
"ini beneran Faisol?"gumamnya tanpa sadar.Maysaroh bahkan tidak berkedip,anaknya tersebut tiba-tiba rasa kangen menjalar.
Tapi detik kemudian ia langsung mengeleng-gelengkan kepalanya,menepis semua perasaan itu.
"Aku harus membuktikan pada mas Udin,kalau aku gak menderita juga,setelah lepas darinya,"ucap Maysaroh lalu melemparkan ponselnya keranjang.
"Maysaroh."
"Iya Bu,"
"Apa tadi kamu bilang?Bu ada sedikit dengar tadi kamu mau balas dendam sama Udin?"tanyak Wiwin membuat Maysaroh langsung gelagapan.
G---gak kok Bu,"
"Gak usah aneh-aneh Maysaroh,dengan meninggalkan anakmu seperti itu.Ayah dan ibu sudah kecewa banget sama kamau.
Dulu kamu yang minta-minta tolong,biar di restuin sekarang apa ini?Gak nyampe dua tahun pernikahan kamu sudah hancur begini!"tegas Wiwin.
"Bu jàngan ungkit-ungkit masa lalu bisa gak?"
"Gak bisa!Kamu terlalu batu di bilangin gak pernah nurut sama orang tua.Dulu ibu tidak suka sama Udin karena dia miskin.
Tapi melihat sekarang perjuangan membesarkan Faisol,ibu jadi beruba pikiran."ujan Wiwin membuat Maysaroh bingung.
Maksud ibu? Ibu belahin mas Udin gitu?gak berkembang bu,jalan di tempat perekonomiannya iya yang ibu bela?"sanggah Maysaroh membuat Wiwin tidak habis pikir
Apa kamu lebih baik dari pada Udin sekarang?Dengan kondisimu seperti ini kesana-kemari keluyuran dengan lelaki yang bukan muhrimmu.
Kamu lebih mrasa unggul di banding Udin yang banting tulang bawa anaknya?"cecar Wiwin membuat Maysaroh mengangga.
"Mama kenapa sih marah-marah?"kesal Maysaroh
"Intropeksi diri kamu Maysaroh,gak ada gunanya harta kalau suatu saat kamu hanya butuh anak dan suami.
Ok,kamu gak butuh Udin tapi Faisol?itu anak uang kamu lahirin sendiri?Dengan gampangnya kamu bilang sekarang tidak peduli,ibu tidak mengerti jalan pikiranmu sekarang!"lanjut Wiwin.
Deggg!
"Intropeksi dirimu."
Brak
Wiwin keluar dari kamar Maysaroh dengan keadaan esmosi.
"Sial!Bisa -bisanya mereka bela mas Udin!'umpat Maysaroh dalam hati.
Disisi lain.Udin tersenyum puas setela mengirim video itu,lalu ia mendekati putranya.
Anak bapak tidur ya Nak,ini susunya.Semangat terus ya,kita gak tau besok apa yang akan kita hadapi,"ujar Udin merebahkan Faisol pelan-pelan di ranjang.
Hampir 10 menit,ia mengusap-usap alis Faisol.Akhirnya bayi itu tidur membuat udin tersenyum lalu menyelimuti Faisol.
Setelàh itu,ia kembali ke sajadahnya melanjukan zikirnya.Ia mendengarkan ponsel berbunyi tanda ada pesan masuk.
Tapi ia acuh,karena tidak lain dan tidak bukan adalah Maysaroh.
Hampir satu jam Udin berzikir membuat dirinya mengantuk.
__ADS_1
Udin langsung bangkit laku mendekati putranya yang sudah begitu pulas.
Belum sempat merebahkan tubuhnya,ia meraih ponsel lalu membuka pesan.
[Udin besok kamu kerja di kantor Bapak,jangan khawatir Bapak akan mengajarimu ya. Bawa Faisol sekalaian nanti Faisol di jaga sama ibu kamu.kami tunggu ya]
Din tersenyum membaca pesan dari Edi itu, kemudia ia menoleh kesamping lalu mencium pipi Faisol.
"Kamu pembawa rezeki buat bapak ,Nak."lanjut Udin lalu ia merebakan tubuhnya di samping Faisol
****
Keesok harinya,pagi-pagi sekali Udin sudah bangun memasak nasi untuknya dan memasak air panas untuk susu Faisol.
Setelah itu ia menyiapkan air hangat lalu memandikan putranya.
Pukul 7 lebih Udin langsung berangkat dengan Faisol yang berada di gendonganya.
Sebelum menjalankan motor Udin terlebih dahulu memastikan Faisol,ia balut anak kecil itu
Dengan selimut yang tebal.supaya tidak begitu kedinginan di sepanjang jalan.
Sekitar 30 menit menempuh perjalanan,akhirnya mereka sampai.
Udin melihat jam sudah hampir jam 8,tanpa membuang waktu ia langsung naik menuju ruangan Edi.
Tok!tok!tok
"Masuk"
"Ehhh Udin sini." ajak Edi,Udin langsung melongarkan kain gendongannya.
Indri yang baru saja keluar dari kamar pribadi suamingy itu,langsung kaget melihat udin sudàh datang.
"Sini ibu yang gendongin ucap Indri yang di balas anggukan oleh Udin
"Ya Allah ...ibu kangen banget sama Faisol, semalaman ibu hampir gak bisa terus memikirkan bayi ini.Takut iya rewel ,takut bangun tengah malam,buang air besar atau kecil.
Tapi.alhamdulillah semuanya baik-baik saja." lanjut Indri, lalu mendekap Faisol dengan penuh kasih sayang.
Ya sudah,Udin sekarang kamu sini Bapak,sembari kamu kerja,kamu harus banyak belajar di kantor iñi." lanjut Edi yang di balas anggukan oleh Udin.
Tolong kasih berkas ini ya ke lantai dua.bilang dari saya segera di perbaiki." Suruh Edi yang di balas anggukan oleh Udin.
Begitu ia sampi di lantai dua,Udin pelan-pelan mendengar obrolan para karyawan.
Hey bro whi are you?"tanya salah satu karyawan laki-laki membuat Udin gelagapan pasalnya ia tidak mengerti bahasa inggris.
Sehari Udin bekerja di kantor,lebih tepatnya seperti asisten dan sekrestaris pribadi Edi.
Sebenarya Udin sangat menyukai pekerjaan ini si samping ia bisa melihat putranya ia juga bisa belajar banyak.
Hanya saja Udin merasa insecure karena belum bisa berbahasa inggris.Belum beberapa saat ,tiba-tiba Edi mengakat telepon lalu ia berbahasa inggris lagi.
Udin meletakan sendoknya,lalu ia mengotak atik poselnya membuat Edi sedikit heran dengan bahasa inggris.
Lama ia mengotak -atik ponselnya membuat Edi sedikit heran dengan udin.
__ADS_1
Kenapa Din? Tanyak Edi membuat Udin buru-buru mematikan ponselnya.
"Ehh gak apa-apa pak."
"Kalau ada apa-apa,tanya sama saya ya."lanjut Edi yang di balas amggukan oleh Udin.
Sore hari Udin sampai di rumahnya
Ih si udin...liat dech iri liatnya, ada laki-laki mau begitu kemana-mana bawa anak." bisik tetangga begitu melihat Udin yang baru saja masuk ke rumahnya.
Iya atuh,jarang-jarang adà laki-laki mau seperti itu,eh tapi denger-denger nih ya ,Maysaroh itu pulang ke rumah orang tuanya ya?"
Gak tau, kayak iya sih tapi bagaimanapun juga orang lebih apresiasi kiat Udin, dibanding istrinya karena dia ninggalin anaknya."
Iya ya."
Di dalam rumah,Udin sedang menyuapin Faisol sambil ia memutar youtube belajar bahada inggris dasar.
Udin benar-benar fokus mengikutki dan mendengarkan cara mengucapkan dan cara bacanya tersebut.
"Hai..I am Udin ,haw are you." ejanya dengan teliti
"Wahh...lumayan sulit ya belajar bahasa inggris ini, tapi kalau gak bisa rasanya malu banget sama karyawan-karyawan pak Edi. Gumam Udin.
Keesokan harinya,seperti biasa udin sudah siap-siap hendak berangkat bekerja,membuka pintu depan dan
"Assalamualaikum."
Udin diam sejenak melihat kedua orang tua Maysaroh datang lagi ke rumahnya
walaikum salam."
kamu mau kemana Din?tanyak Wiwin membuat udin mengelah nafas panjang.
Jerja Bu."
Ya uda kalau begitu, sini ibu yang jaga Faisol nanti setelah pulang kamu jemput." ucap ibu dengan semangat membuat Udin diam sejenak.
Gak usah Bu,saya bisa sendiri kok."jawab Udin membuat orang tuanya Maysaroh bingung.
Kamu gak malu kerja bawa-bawa anak?tanya mama.
Tentu saja gak bu, justru aku bangga dengan diriku sendiri.
Sampai detik ini selalu semangat menjalani hari-hari dengan dengan bahagiaan." jawab Udin
"Kamu kerja di mana Nak?"tanya ayah.
"Dimana aja Yah.yang penting halal."jawab Udin,membuat kedua orang tua Maysaroh merasa serba salah ketika berhadapan dengan menantu mereka itu.
Ya udah Yah,Bu.Maaf ini bukan ngusir tapi aku uda hampir telat ini.Jadi sepertinya kami berangkat dulu."lanjut Udin lalu ia kembali menutup pintu.
Apa Faisol tidak masuk angin kamu bawa-bawa?"tanya ibu.
Alhamdulillah tidak,Faisol malah senang di bawa-bawa begini."jawab Udin sambil menyalakan motornya.
Kalau begitu kami pamit Yah,Bu.jangan lupa Yah,Bu liatin Maysaroh di taman atau di cafe-cafe.soal aku lumayan sering, melihatnya kalau lagi di jalannya.
__ADS_1