Perjalan Hidup Seorang Kuli

Perjalan Hidup Seorang Kuli
Faisol sakit demam


__ADS_3

Seharian Udin mengikuti ospek mulai dari yel-yel dan yang lainnya sebenarnya satu sisi ia merasa kekanak-kanakan, tapi satu sisi inilah yang harus ia tempuh langka awal.


Waktu menunjukkan pukul 05.00 sore, Udin sudah selasai mengikuti ospek hari pertama.


"Akhirnya kelar juga drama ini." gumam Udin begitu ia sampai bertepatan parkiran sambil merengakan otot-ototnya


"Lama -lama kalau gini terus bisa remuk ini badan belum lagi nanti kuliah sambil kerja."


"Gak remuk ini cuma sekali aja gak selamanya." jawab dini tiba-tiba membuat Udin menoleh ke belakang.


"Mbak" sapanya.


"Besok-besok jangam telat tinggal 2 hari lagi kelar sudah masa pengenalan kampus.'ucap Dini yang di balas anggukan oleh Udin.


"Iya Mbak insyaallah tadi pagi anak saya demam makanya sedikit terlambat.


"Demam?" tanya Dini yang di balas oleh Udin


demam kenapa?Kalian kehujanan pualang dari cafe?" tanya Dini yang di balas anggukan oleh Udin.


"Sedikit aihhh."


"Ya sama aja din.... Gimana sih daya tahan tubuh kamu sama anak kamu ya jelas berberbeda." omel Dini membuat Udin menggaruk tengkuk sekilas lalu mengangguk.


"Iya sih mbak


"Uda berobat tapi?"


"Saya gak tau mbak kalau dari saya belum, gak tau dari Bu Indri sama Pak Edi." jawab Udin membuat Dini langsung memukul tangannya.


Plak!!!


"Lain kali kalau anak sakit gak usah ospek dulu." lanjut Dini membuat Udin kembali bingung.


'Lah gimana sih katanya ospek wajib orang telat dikit aja tadi pagi udah di suruh push up.ucap Udin dalam hati.


'Ya udah dek mbak saya pulang dulu ya kasian anak saya ." pamit Udin.


"Ya sudah....Ingat kalau Faisol masih sakit gak usah datang ospek


"Tapi absen saya Mbak?"


" udah itu mah aman saya yang ngurusin." jawab Dini yang di balas anggukan oleh Udin


"Baik Mbak kalau gitu saya pamit dulu assalamu'alaikum."


Walaikumsalam."


setelah melihat Udin sudah menjauh Dini memukul jidatnya.


"Apaan sih Dini?sejak kapan sejarah seorang Dini ngasih toleransi.Kemana sikap keras kepala Dini,gak apa-apa kah sekali ini doang." gumamnya sambil mengeleng- gelekan kepalanya.


Disisi lain begitu Udin sampai kantor.tidak sengaja ia berpapasan denga Robi di depan.

__ADS_1


"Mau kemana Rob?"


"Mau beli ke depan,eh anakmu....


Deggg


"Anakku kenapa?" tanya udin berusaha positif thingking.


"Sakit kayaknya tadi di bawa ke rumah sakit tapi sampai sekarang belum balik juga.


"Hah? Belum balik juga?" tanya udin kaget yang di balas anggukan oleh Robi.


Udin kembali menyalakan motornya menuju rumah sakit walaupun badanya sudah sangat lelah tapi mendengar anaknya tidak baik-baik saja, rasa lelah itu hilang seketika berganti dengan rasa khawatir.


Sampai di rumah sakit Udin lansung mengubungi Edi menanyakan anaknya, begitu dapat nomor kamarnya ia langsung buru-buru kesana.


Ceklek!


Edi dan Indri menoleh membuat Udin merasa tidak enak.


Bu,Pak,Faisol sakit apa? Tanya Udin hati-hati.


"Demam tinggi gak apa-apa itu karena dia sudah mau besar." jawab Edi yang di balas anggukan oleh Udin.


Ia mendekati putranya yang sekarang sudah di infus,air mata Udin tidak bisa di bendung walaupun dirinya laki-laki melihat anaknya sendiri tidak tega.


"Faisol...."bisik Udin membuat Faisol merasa terusik lalu membuka matanya.


Detik kemudian jagoannya itu tersenyum kearahnya membuat Udin ikutan tersenyum


Eugh...."Faisol menggeliat sambil melihat bapaknya membuat Udin kasihan.


"O iya...Gak apa-apa sayang, nanti juga sembuh kan jagoan bapak sangat kuat."lanjut Udin.


Semalam ia menjaga putranya di rumah sakit bersama dengan Edi dan Indri.


Keesokan harinya udin terbangun dari tidurnya buru-buru ia melihat putranya belum bangun.


"Din..."


"Iya Bu


"Kamu gak kuliah?" tanya Indri membuat udin bingung.


"Kayaknya gak usah dulu kali ya bu, Faisol lagi sakit soalnya.jawab Udin membuat Indri berpikir sejenak.


"Berangkat aja Din, toh disini ada bapak sama ibu yang jagain anak kamu. Jawab Edi membuat Udin menoleh.


"Tapi pak---


"Gak apa-apa kamu mahasiswa baru banget masalahnya jangan buat masalah dulu." potong Edi membuat Udin mangut-mangut.


Setelah ngobrol panjang akhirnya Udin memutuskan pulang kerumah subuh-subuh karena ia tidak membawa baju ganti dan sebagainya.

__ADS_1


Sampai di rumahnya Udin langsung buru-buru menyiapkan segala sesuatunya yang ia perlukan di kampus.


Setelah serasa aman Udin keluar dari rumah,namun belum sempat menutup tiba-tiba ia sudah di hadang oleh Maysaroh.


"Maysaroh..."


"Iya mas...jawabnya dengan santai sambil melihat kedua tangannya


"Ngapain kamu sepagi ini kesini?" tanya Udin


"Memang kenapa? Gak boleh ya suka-suka aku lah kan ini dulu rumah aku juga" jawab Maysaroh membuat Udin diam sejenak.


"Gak usah mulai Maysaroh masih pagi."


"Mau kemana kamu mas pagi-pagi begini uda rapi aja." ledek Maysaroh membuat Udin malas menanggapi istrinya tersebut.


"Berapa kali kubilang ini bukan urusanmu." ujar Udin yang di balas anggukan oleh Maysaroh.


"Iya sih, apalagi sekarang kamu udah ngejual Faisol ya kan pantes lah uang kamu banyak bisa kemana aja.


"Maysaroh stop! Aku gak punya urusan sama kamu dan satu lagi kamu harus ingat gak ada yang ngejual Faisol,paham kamu!" tegas Udin membuat Maysaroh tersebut miring.


Sekarang pergi maysaroh sebelum orang pada bangun nanti dikira ngapain lagi."


"Lah gak apa-apa, bagus dong Mas," jawab Maysaroh dengan santai


"Gak usah aneh-aneh kamu May." lanjut Udin lalu ia menyalakan motornya lalu meninggalkan Maysaroh begitu aja.


"****! Lagi-lagi dia sok jual mahal,apa sih sebenarnya pekerjaan mas Udin." gumam Maysaroh dalam hati.


Ia mengintip ke dalam rumah berusaha melihat apa aja yang ada di rumah namun hasilnya nihil,ia tidak bisa melihatnya.


"Maysaroh...ngapain kamu ngintip disini situ?"


Deg!


Maysaroh langsung kaget ia pura-pura tersenyum begitu berbalik supaya tidak ketahuan.


Eh.... Ibu, ini saya nungguin suami saya." jawab Maysaroh membuat ibu-ibu tersebut mangut-mangut.


" Sampai ngintip- ngintip kirain kenapa." jawab ibu tersebut membuat Maysaroh cengngesan.


Disisi lain sudah setengah jalan Udin merasa tidak bersemangat untuk kuliah akhirnya ia memikih libur seperti yang Dini katakan kemaren.


Udin memutar motornya lalu kembali ke rumah sakit karena perasaan tidak tenang.


Di kampus hari sudah menunjukan pukul 10 pagi, Dini belum melihat Udin sama sekali.Ia memcari ke kelompok Udin juga hasilnya nihil


'Dia kemana ya?Apa anak parah?'ucap dalam hati sambil matanya terus melihat ke arah gerbang berharap Udin datang.


Karena sudah kelamaan menunggu akhirnya Dini memilih mencari berkas Udin karena ia tidak mempunyai nomor ponsel Udin.


Lama ia membongkar berkas-berkas mahasiswa baru, belum dapat juga.

__ADS_1


Dini kamu ngapain sih bongkar itu semua nya? Kan itu uda selesai pemberkasan aduh....Bingung deh lihat ibu sekretaris." gumam salah satu anggota BEM yang baru saja masuk ke dalam ruangan.


__ADS_2