Perjalan Hidup Seorang Kuli

Perjalan Hidup Seorang Kuli
Hampir aja


__ADS_3

"Ya kamu ikut aja nanti pulangnya naik ojek atau apa kek, jangan biarin pulang sendiri lah sekalian pedekate," goda Edi membuat Udin melirik Dini sekilas yang tampak tidak nyaman dengan godaan Edi.


"Em...Ya sudah mau pulang kapan mbak?" tanya Udin.


"Sekarang aja biar gak kemalaman," jawab Dini yang di balas anggukan oleh Udin.


Setelah selesai makan mereka berdua keluar dari ruangan Faisol.


"Udin ini baju kamu gimana?" tanya Dini.


"Gak apa-apa mbak pakek aja dulu." jawab Udin membuat Dini mangut-mangut.


Di dalam mobil hanya ada keheningan diantara keduanya.


"Orang yang tadi siapa?" tanya Dini membuat Udin menoleh.


"Itu bos saya mbak, saya kerja sama mereka." jawab Udin.


"Kerja apa?" tanyak Dini lagi.


"Kuli bangunan." jawab Udin berbohong membuat Dini mangut-mangut.


"Keren lo kamu, udah punya anak, kerja tapi masih mikirin kuliah, gak semua orang bisa kayak kamu." ujar Dini membuat Udin sedikit bingun, ia mengira Dini akan ilfil pada dirinya tapi nyatanya tidak.


"Mbak kerja juga?" tanya Udin yang di balas gelengan oleh Dini.


Kerja ya gitu la saya mah kerja online,saya online shop gitu nambah-nambah jajan." jawab dini.


"Bukannya Mbak orang kaya kenapa malah kerja lagi?" tanya Udin membuat Dini menaikan alisnya sebelah


"Tau darimana?"


"Ya dari gaya mbak juga udah kelihatan sih maksudnya mbak punya mobil style mbak juga orang kaya." jawab Udin,alih-alih nembuat Dini terkekeh.


"Amin la kalau orang tua saya iya mungkin orang kaya tapi kalau saya nggak sih, saya mah masih kuliah belum punya apa-apa.


Ini semua orang tua saya punya bukan punya saya." jawa Dini, Udin tertegun mendengar jawaban itu lalu ia senyum-senyum.


"Orang tua kamu?" lanjut Dini.


"Em...Bapak sama ibu udah almarhum jadi saya anak satu-satunya." jawab Udin membuat Dini kaget.


"Oh maaf....maaf saya gak sengaja." jawab Dini yang di balas anggukan oleh Udin.


"Santai Mbak." jawabnya.


Sampai di rumah Dini, Udin keluar dari dalam mobil karena dipaksa mampir oleh Dini.


"Gak usah kali mbak gak enak udah malem, tolak Udin tapi tidak di hiraukan oleh Dini ia malah menarik Udin masuk.


"Mbok..."


"Iya non."


"Tolong buatin minuman mbok sama temen saya." suruh sini yang di balas anggukan oleh pembantu mereka tersebut.


"Mau apa den,kopi kah?Teh atau apa?" tanya mbok.


"Apa aja mbok." jawab Udin.

__ADS_1


"Duduk dulu ya,saya ganti baju bentar keatas." ucap Dini yang di balas oleh Udin."lalu ia duduk di sofa.


Matanya celigak-celinguk melihat ke mewahan rumah Dini


"The real anak sultan." ucap Udin dalam hati.


[He denger ya, kita uda putus lama gak usah aneh-aneh!]


Udin kaget mendengar Dini marah-marah,ia menoleh.


Gak usah saya gak butuh cokelat, hadia atau apapun darimu gak perlu!


Denger ya saya gak akan pernah menjilat ludah kembali, sekali sampah tetaplah sampah,paham kamu!


Tut!!!!


Dini mengatur nafasnya berkali-kali sambil beristifar,ia benar-benar muak dengan drama mantan pacarnya tersebut


"Huh...."


Dini menghempaskan tubuhnya di sofa menarik nafas dalam-dalam.


"Kenapa mbak?" tanya Udin membuat Dini menoleh.


"Biasa manusia monyet ngeganggu."jawab Dini ceplas-ceplos membuat Udin langsung menahan tawa.


'Sadis banget mantan pacar berubah jadi monyet.'ucap Udin dalam hati.


"Em... Kenapa gak di blokir aja sih mbak?" tanya Udin.


"sudah berpuluh kali saya blokir tapi dia kayak orang gila ngejar-ngejar saya, nauzubilla." jawab Dini membuat tawa Udin akhirnya pecah.


"Itu artinya dia masih sayang kayaknya sama mbak.tebak Udin membuat Dini melotot.


"Gak usah aneh-aneh,gak mau saya!" banta Dini.


"Ini non minumnya."


Makasih ya bi" ucap Dini


"Minum dulu." suruh Dini yang di balas anggukan okeh Udin.


"Oh iya Mbak besok sepertinya saya gak bisa ikut ospek lagi.bermasalah gak ya?" tanya Udin membuat Dini menoleh.


"Kenapa lagi?Faisol kah?"


"Bukan mbak,saya harus kerja udah beberapa hari ini saya gak kerja." jawab Udin membuat Dini mangut-mangut.


"Mau nguli dulu?" tebak Dini.


"Hahh?"


"Kamu bilang kamu kuli bangunan kan? Kamu mau nguli dulu bearti?" tebak Dini membuat Udin langsung sadar lalu mengangguk.


Ehh iya mbak,mau nguli dulu buat belanja anak saya." jawab Udin membuat Dini mangut-mangut.


Em...Ya sudah kalau begitu saya pamit pulang ya mbak takut malam banget," pamit Udin.


"Pulang naik apa?" tanya Dini

__ADS_1


"Pesan online aja kali mbak." jawab Udin yang si balas anggukan oleh Dini.


Ia mengantarkan Udin ke depan karena hujan juga sudah reda.Tidak lama kemudia ojek online yang di pesan Udin sudah tiba.


"Saya pamit ya mbak."


"Iya hati-hati ya.titip salam buat Faisol." jawab Dini yang di balas anggukan oleh Udin.


Begitu Udin sudah menjauh tiba-tiba dini tersenyum dengan sendirinya sambil melipat kedua tangannya.


"Eh astagfirullah!Apa sih Dini gak jelas dech." ucapnya sambil menepuk jidatnya.


Keesokan harinya Udin benar-benar tidak datang lagi ospek sehingga mentor kelompok marah.


"Ini si Udin kalian gak tau kemana dari kemaren loh dia gak datang-datang." omel mentor tersebut,Dini yang mendengar itu langsung berjalan menuju kelompok Udin lalu membisikkan sesuatu ke telinga mentor tersebut.


"Dia izin sama Mbak?"


"Iya," jawab Dini yang di balas anggukan oleh mentor tersebut.


"Ya sudah sayang banget maksudnya Mbak mana ini terakhir ospek kan."


"Udalah biarin setiap orang punya kesibukan yang berbeda-beda." jawab Dini.


Disisi lain Udin sedang sibuk di kantor karena kerjaannya benar-benar numpuk dari beberapa hari yang lalu.


"Ya tuhan ini banyak banget." gumam Udin sambil membuka berkas-berkas satu persatu.


"Semangat Udin, gimana kuliah lancar?" tanya Robi yang melihat Udin suntuk.


"Baru sekali saya kuliah selebihnya bolos. Jawab Udin membuat Robi menaikan alisnya sebelah.


"Emang boleh begitu?" tanya Robi.


"Bisalah asal ada orang dalam lanjut Udin.


"Kamu emang punya orang dalam?Gaya-gayaan kamu tar di keluarin baru tau rasa." ucap Robi membuat Udin terkekeh.


"Ini bukan sekolah Rob, tapi universitas namanya aja mahasiswa bukan siswa lagi." jawab Udin membuat Robi menggedikkan bahunya.


" Terserahlah yang jalaninya kan kamu." ucap Robi lalu meletakkan berkas di depan Udin


"Makan dulu yuk udah laper nih," ajak Robi yang di balas anggukan oleh Udin


"Yuk."


Mereka keluar dari kantor memcari tempat makan di sekitar kantor.Begitu ingin menyembrang Udin langsung berbalik.


"Kenapan Udin?"Tanya Robi,Udin tidak menjawab ia malah berlari mencari tempat aman lalu ia mengintip dari balik tiang.


"Kamu kenapa sih?"Tanya Robi bingung.


"Shut...Jangan berisik nanti dia lihat." ucap Udin membuat Robi celingak-celinguk.


"Siapa?'


"Shut...!"


"Udin..."

__ADS_1


__ADS_2