung hancur.
"Bukannya ngerjain revisian yang ada malah darah ringgi' ucap dalam hati lalu ia kembali berbalik
Tujuannya sekarang adalah cafe depan kampus,ia berjalan sedikit menunduk sambil sesekali pikiranya ke mana-mana.
Brugh!
Dini kaget ia langsung menoleh ke belakang saat mendengar suara buku jatuh.
"Are you ok?" tanya Dini pada perempuan itu membuat gadis itu menoleh
"Kak Dini." panggilnya membuat Dini diam sejenak lalu tersenyum.
"Iya
"Kak disini ada ruangan kesehatan gak kak kayak UKS kalau di sekolah, kepala saya pusing banget kak dari tadi." ucap mahasiswa baru itu membuat Dini mengangguk
"Ada kok." jawab Dini bertepatan dengan ia melihat Bagus hendak ke kantor.
Bagus!" panggilnya membuat Bagus menoleh
"Apaan?"
"Kamu anak PMI kan bagian kekesehatan ini tolongin kepalanya pusing." suruh Dini yang di balas anggukan oleh Bagus.
" Ok pres," jawab Bagus lalu ia membawa mahasiswi baru itu ke ruangan kesehatan.
Dini kembali berbalik lalu berjalan keluar kampus, belum jauh ia berjalan tiba-tiba ia berpapasan dengan Udin.
"Udin yang melihat Dini dari kejahuan langsung tersenyum dengan semangatnya, namun lain halnya dengan Dini saat umUdin melambaikan tangannya.
Dini malah memilih jalan lain membuat Udin sedikit kaget.
"itu beneran mbak Dini gak sih?" gumamnya membuat Naumi mengikuti arah pandangan Udin.
" Mana?"
"Disana? Perasaan tadi dia mau lewat sini." gumam Udin lagi membuat Naumi mendongak.
" Oh hallo kang kuli...ini kan kampus luas ya, mau dia lewat mana ya terserah lah, kepo banget deh." cerocos Naumi membuat Udin terdiam sejenak lalu ia kembali melihat punggung Dini yang sudah menjauh
"Ya sudah aku mau kesana dulu yaa." ucap Udin tiba-tiba membuat Naumi menoleh.
"Mau ngejar gebetan ya?" goda Naumi membuat Udin lansung menoyor kepala Naumi.
"Ih ... Kebiasaan deh! Kesal Naumi.
"Makanya jangan sok tau." ujar Udin lalu meninggalkan Naumi yang sedang duduk.
"Dasar kuli!! Teriak Naumi sambil membenarkan jilbabnya.
"Orang gila, demennya sama yang tua-tua!" dumelnya.
Jangan lupa kasih comen dan like ya guys
doain saya supaya lulus kontrak seperti kalian aminn
I love you kalian semua
__ADS_1