Perjalan Hidup Seorang Kuli

Perjalan Hidup Seorang Kuli
Bingun


__ADS_3

Deg!


"Mbak."


"Eh Din maaf kalau saya ganggu," ucap Dini merasa tidak enak.


"Nggak kok Mbakk,saya yang minta maaf,Mbak udah nunggu lama?"tanya Udin yang di balas gelengan oleh Dini padahal ia sudah menunggu kurang lebih satu jam.


" ya sudah ayo masuk dulu Mbak,Faisol tidur lagi kelamaan di luar," lanjut Udin.


"Eh gak usah lagi sibuk ya,saya juga buru-buru kok cuma mau nganterin ini akan buat Faisol." ujar Dini membuat Udin melirik Naumi sekilas.


Ini bukan kakak senior anak BEM ya Naumi dalam hati.


"Eugh...Ma...." tiba-tiba Faisol bangun lalu melihat Dini membuat Dini langsung tersenyum.


"Eh uda bangun...Capek ya " gumam Dini memdekati Naumi.


"Boleh saya gendong?" tanya Dini yang di balas anggukan oleh Naumi.


"Em....mbak saya tinggal sebentar boleh gak mau kedepan sama Naumi," ucap Udin.


"Iya-iya silahkan," jawab Dini.


Udin membuka pintu rumahnya lalu mempersilakan Dini masuk ke dalam


"Kami tinggal sebentar ya mbak."


"Iya."jawab Dini lalu ia masuk de dalam rumah sambil membawa tentengannya.


Lain halnya dengan Naumi yang merasa banyak pertanyaan di otaknya sekarang.


Em.....itu siapa? Tanya Naumi saat mereka sedang berjalan menuju fotocopy membuat Udin menaikan alisnya sebelah.


"Kamu gak kenal itu siapa?Ngapain aja pak ospek?" ujar Udin.


'Ya gak gitu...Aku ngerasa gak asing sih mukanya cuma maksudnya kenapa bisa kenal sama kamu gitu?" tanya Naumi.


"itu sekretaris BEM orang dia sering sambutan kok, kenapa kenal? Ya...mungkin karena saya ganteng."jawab Udin membuat Naumi melihat Udin.


Najis!"


"Dih....Suka-suka saya lah," jawab Udin membuat Naumi memutar mata malas.


"Si kakak itu kenal sama anak kamu juga?" lanjut Naumi masih penasaran.


"Kenal,dia sering jenguk Faisol," jawab Udin membuat Naumi mangut-mangut.


"Gak,main-main ya semester satu gebetannya semester akhir," ledek Naumi membuat Udin mengerutkan keningnya.


"Emang ada yang salah ya?" tanya Udin dengan santainya yang di balas gelengan oleh Naumi.


"Ya gak sih."


" Ya udah..."


"Iya...! Berisik banget jadi cowok gak mau kalah." omel Naumi membuat Udin terkekeh.

__ADS_1


Hampir 15 menit mereka menunggu antrian akhirnya makalah mereka selesai.


"Berapa Mbak?" tanya Udin 20.000 ribu," jawab mbak tersebut membuat Udin merogoh saku celananya lalu ia memberikan Uang tersebut.


"Kita patungan 10 ribu ya," ucap Naumi membuat Udin menoleh.


"Gak usah, tàdi kan kamu yang ngerjain saya gak bisa ngetik karena Faisol tidur." jawab Udin.


"Em...iya sih, kamu kerja apaan emang segala bayarin ini?"membuat Udin menoleh sekilas.


"Harus banget ya kamu tau semuanya?" tanya Udin membuat Naumi melotot


"Gak usah kepedean ya,aku pengen tau aja gak lebih," ujar Naumi membuat Udin terkekeh.


"Iya-iya, saya kuli bangunan." jawab Udin membuat Naumi langsung berhenti.


"Hah?Becandakan?" ujar Naumi tidak percaya yang di balas gelengan oleh Udin.


"Nggak saya gak bercanda saya berawal dari kuli bangunan." jawab Udin, buru-buru Naumi memgambil uang 10 ribu dari tasnya.


"Ini... Gak jadi di bayarin." ucapnya lalu memberikan uang itu ke tangan Udin membuat Udin menaikan alisnya sebelah.


"Memangnya kenapa?" tanya Udin.


"Gak apa-apa," jawab Naumi sedikit ketus membuat Udin geleng-geleng.


"Terserah." jawab Udin lalu memasukan uang itu ke kantong.


"Iya sekali kita bagi buat kamu yang mana aja pas presentasi buat aku yang mana." jawab Naumi yang di balas anggukan oleh Udin.


Udin mengambil ponselnya lalu membuka pesan dari Edi.


(Udin,besok) kuliah sampe jam berapa?) tanya Edi.


( Besok saya masuk siang Pak,pagi ke kantor dulu) jawab Udin.


(Ok deh kalau gitu, ada yang mau saya obrolin)


(Siap pak )


Tidak lama kemudian mereka sampai di depan rumah Udin.


"Kita bahas di sini aja deh, takut Mbaknya keganggu." usul Naumi lalu mereka duduk di kursi panjang yang berada di dekat pintu.


Dini yang mendengar itu dari dalam rumah langsung menoleh dengan Faisol yang masih setia di gendongannya.


"Sekarang umur kamu udah masuk 8 bulan ya sayang, nih ciba makan roti ini dulu." ucap Dini mengajari Faisol makan roti yang lembut


Awalnya Faisol merasah aneh di mulutnya sehingga ia memuntakannya membuat Dini tekekeh lucu melihatnya.


"Gak apa-apa sayang,ini udah bunda searching di google ayo di coba lagi yok daripada kamu hisap jari terus." ucap Dini lalu menyuapi Faisol pelan-pelan


"Assalamualaikum."


"Walaikumsalam." jawab Dini lalu menoleh ke belakang.


"uda selesai?" tanya Dini yang di balas anggukan oleh Udin.

__ADS_1


"iya mbak uda selesai." jawab Udin lalu duduk di dekat Faisol


"Faisol makan apa Nak? Tanya Udin begitu melihat anaknya mangunyah-unyah.


"Makan roti dia." jawab Dini membuat Udin sedikit kaget.


" emang boleh mbak? Bukanya baru boleh makan sun ya?" tanya Udin.


" Boleh lah,makannya sering-sering baca di gogle biar kamu tau perkembangan anak kamu." ujar Dini membuat cengengesan


" Mbak dari mana tadi sampe bisa kesini?" tanya Udin.


"Mbak sendirian di rumah?"


"Nggak sendirian juga sih, ada mbok ya gitu lah." jawab Dini membuat Udin mangut-mangut.


"Skripsi Mbak sudah selesai?" tanya Udin membuat mood Dini langsung hancur.


"Bisa gak jangan bahas-bahas skripsi pusing tau gak." ujar Dini membuat Udin langsung terdiam.


"oh sorry Mbak."


"itu mah ntar juga kelar kalau udah di tagih sama pembimbing jawab Dini


"Iyah sih, Saya gak paham lagi." jawab Udin membuat Dini menggeleng.


"Gak usah di pikirin kamu masih semester satu fokus aja sama tugas kuliah." ujar Dini yang di balas anggukan oleh Udin.


"Ya udan Udin kalau begitu saya pamit ya,itu ada sedikit makanan dari mbok buat kamu sama ini buat Faisol." ujar Dini lalu ia bangkit dari duduknya membuat Udin heran.


"Mbok ngasih makanan?"tanya Udin bingung.


"Hu um...ya sudah kalau begitu saya pamit yaa assalamualaikum." lanjut sini lalu ia buru-buru keluar meninggalkan Udin yang masih bingung.


'Masa si mbok ngasih makanan?" kan mbok juga kerja di rumahnya.' gumam Udin dalam hati.


Ia menggendong Faisol menyusul Dini ke depan ia melihat Dini sedang memutar mobilnya.


"Makasih ya Mbak udah datang jenguk Faisol,sampaikan sama mbok makasih buat makananya." ucap Udin yang di balas aggukan oleh Dini.


Da....da .....Faisol." ucap Dini sambil melambaikan tangannya membuat Faisol yang sedang asik dengan rotinya langsung menatap Dini dengan serius.


Sebenarnya Dini merasa sangat senang jika bertemu dengan Faisol, tapi apa boleh buat dia juga tidak ingin Udin berpikiran aneh-aneh tentangnya.


"Da da bundanya sayang." ucap Udin menuntun tangan Faisol membuat Dini tersenyum lalu ia mengklakson mobilnya


Tit! Tit tit


Begitu mobilnya keluar dari gang, Dini mengatur nafasnya berkali-kali sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


"Apaan sih Dini?Masa gara-gara anak kecil aja kamu mewek huh....


Mana Dini yang dulu, yang tidak peduli sama siapapun." gumamnya sambil nengatur napasnya berkali-kali.


"Apa mungkin aku cemburu sama Udin? Ah gila mana mungkin, pastih aku lagi stres aja ini." gumamnya lagi lalu ia menyalakan musik untuk menenangkan hatinya.


Jangan lupa kasih comen dan like ya guys biar aku makin semangat up 1---2 kali sehari meskipun gak lolos kontarak. Love you guysss

__ADS_1


__ADS_2