
"Dan kamu?" tanya Dini.
" Hah? Apanya Mbak?" tanya Udin balik membuat Dini menaikan alisnya sebelah.
" Mau lanjut s2?" pertanyaan Dini membuat Udin menelan ludanya dengan susah payah.
"Em...Saya tidak tau Mbak sepertinya sih gak ya, saya mah yang penting selesai S1 udah syukur alhamdullilah banget setidaknya saya punya pendidikan kuliah." jawab Udin membuat Dini mangut-mangut.
" Gak apa-apa tau bercita-cita tinggi gak masalah, oh atau jangan-jangan kamu mau nikah ya?" tebak Dini membuat Udin menggaruk tengkuknya sekilas.
"Siapa sih Mbak yang mau sama orang kayak saya." ujar Udin
"Heh...Perasaan kamu sok ganteng mulu sekarang malah ngomong gini, gak boleh minder semua ada jalannya." lanjut Dini yang di balas anggukan oleh Udin.
" Mbak itu udah rebahin aja, kasihan Mbak mau pulang nanti kemalaman." ucap Udin,Dini merebahkan Faisol di ranjang lalu menyelimuti anak kecil itu.
"Bunda pulang dulu ya sayang." bisik Dini.
Setelah itu ia mengambil tasnya dan Udin mengantarkan Dini ke depan.
"Mbak makasih banyak loh makananya sama makasih juga udah mau di panggil bunda sama Faisol." ucap Udin yang di balas anggukan oleh Dini.
"Saya mau di panggil Bunda sama Faisol bukan bearti saya mau sama kamu ya, itu semua demi Faisol."tegas Dini yang di balas anggukan oleh Udin.
"Siap Mbak saya paham kok,saya juga gak berharap lebih." lanjut Udin.
"Ok, kalau gitu saya pulang ya kalau ada apa-apa kabarin aja." lanjut Dini
setelah mobil Dini menjauh Udin kembali menutup pintu lalu ia masuk ke dalam,ia melihat putranya sudah terlelap.
"Maafin bapak ya Nak, gara-gara bapak kamu benar-benar tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu." gumam Udin sambil mengusap-usap kepala Faisol.
Ke esokan harinya Udin melihat jadwal perkuliahanya di mulai jam 10 pagi.Saat siap-siap tiba-tiba ia merasa tidak enak jika ke kantor hanya untuk mengantar Faisol.
"Bimbingan akademik katanya cuma satu jam, gimana ya?" gumam Udin sambil berpikir, ia melihat Faisol sedang tengkurap di atas ranjang.
"Mbak Dini." gumam tiba-tiba ia mengambil ponsel.
(Hallo)
(Mbak)
(Iya udin kenapa?)
(Mbak jam 10 sibuk gaķ?)
Tanya Udin membuat Dini mengerutkan keningnya.
__ADS_1
(Gak kok kenapa)
(Em...Saya ada bimbingan akademik jam 10 Mbak sekitar satu jam an,sebenernya saya mau aja nganter Faisol ke tempat Bu Indri tapi satu sisi saya tiba-tiba merasa tidak enak.
Jadi niat saya nanti datang kesana bersama Faisol setelah selesai bimbingan aja,niatnya sih....) terang udin membuat Dini paham.
(Kamu mau nitipin Faisol ke saya?) tanya Dini membuat Udin menggaruk tengkuknya sekilas.
(Em....Kalau Mbak gak keberatan sih tapi kalau misalnya Mbak sibuk gak apa-apa kok mungkin saya anterin aja ke tempat Bu Indri) ujar Udin.
(Eh jangan bawa sini aja,saya di ruang BEM kok sambik ngermtik skripsi.
(Bawa sini aja saya yang jagai) ucap Dini membuat Udin tersenyum.
(Mbak yakin?Saya takut ngerepotin) ucap Udin.
(Gak kok saya juga udah sumpek banget ini sma skripsi, mau rilek dulu bawah sini aja Faisol) lanjut Dini.
(Baik Mbak kami berangkat sekarang)lanjut Udin.
Setelah itu ia langsung mendekati putranya lalu menganti pakaian Faisol.
"Faisol nanti sama Bunda Dini dulu ya Nak sepanjang bapak kuliah, gak lama kok." gumam Udin
Setelah selesai mereka langsung berangkat ke kampus.
Tidak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di parkiran kampus, Udin sedang merapikan kain gendongan sebelum turun dari motor.
Udin menoleh setelah melihat Dini datang menghampiri mereka.
Mbak kenapa repot-repot kesini tadi saya niatnya mau ngaterin Faisol ke ruanga BEM. Ucap Udin.
"Gak usah sini biar saya gendong." ujar Dini, sebenernya Udin merasa tidak enak karena banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka.
Tapi melihat Dini bodo amatan membuat Udin sedikit agak lega.
" Ya udah kamu kuliah sana." suruh Dini yang di balas anggukan oleh Udin.
"Ini tas Faisol Mbak butuh apa-apa semua ada di dalam." ucap Udin yang di balas anggukan oleh Dini.
Setelah Udin pergi Dini membawa Faisol ke ruangan BEM.
"Aduh panas baget sayang harinya, maaf ya," gumam Dini lalu mendekap Faisol dengan erat supaya tidak panasan.
Ia juga sedikit menundukkan kepalanya menutupi wajahnya Faisol supaya tidak terkena sinar panas matahari lalu ia berlari pelan-pelan menuju kantor BEM.
"Huh...Akhirnya kita sampai" ucap Dini.
__ADS_1
"Darimana aja Dini?Buset...itu anak siapa?" tanya Eky begitu melihat Dini mengendong bayi.
"Ini anakku."
"Demi apa?Kamu bohong kan?" tebak Eky pasalnya dari semester 3 ia sangat menyukai Dini tapi karena Dini tipe cewek yang galak dan tegas sehingga ia selalu mundur.
Apalagi Dini sudah tahu jika Eky laki-laki banyak pacar jelas Dini akan menolak mentah- mentah
"Ini anak temenku, ganteng kan?" gumam Dini.
"Tapi kamu ngapain bawa anak kesini sini, ini kampus," ujar Eky membuat Dini menatap tajam.
"Masalahnya dimana?Ya terserah dong lebih mending ngasuh anak sih di kampus dari pada ngasuh pacar." sindir Dini membuat Eky gelagapan.
"Iya apaan sih?Gak jelas banget," elak Eky membuat Dini tersenyum miring
" Kamu pikir aku gak tau apa kamu itu buaya darat,semua cewek di embat.lnsaf woy gak selamanya yang begitu indah." omel Dini membuat Eky menutup telinganya.
"Uda aih berisik banget, urus tu anakmu." ujar Eky membuat Dini mengangguk.
"Ia iya jelas ini akan ku urus,"jawab Dini.
Satu jam kemudia, Udin selesai bimbingan akademik.Sebenernya ia ingin menjemput Faisol langsung ke ruanga BEM
Namun satu sisi ia merasa tidak enak karena mahasiswa baru sudah lancang ke kakak senior.
Udin memilih menunggu di parkiran supaya ia juga lebih cepat.
Dari kejauhan ia melihat Dini menggendong Faisol dengan erat. Udin langsung berdiri.
:Ya allah mbak maafin saya sudah merepotkan mbak begini," ucap Udin yang di balas gelengan oleh Dini.
" Gak kok santai, so sekarang kalian mau kemana?" tanya Dini
"Em itu mbak ke tempat bos saya dulu siapa tau saya masih bisa bekerja setengah hari," jawab Udin membuat Dini mangut-mangut
Disisi lain Eky yang buru- buru ingin ketemu dengan ceweknya, tiba-tiba di parkiran ia langsung berhenti karena melihat Dini sedang mengobrol dengan laki- laki yang tidak ia kenal.
" Siapa yang ngobrol sama Dini, kenapa malah yang gendong anak si cowok itu." gumam Eky pelan- pelan lalu ia menunggu Udin benar'- benar pergi,Eky diam- diam datang dari belakang Dini.
"Itu siapa?"
Astagfirullah!"Dini kaget mendengat suara itu ia langsung berbaliknya lalu...
Plak!!!
Ia memukul tangan Eky karena kesal dengan ulah ketuanya tersebut.
__ADS_1
"Bisa gak jangan ngagetin!" sewot Dini membuat menutup telinganya sebentar.karena suara Dini cempreng.
Itu temenmu?" tanya Eky membuat Dini terdiam sejenak lalu melipat ke dua tangannya