
"Selama sidang berlangsung Udin tidak hentinya berdo'a walaipun ia di bantu dengan Pak Kamim tapi tetap saja rasa was was menyelimutinya.
"Curang apa lagi? Kamu yang curang mengada-ada cerita padahal gak ada kejadian," jawab Udin membuat Maysaroh mangut-mangut.
"Ok Mas, aku terima kali ini tapi lihat kamu gak bakalan tenang terutama pelakor itu!" ancam Maysaroh membuat Udin menghela nafas panjang.
"Cukup Maysaroh! Dini gak tau apa-apa jangan pernah libatin dia ," tegas Udin yang di balas gelengan oleh Maysaroh.
"Gak! Ini semua gara-gara dia, dia membuatku hancur dan dia akan kubuat hancur juga," lanjut Maysaroh.
"Terserah," ujar Udin lalu ia bangkit dari duduknya tanpa menjabat tangapan Maysaroh.
"Selama ya Udin," ucap Edi yang di balas anggukam oleh Udin.
"Santai, yuk sekarang kita kemana gitu merayakan kemenangan kamu makan-makan juga boleh," ajak Edi.
"Pak Kamim," panggil Edi membuat Kamim menoleh.
"Iya, ada masalah lagi?" tanyak Kamim yang di balas anggukan oleh Kamim.
"Aduh pengen gabung sih, cuma hari ini saya padat banget pak, gak apa-apa saya nyusul aja," tolak Kamim dengan halus membuat Edi mangut-mangut.
"Semangat lah membantu orang-orang semogah berkah," lanjut Edi, Udin menyalami Kamim sambil mengucapkan terimah kasih begitu juga dengan Sini dan Indri.
"Hati-hati ya, samapai ketemu lagi," ucap Kamim.
"Pamit ya, assalamualaikum o iya nomor rekening bapak masih sama kan?" tanya Edi membuat Kamim bingung.
"Iya buat apa ya, jangan aneh -aneh Edi," ucap Kamim membuat Edi tersenyum lalu mengangguk.
"!Gak aneh kok," lanjut Edi sambil terkekeh lalu mereka keluar dari ruangan sidang.
"Alhamdulillah lega ya akhirnya Faisol gak terombang-ambing lagi." ucap Indri sambil mengusap-usap kepala Faisol yang sudah tertidur di gendongan Dini
"Iya Bu Alhamdulillah," jawab dini
*****
Keesokan harinya, Udin seperti biasanya dengan aktifitas kuliahnya karena berhubungan sedikit padat.
"Om..."
"Apaan?" jawab udin tanpa melihat Naumi.
"Kemaren om sidang perceraian ya? Gimana hasilnya maaf ya gak bisa datang," ucap Naumi yang duduk di dekat Udin.
"Alhamdulillah lancar, Faisol juga sama saya," jawab Udin membuat Naumi melotot.
"Berati uda selasai?" tanya Naumi membuat Udin megernyitkan dahinya.
"Udah memangnya kenapa?"
"Kirain ini baru pertama," ucapan Naumi membuat Udin terkekeh.
"Ini udah sudah terakhir kemaren-kemaren si Maysaroh gak datang lebih cepat prosesnya," jawab Udin membuat Naumi magut-mangut.
"Hehe...om maaf ya,"; ucap Naumi cenggesan membuat Udin yang sedang mengerjakan tugas merasa tidak fokus
"Maaf kenapa lagi sih? Heboh deh kamu,"
"Ya maaf gak bisa datang sensi amat jadi cowok!" solot Naumi membuat Udin mengeleng.
"Alasan kamu gak datang apa coba?" tanya Udin membuat Naumi mengalikan pandangannya.
"Bantu ibu kerja soalnya nanti malam mau ketemu sama ayah keparat itu, harusnya kemaren malam di cancel sama dia sok banget," terang Naumi membuat Udin diam.
"Ayah kandung kamu itukah?" tebak Udin yang di balas anggukannoleh Naumi.
"Iya jangan bilang-bilang ya om?"
"Buat apa saya bilang-bilang gak ada untungnya juga," jawab Udin.
"Ya aibku, om kan suka usil tuh, takutnya entar di umumin di grub kelas" kesal Naumi.
Nah boleh tuh, mau?" sambung udin membuat Naumi melotot.
"Bisa gak om sehari aja kita jangam berantem?" tanya Naumi membuat Udin menggedikan bahunya.
"Ish....dech Naumi.
"Nanti malam kamu ketemu ayah kamu sendirian?" tanya Udin yang di balas anggukan oleh Naumi.
"Yakin?"
"Hum....Gak punya pacar soalanya ya udahlah jalan aja," jawabnya sambil memanyunkan bibirnya.
"Ajak aja Eky," usul Udin membuat mata Naumi melotot.
"Gila om ya,aku siapa ngajak-ngajak kak Eky." omel Naumi membuat Udin terkekeh.
"Gak apa-apa, kan kalian udah kenal kemaren apa salahnya," lanjut Udin membuat Naumi tersenyum palsu.
"Lama-lama aku kasih sianida juga kamu om," kesal Naumi membuat Udin tertawa.
"Ya uda deh serah kamu," lanjut Udin, Naumi hanya diam pandangannya terlihat kosong membuat Udin sesekali melirik Naumi.
"Ayahnya ngapain ya ngajak dia ketemu? Dan kenapa harus malam? Segala pertanyaan muncul di kepala Udin.
"Setelah selesai kuliah Udin kembali ke kantor tapi pikiran terus ke Naumi ia takut gadis itu kenapa-kenapa.
"Udin mengambil ponselnya lalu menghubungi Dini.
Ďrt....Drt....Drt....
"Dini yang baru saja selasai mandi kaget mendengar ponsel berbunyi
"Astaga tuhan ngagetin aja," ucapnya lalu ia mengambik ponselnya.
"Oh si Udin,"
"(Hallo)
"(Hallo mbak)
'(Iya Udin kenapa?) tanya Dini sambil megeringkan rambutnya di meja rias.
(Mbak sibuk gak?)
__ADS_1
(Sibuk apaan,kuliah kan udah selasai) jawab Dini membuat Udin terkekeh.
(Iya mbak saya mau ngobrol niatnya ucap Udin membuat Dini mengangguk.
(Ngobrol aja)
(Mbak kenal Naumi kan?)
(Iya kenal)
(Mbak udah tau tentang Naumi gak?) tanya Udin membuat Dini teringat dengan obrolannya tadi malam bersama Eky.
( Em....Tadi malam Eky sempet cerita sih tentang Naumi kenapa memangnya)
(Iya gitu Mbak,jadi nanti malam itu ayah kandungnya ngajak dia ketemu,Sebenarnya mah gak apa-apa ya cuma mengingatkan ayah bukan lah orang baik lah istilahbya ntak kenapa saya ngerasa was-was sama dia) terang Udin membuat Dini langsung meletakan hairdryernya.
(Was-was kenapa? Memangnya Naumi pergi sama siapa?) tanya Dini.
(Sendiri dia mbak)
(Hah?Sendiri?jangan lah) banta Dini membuat Udin tersenyum.
(Nah itu mbak saya juga mikirnya gitu tapi dia gak punya temen cowok atau pacar katanya jadi nekat aja.
Sebenarnya mah saya mau aja nemenin tapi gak enak sama Bu Indri harus jaga Faisol sampe malam) ujar Udin membuat Dini mangut-mangut.
(Iya-iya paham, sama siapa ya? Eky apa ya?) ucap Dini
(Nah saya juga nyaranin itu tapi Naumi gak mau katanya gak sopan, maksudnya kan kalau bang Eky rumahnya deketan sama Naumi jadi gak bolak-balik.
"Sedangakan kalau saya harus bolak-balik gitu Mbak? Ucap udin.
( Iya saya kabarin Eky kali semoga dia mau dilihat-lihat juga kayaknya Eky modus sama Naumi kemaren pas kita makan bareng) ujar Dini membuat Udin langsung senang.
Yes," ucap Udin dalam hati.
( Ok mbak, makasih banyak ya mbak) lanjut Udin lalu Dini memutuskan sambungan
****
Malam hari, Naumi sudah siap-siap tapi berulang kali ia menatap dirinya di kaca karena ia pergi dengan alasan berbohong pada ibunya.
Ya Allah semoga engkau lindungi hamba," ucap dalam hati lalu ia mengambil tas selempang lalu ia keluar.
"Ibu aku pamit sebentar ya," ucap Naumi sambil menyalami tangan ibunya.
"Iya jangan lama-lama ya, itu temen kamu nunggu di depan," ucap ibunya membuat Naumi bingung.
"Temen? Siapa? Ibu salah orang kali." ucap Naumi dalam hati lau ia buru-buru keluar.
"Mana? Gak ada orang disini?" gumamnya sambil menutup pagar.
Tit!Tit!
"Suar klakson tersebut membuat Naumi menoleh'detik kemudian matanya membola.
"Kak Eky."
"Hay....Ayok," ajak Eky membuat Naumi bingung.
"Nggak tuh.... Ucap Naumi membuat Eky langsung paham jika Dini mengerjainnya.
"Wah si Dini...Pintar sekali dia tapi gak apa-apa keren saya juga kaget jadinya," ucap Eky membuat Naumi tidak mengerti.
"Apa sik kak? Ngomong apa?" tanya Naumi membuat Eky memberi satu helm buat Naumi.
"Udah gak usah dibahas' yok," lanjut Eky membuat Naumi mau tidak mau.
"Kok kakak tau aku mau ketemu ayah?" tanya Naumi dari spion.
"Di kasih tau Dini,"
"Mbak Dini? Kok mbak Dini tau....apa jangan-jangan wah...om kuli anda benar-benar minta di racun ini orang," dumel Naumi membuat Eky terkekeh.
Sampai di restoran tersebut Naumi malah deg- degan panas dingin
"Hey..."
"Hum..."
"Are you oke?" tanya Eky sambil melepas helmya yang di balas anggukan oleh Naumi.
"Mau masuk sekarang?"ntanya Eky yang di balas anggukan oleh Naumi lalu ia berjalan terlebih dahulu.
"Eh wait-wait..." panggil Eky membuat Naumi berbalik
"Kenapa kak?" tanya Naumi membuat Eky ĺangsung melipat kedua tangannya lalu menunjuk helm yang di kepala Naumi dengan bibirnya membuat Naumi awalnyà bingung.
Detik kemudian ia meraba kepalanya lalu ia tersadar sedanhkan Eky langsung mengatupkan bibirnya menahan tawa.
"Maaf kak," ucap Naumi buru-buru melepas helm tersebut demi apapun ia benar-benar malu sekarang lebih malu dari pada waktu di tinggal makan berdua.
""Oh my god! Malunya sampe ubun-ubun,salting si salting tapi jangan gini juga." ucap Naumi dalam hati sambil sedikit menunduk membuat Eky paham jika Naumi malu!
"Yuk,"Ajak Eky membuat Naumi mendongak.
"Kakak yakin mau masuk?" tanya Naumi membuat Eky mengangguk.
"Ya laki-laki yang bertangung jawab ya jangan setengah-setengah," gombal Eky.
Blushing!
"Naumi langsung pura-pura peduli dengan ucapan Eky barusan.
"Ayok,"
"Iya kak," jawab Naumi lalu mereka masuk ke dalam.
"Baru saja masuk hati Naumi sudah sakit melihat pemandangan dimana ayah dan istri barunya tengah tertawa riang.
"Bajingan! Bisa-bisanya dia tertawa diatas penderitaan istri dan anaknya," ucap Naumi pelan tapi terdengar jelas oleh Eky.
"Um.
Saran sih sebelum kita keasana kamu pura-pura gak peduli aja ya jangan tunjukin kalau kamu gak suka, kita bersandiwara aja." ucap Eky yang di balas anggukan oleh Naumi.
"Ekhem..." dehem Naumi membuat ayah dan ibu tirinya menoleh.
__ADS_1
"Eh mimi akhirnya
kamu sampe juga nak, silakan duduk." ucap ayahnya mempersilakan keduanya turun.
Tidak sengaja Naumi melihat ibu tirinya tersebut tatapannya begitu tajam membuat Naumi làngsung tersenyum miring.
Jodoh memang gambaran diri sendiri, the real ibu tiri, ucap Naumi dalam hati lalu ia menatap tajam balik perempuan itu.
"Naik apa kesini?" tanya ayahnya membuat Naumi menoleh.
"Kayaknya kita langsung ke intinya aja yah, aku mau cepat-cepat balik mau bantu ibu," ujar Naumi membuat ayahnya terdiam sejenak.
"Ok kalu itu mau kamu, jadi yang pertama ayah mau minta maaf sama kamu karena udah telantari kamu gak ngasih kabar, gak ngasih yang juga ayah minta maaf.
Em...Yang kedua alasan ayah melakukan semua itu ya karena sibuk karena di tambah lagi kemaren ayah baru saja selesai menikah dengan ibubbaru kamu," terang Ubay membuat Naumi muak mendengarnya.
"Aku cuma punya tau ibu!" tegas Naumi membuat istri baru Ubay tersebut menatap tajam Naumi.
'Lancang sekali anak ingusan ini! Umpat Mona dalam hati.
Eky yang melihat Naumi benar-benar terbawa emosi bingung harus bagaimana, lagipula ia sadar itu benar-benar kondisi hati Naumì sekarang.
"Eh ...jadi niatnya ayah ngajak ketemu ayah mau nebus kesalahan ayah.
Ayah ingin kamu tinggal bersama ayah sama mama Mona."
Deg!
"Wah.... Bajingan juga itu laki tua bangka, dia gak lihat apa anaknya benar-benar tidak suka melihatnya.' ucap Eky dalam hati.
"Bagaimana?" lanjut Ubay membuat Naumi diam sambil menatap ayahnya dengan tatapan tidak suka.
"Aku tidak mau! Aku lebih baik jadi gembel ditepi jalan dari pada harus tinggal sama kalian berdua! Tegas Naumi membuat Ubay dan Mona kaget.
" Mampus!ucap Eky dalam hati melihat ekspresi kaget Ubay dan Mona
"jangan keras kepala mimi cukup kamu menyusakan ibumu.
Dia juga orang susah," ujar Ubay
Tes!
"Pak mohon maaf,apa seperti ini caranya membujuk anak sendiri?" tanyak Eky begitu melihat Naumi menangis.
"Kamu siapa? Kamu cuma nemenin dia kan udah gak usah ikut campur, ini urusan keluarga kami," ucap Ubay membuat Eky mengepalkan tangannya di bawah meja.
"Naumi yang melihat itu langsung mendongak melihat Eky lalu ia kembali melihat Ubay.
"Apapun ceritanya mimi gak mau sama ayah, Ibu gak pernah bilang kalau mimi beban, mimi juga gak pernah malu punyak ibu penjual kue.
" Justru mimi bersyukur ibu sangat sayang sama mimi begitu juga dengan mimi, jawab Naumi membuat Eky menoleh kesamping ia melihat akan menunjukkan pada anak jika anak itu beban tapi sebenarnya dalam hatinya kamu itu beban," lanjut Mona membuat dada Naumi naik turun.
"Terus maumu aku tinggal samamu gitu? Dari tampang kamu aja udah kelihatan kalau aku tinggal sama kalian, aku akan di perbudak dan kamu siksa! Jadi gak usah ngomong," jawab Naumi dengan mata menyolot membuat Mona diam.
"Sudah sayang bìarkan dia menenangkan dirinya nanti juga dia akan berubah pikiran jika ia butuh dana kuliah," lerai Ubay membuat Naumi menggeleng tidak habis pikir dengan cara pikiran ayah kandungnya itu.
"Sudah kalian makanlah ini restoran mahal," lanjut Ubay membuat Naumi mengangguk.
"Iya baik, gak perlu tunggu nanti yah aku gak akan pernah berubah pikiran untuk tinggal sama ayah dan yang kedua terimakasih untuk undangan makannya.
"Maaf aku gak bisa memakan ini semua karena terlalu mahal,aku yang terbiasa makan singkong dan nasi putih tidak bisa makan makanan seperti ini, permisi," lanjut Naumi lalu ia pergi terĺebih dahulu.
"Mimi..." panggil Ubay yang tidak di hiraukan oleh Naumi sedangkan Eky ia masih duduk memandang Eky ia masih duduk memandang Ubay.
"Begitu Ubay menoleh menghadap Eky tersenyum miring lalu geleng-geleng tanpa kata sedikitpun, detik kemudian ia bangkit dari dudukannya lalu menyusul Naumi.
"Naumi," panggil Eky.
"Hum...."Naumi mendehem sambil menghapus air matanya lalu berbalik menghadap Eky.
"Udah gak apa-apa, ayok" ajak Eky memberikan satu helm pada Naumi
"Kak maaf ya jika kakak marasa risih dengan percakapan tadi," ucap Naumi membuat Eky menoleh.
"Siapa yang risih, justru saya salut loh sama kamu pendirian kamu yang kuat dan tegas membuat ayah kamu harus menyesal sih telah menyia-nyiakan kamu," ujar Eky membuat Naumi tersenyum.
"Makasih," ucapnya lali ia naik ke atas motor.
"Em....Gimana kalau kita keliling," usul Eky membuat Naumi diam sejenak.
"Keliling kemana kak?"
"Um...Di sana ada pasar malam mau gak?" tanya eky lagi yang di balas anggukan oleh Naumi.
"Boleh tapi jangan lewat jam 10 ya kak, takut ibu nungguin." jawab Naumi
"Siap," ujar Eky lalu ia mulai melanjutkan motornya.
"Tidak berapa lama kemudian mereka sampai di pasar malam tersebut, Naumi tersenyum melihat begitu banyak wahana permainan.
"Mau naik gak?" tanya Eky membuat Naumi mendongak lalu mengeleng.
"Gak usah kak, kita jalan-jalan aja," jawab Naumi membuat Eky mangut-mangut.
"Ok," jawabnya lalu matanya celingak-celinguk mencari penjual makanan.
"Um....Gimana kalau kita jajan aja, disana banyak makanan tuh," usul Eky yang di balas anggukan oleh Naumi.
"Ayok,"
"Mereka menuju tempat penjual makanan, behitu sampai naumi langsung melihat-lihat boneka.
"Wah... Imut banget pasti Faisol senang kalau di kasih ini?" gumam Naumi sambil melihat-lihat boneka.
'Faisol ?Siapa Faisol?' ucap Eky dalam hati
"Kak sebentar ya aku mau beliin ini buat Faisol dulu," ucap Naumi membuat Eky berhenti.
"Pacarkah?" tanya Eky membuat naumi kaget.
"Hah?"
Maaf yaa kak telat update
Jangan lupa kasih masukannya
Ilovevyou
__ADS_1