
Kamu kenapa ninggalin Udin, May?"
Deg!
Maysaroh langsung mati kutu, tetapi sebisa mungkin tetap santai.
"Ya gak apa, pengen ngasih hukuman aja sich bukan ninggalin.jawab Maysaroh membuat tetangganya mangut-mangut.
"Eh...Maysaroh datang kesini dari mana aja nih suamimu pahlawan banget kerja sambil ngurus anak " tiba-tiba Bu neng datang menghampiri saat melihat mereka ngobrol.
'Duh...ini tetangga-tetangga repot amat sih ngurusin hidup orang," ujar Maysaroh dalam hati.
"Hehh...malah melamun."
"Eh gak ko Bu, saya gak mungkinlah ninggalin suami saya, itu saya cuma ngasih dia pelajaran biar dia sukses.
Dan benar saja begitu di kasih hukuman, tiba-tiba aja uda naik daun aja, ujar Maysaroh dengan bangganya membuat tetangganya mangut-mangut
Dari kejauhan Udin nampak menikmati perjalanan pulangnya, namun tiba-tiba menghentikan motornya saat melihat dari kejahuan banyak orang di depan rumahnya.
"Maysaroh, ngapain lagi dia?Duh...bisa sampek besok ini urusan gak kelar-kelar gara-gara Maysaroh.
Kita gak usah pulang dulu ya Nak,susah ngomong sama ibu kamu tuh kepala batu, gak ada gunanya.'ucap Udin dalam hati sambil memutar motornya.
"Eh...eh itu sih Udin bukan kenapa malah pergi lagi?" ucap bu neng sambil menunjuk Udin membuat Maysaroh menoleh.
"Mas Udin sekarang benar benar jual mahal sekarang.umpat mmMaysaroh dalam hati.
Disisi lain Udin melakukan perjalanan menuju rumah Edi, rasanya itu adalah jalan yang terbaik.
Duh...gerimis kita cari tempat neduh dulu.gumam Udin lalu ia menepikan motornnya di sebuah cafe
Masuk dulu aja kali ya, beli kopi atau apa. Lanjutnya lalu ia masuk ke dalam.
"Mbak kopi satu." ucap Udin yang di balas anggukan oleh perempuan itu sekaligus matanya terus ke arah Faisol yang berada di gendongannya.
Silakan duduk aja dulu mas, nanti saya antarkan."jawab pelayan itu.
Udin melihat-lihat tempat duduk yang kosong karena hujan cafenya full.
"Kita kesana aja dekat kaca." guman Udin lalu berjalan menuju meja tersebut
Mbak maaf, boleh saya duduk disini." ucap Udin
Iya silakan." jawab perempuan lalu mendongak,detik kemudian matanya melotot melihat itu adalah Udin.
"Kamu."
Mbak,"sapa Udin lalu ia duduk berseberangan dengan Dini.
__ADS_1
Itu anak siapa?" tanya ini melihat Faisol yang anteng di gendongan Udin.
"Anak saya mbak." jawab Udin membuat Dini langsung menaikan alisnya sebelah.
"Gimmick...Gak usah bohong bisa gak sich...saya serius ini." kesal Dini membuat Udin ikutan heran.
"Saya gak bohong mbak ini anak saya." jawab Udin tidak kalah serius
Deg!
"Eugh...Yah...."tiba -tiba Faisol kasak-kusuk mintak di turunin dari gendongn Udin.
"Mau kemana nak? Ini gak di rumah sayang." ucap Udin lalu ia mendirikan Faisol di pangkuannya.
Dini yang melihat itu binggung sekaligus senang apalagi sekarang Faisol melihat ke arahnya.
"Boleh saya gendong?" tanya Dini membuat Udin menoleh.
"Hahhh?"
"Saya mau gendong." lanjut Dini membuat Udin mengangguk lalu ia berdiri memindahkan Udin kepangkuan Dini.
"Hay..." ucap Dini
Mendirikan Faisol di pangkuannya membuat bayi itu tertawa.
"Nama kamu siapa?Aduh...Pipi kamu gembul banget sayang." ucap Dini lalu memcium pipi Faisol dengan gemas.
"Hum..." dehem Udin.
'Nama yang bagus, kamu juga ganteng banget Faisol..." ujar dini dengan gregetnya.
Iyalah bapaknya juga ganteng." timpal Udin membuat Dini menoleh lalu menatap Udin tajam.
"Saya gak bilang kamu ya." sewot Dini.
" ya walaupun tetap saja saya merasa karena Faisol anak saya." lanjut Udin membuat Dini menghela nafas panjang.
"Masa sih ini anak kamu? sekarang usia kamu berapa? Tanyak Dini membuat Udin melipat kedua tangannya
"29 tahun."
"hahh?"
29 tahun? Ngapain aja kamu kenapa baru daftar kuliah sekarang?" tanya Dini lagi penasaran.
"Kepo ya...." ledek Udin membuat Dini melotot.Gak usah kegeeran!" kesal Dini membuat Udin terkekeh.
"Saya nikah sama Maysaroh kalau kamu ingat perempuan yang tadi itu istri saya!" terang Udin
__ADS_1
Deg!
"Istri?"
" Iya itu istri saya dan ini anak kami.Tapi karena saya hanya kuli bangunan dia ninggalin saya dan Faisol waktu itu masih berumur 5 bulan." terang Udin sambil menyeruput kopinya yang baru aja di antarkan.
Terus kalian cerai gitu?Dan Faisol dari 5 bulan kamu yang ngurusin?" lanjut Dini
" Cerai sih belum, cuma saya sudah menggugatnya, capek di hina terus setiap hari." ujar Udin membuat Dini terdiam.
"Kamu bisa ngurusin Faisol sendiri?" tanya Dini memastikan.
Gak saya sendiri sihhh....Kebetulan bos tempat saya kerja sekarang gak punya anak, jadinya dia selalu meminta Faisol untuk di titipkan padanya saat saya kerja atau ke kampus." jawab Udin membuat Dini mangut-mangut.
Tiba-tiba Faisol mengalungkan tanganya di leher Dini membuat Dini sedikit kaget.Maaf ya kayaknya Faisol ngantuk, kalau gak sini sama saya aja." ujar Udin yang di balas gelengan oleh Dini.
Gak usah saya bisa kok," ucap Dini
"Yakin?"
"Gak usah mulai ya." kesal Dini membuat Udin terkekeh.
"Terus itu tadi istri kamu nyamperin itu ngapain?" tanyak Dini lagi kali ini ia mulai berdiri untuk menimang-nimang Faisol.
"Yah... Biasalah perempuan begitu dan lihat saya punya kerjaan tetap dan bisa menghidupi Faisol sendiri, dia malah mintak balik lagi dengan alasan Faisol." ujar Udin membuat Dini mangut-mangut.
Gitu amat ya." gumam Dini yang di balas anggukan oleh Udin.
Yah...Begitulah saya sadar sekarang menikahi orang cantik dan kaya itu gak mudah, apa lagi dengan kondisi saya yang seperti ini.
Saya juga bingung kenapa saya tidak berpikiran kesana dari kemaren -kemaren." ujar Udin yang di balas anggukan Dini.
"Iya sih tapi saya mau lurusin aja sih ya...Gak semua perempuan kayak gitu, mungkin istri kamu begitu ya biar jadi pelajaran buat kamu." ujar Dini membuat Udin menaikan alisnya sebelah.
Masa?"
"Iyalah, saya buktinya gak gitu dengan kamu bilang semua perempuan begitu saya doang salah satunya." lanjut Dini sambil menatap Udin dengan sorot mata membunuh membuat Udin terkekeh.
"Iya juga ya."
"Makanya kalau ngomong itu di saring." kesal Dini
"Emang kamu cantik dan kaya kan tadi saya bilang yang cantik dan kaya?" lanjut Udin membuat Dini semakin kesal.
"Bisa gak jangan bikin esmosi, ini anak kamu tidur.Namanya perempuan semuanya cantik urusan kaya ya...semua kaya kalau saya definisi kaya buat saya ya kaya hati," tegas Dini membuat Udin tersenyum sambil mangut-mangut.
"Uda tidur ya?" tanya Dini yang di balas anggukan oleh Udin, Dini membenarkan tidurnya Faisol digendongannya
Bayi itu menggeliat sekilas lalu kembali ridur memebuat Dini tersenyum lalu ia mencium wajah Faisol dengan sayang.
__ADS_1
"Mimpi indah ya sayang....cepat besar jadi anak yang baik budi." gumam Dini membuat Udin semakin tersenyum melihat keduanya.
"Banyak yang sayang sama kamu Nak.