
Dua bulan bekerja Udin,sudah mahir bahasa inggris dan juga kinerjanya dari hari ke hari semakin bagus membuat Edi merasa bangga dan tidak salah pilih.
"Udin."
"Iya pak,"
"Sekarang lagi pendaftaran mahasiswa baru untuk kuliah saya daftarin kamu kuliah ya,"ucap Edi membuat Udin kaget.
"Tapi pak--
"Gak ada tapi-tapian Udin, kamu adalah laki-laki yang berkualitas harus di asah terus," ujar Edi membuat Udin terdiam sejenak lalu ia mengangguk.
Abua...bua..."tiba-tiba suara Faisol terdengar membuat Udin memcari sumber suara.
Ehh kemana bu?" tanya Udin melihat Indri menggendonh Faisol.
"Gak kemana-mana bosen aja di kamar anak kamu ini pengen lihat suasana baru." jawab Indri membuat Udin terkekeh begitu jugan dengan Edi.
Semakin kesini Indri tidak pernah bersedih lagi seperti dulu, hari-harinya sudah di penuhi dengan Faisol.
"Bubu...bu....
"Iya iya sayang,bapak paham kok.anak bapak ini uda abang-abang ya. Jawab Udin.
"Mau kemana Din? Tanya Indiri melihat Udin membawa-bawa ijazahnya.
Mau daftar kuliah bu." jawab Udin membuat Indri kaget.
"Kuliah?"
"Iya bu."
"Tapi kamu gak bawa Faisol kan kamu bakal pulang pergi aja gak sampe pindah?" tanya indri yang di balas anggukan oleh Udin.
Ia paham Indri sudah sangat lengket dan sayang pada Faisol
"Ya udah bu,pak pamit dulu ya,doain sukses." ucap Udin yang di balas anggukan oleh keduanya
"Dada dulu bapaknya, suruh Indri membuat Udin kembali mendekat lalu mencium putranya.
"Baik-baik ya nak jagan rewel,bapak berjuang dulu semoga lolos," ucap Udin, kemudian ia keluar dari ruangan Edi.
Sampai di depan kantor Udin hendak berangkat menghunakan motor karena Edi memberikan motornya untuk di pakai Udin sehari-hari.
"Mas!!!"
Udin menoleh lagi-lagi ia harus berhadapan dengan Maysaroh, ia kembali melepaskan helmnya lalu ia menatap Maysaroh dengan tatapn malas.
__ADS_1
"Apa lagi?"
Faisol mana? Sini anakku,aku mau bawa dia." ujar Maysaroh dengan santainya membuat Udin memutar mata malas.
"Anakmu?Dimana kamu saat dia butuh ibunya untuk menyusu, udalah Maysaroh ini gak bakalan ada habisnya kalau kita berdebat terus masalah Faisol." ujar Udin membuat Maysaroh menatap tajam sepertih pisau...
"Kamu yang selalu mancing-mancing aku mas sekarang kamu sudah menggugat cerai maksud kamu apa?tiba-tiba Maysaroh esmosi membuat Udin menaikan alisnya sebelah.
"Mau saya kita gak ada ikatan apa-apa lagi karena kelihatan sekali Maysaroh niat buruk kamu.Kamu hanya mengingikan uangku." jawab Udin membuat Maysaroh menarik nafas dalam-dalam.
"Gak Mas,aku mau rujuk."
Degggh!!
Udin melihat Maysaroh dengan tatapan mengejek lalu ia geleng-geleng .Ternyata nyali istrinya itu kuat juga demi uang.
Maaf May,aku gak bisa menjilat ludah kembali sekali tidak ya tetap tidak."ujar Udin membuat Maysaroh terdiam.
Mas aku serius aku mau kita rujuk sekarang cabut laporannya.ujar Maysaroh lagi membuat Udin tersenyum.
Gak May, gak mempan sekarang aku akui kamu cantik tapi kecantikan wajah kamu tidak sesuai dengan hati kamu yang terlalu busuk.
Ucap Udin membuat Maysaroh mengepalkan tanganya tapi sebisa mungkin ia berusaha baik-baik pada Udin.
" Jika kamu ingin bertemu Faisol nanti malam aku bawa dia ke rumah orang tuamu.ucap Udin memberi jalan tengah.
"Kenapa harus ke rumah orang tuaku sekarang aja." bantah Maysaroh.
Setelah melihat Udin menjauh Maysaroh langsung menggerutu.
"Sial! Kok bisa sihh mas Udin makin keren aja tiap hari." gumamnya lalu berjalan menuju warung depan kantor Edi.
"Bu beli Aqua satu."ucap Maysaroh sambil matanya menatap lurus ke depan.
Beberapa saat kemudia sedikit kaget melihat perempuan menggendong Faisol dan ya jelas Faisol jauh berbeda dengan dua bulan yang lalu.
Faisol."gumam Maysaroh lalu ia buru-buru bangkit dari duduknya.
Maysaroh berjalan menujuh parkiran karena ia melihat perempuan itu membawa putranya bersam laki-laki.
Permisi." panggil Maysaroh membuat keduanya menoleh.
"Iya," jawab Indri sambil mengusap-usap Faisol dengam lembut.
"Ini Faisol?" tanya Maysaroh hati-hati yang di balas anggukan oleh Indri.
"Iya ini Faisol."
__ADS_1
"Kenapa bisa sama ibu? Tanya Maysaroh mulai penasaran.
Ini bukanya perempuan yang selalu hadang Udin, istrinya Udin kalu gak salah." gumam Edi dalam hati.
"Boleh saya minta anak saya."
Deggg!
Maysaroh kaget lalu ia menggeleng,Edi yang melihat itu langsung menuntun Indri masuk ke dalam mobil.
"Kenapa harus masuk saya mintak anak saya!" tegas Maysaroh membuat Edi tersenyum.
"Coba tanyain dulu sama Udin karena selama ini yang saya lihat bapak dan ibu bayi ini ya cuma Idin." jawab Edi membuat Maysaroh gelagapan.
Kamu istrinya Maysaroh kan yang ninggalin rumah sama anakmu sendiri?" lanjut Edi membuat Maysaroh mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Gak usah bahas sampai sana saya cuma minta anak saya!" tegas Maysaroh membuat Edi tersenyum lalu mengangguk.
"Iya sih sekarang kamu minta izin dulu sama bapak ibunya Faisol yaitu udin,minta izin dulu sana." lanjut edi lalu ia masuk ke dalam mobil.
Shittt!" Umapt Maysaroh.
Ia berbalik hendak kembali ke warung tadi namun lagi-lagi ia di kagetkan dengan Robi
Ini bukanya teman mas Udin kalau lagi nguli," ucap Maysaroh dalam hati.
Berbeda dengan Robi yang juga melihat Maysaroh sekarang memperhatikan dirinya.
Ini Mak lampir ngapain keliaran melulu sihh, kan bikin serem."ucap Robi dalam hati.
Mas kamu temanya mas Udin kan? Tanya Maysaroh yang di balas anggukan oleh Robi.
Mas Udin sekarang kerja apa sih?Maksudnya kan dulu kuli bangunan kok deket malah pakai-pakaian jas segala? Tanya Maysaroh membuat Robi mengatur nafasnya berkali-kali.
"Ok Udin kerja apa?Dia sekretaris bos ya mungkin dengan gaji-gaji 7-10 juta perbulan.ucap Robi memanas-manasi Maysaroh padahal dirinya tidak tau Udin gajinya berapa.
Sekarang saya tanya kalau orang berjas itu dari golongan mana?Kuli bangunan gak boleh ber jas?" tanya Robi balik membuat Maysaroh bingun.
"Ya saya gak tau intinya saya nanya kenapa mas Udin begini." tegas Maysaroh membuat Robi terkekeh.
"Kenapa ya?um....setau saya Udin itu orang yang ambisi sekali jadinya ia ingin membuktikan pada dunia kalau dia itu bisa sukses dan kaya.
Lebih tepatnya ini Udin di fase pembuktian gak cuma ngomong doank,lanjut Robi lalu ia meninggalkan Maysaroh begitu saja.
Lagi-lagi Maysaroh menarik nafas dalam dalam rasanya ia tidak percaya semua ini. Maysaroh kembali ke warung untuk menenangkan hatinya.
Aku harus bisa balikan sihhh apapun caranya aku akan lakuin,mohon -mohon juga gak apa-apa ucap Maysaroh dalam hati lalu ia kembali meminum aqua di depannya.
__ADS_1
Harus dapat! Gumanya tegas membuat penjaga warung sedikit kaget.
Anak muda zaman sekarang kenal sihh? Ehh tiba-tiba ngegas santai dong."kesal ibu penjaga warung itu.