
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hingga beberapa saat kemudian matahari keluar dari tempatnya dan menyinari dunia.
"Baiklah lebih baik aku segera berangkat karena kalau menunggu terlalu siang akan semakin panjang dan padat antriannya" Ucap Arata yang tahu karena banyak sekali orang-orang yang berdatangan hanya untuk ikut berpartisipasi dalam kompetisi ini.
Ia bersiap-siap dan segera pergi menuju ke tempat pertandingan.
Dan benar saja padahal ia telah berangkat sangat pagi tetapi sudah lumayan banyak orang mengantri.
"Hah?! apa mereka tidur disini? mengapa sudah banyak sekali orangnya" Ucap Arata.
Kemudian ia pun dengan segera ikut mengantri, Arata mendapatkan no 50.
"Hahh tidak buruk lagipula tidak mungkin hanya ratusan orang yang ikut kan?" Ucap Arata.
Setelah mendapatkan no, Arata di arahkan oleh para panitia menuju ke tempat menunggu giliran yaitu di pinggir panggung pertunjukan.
Ia melihat ke arah sekitarnya banyak pemuda seumurannya, mungkin tujuan mereka adalah untuk memiliki putri dari Patriak klan Lin.
'Haishh wanita saja yang ada di pikiran kalian! aku sih bukannya tidak suka memikirkan wanita tetapi untuk saat ini lebih baik berpetualang terlebih dahulu' Pikir Arata.
Hingga 1 jam ia menunggu akhirnya acara akan segera di mulai.
"Selamat datang semuanya dan terimakasih karena kalian semua yang telah bersedia untuk mengikuti acara kami kali ini, aku sebagai perwakilan dari Klan Lin sangat-sangat merasa terhormat dengan kedatangan kalian yang telah siap untuk bersaing satu sama lain untuk memperebutkan hadiah yang telah kami siapkan" Ucap seorang pria paruh baya di atas panggung.
"Woahhhhhhh!!" Teriak para penonton bersemangat.
"Seperti yang telah kalian dengar selama ini bahwa Klan Lin kami mengadakan pertarungan kepada kalian semua untuk memperebutkan tuan putri klan kami, pertandingan kali ini telah di sepakati oleh pihak tuan putri dan juga Patriak jadi siapapun pemenangnya tidak akan menjadi masalah bahkan kami terima dengan senang" Ucap pria tersebut.
"Pertama-tama perkenalkan namaku Lin Da tetua ke 3 klan Lin" Ucapnya memberi penghormatan kepada mereka semua.
Semua orang yang berada disana pun membalas hormatnya.
"Baiklah tanpa berlama-lama lagi acara kali ini resmi di mulai!!!" Ucap tetua tersebut.
"Woahhhhhhh… " Teriak para penonton meramaikan suasana.
"Sebelum memasuki pertarungan, akan aku jelaskan terlebih dahulu peraturan nya…"
"Peraturan nya siapapun yang keluar dari arena ataupun tidak sadarkan diri akan di nyatakan kalah!"
"Tidak di perbolehkan untuk membawa racun atau apapun itu yang dapat melemahkan lawan sebelum atau sesudah di mulai nya pertandingan apabila ketahuan maka akan langsung kami diskualifikasi, di hancurkan kultivasi nya atau yang paling berat akan di bunuh di tempat saat itu juga" Ucap tetua dengan serius.
Mendengar pernyataan tersebut membuat semua orang merinding ketakutan.
"Selebihnya kalian bebas akan melakukan apapun untuk menumbangkan lawan kalian…"
"Mungkin hanya itu saja… Pertarungan pertama di tentukan dengan no yang kalian miliki…"
"Di karenakan peserta ada lebih seratus orang maka akan di bagi menjadi 2 bagian pertandingan kali ini hanya sampai no 50… Peserta yang akan bertanding di urut menurut no masing-masing seperti no 1 melawan no 2 begitupun selanjutnya"
"Pertandingan pertama no 1 dan no 2 silahkan menaikkan arena…" Ucap tetua tersebut kemudian tidak lama 2 orang pemuda menaiki panggung arena pertandingan.
Arata yang memegang angka 50 menggerutu karena ia akan bertanding terakhir.
'Sial kupikir sudah cepat karena mendapat no 50 tetapi ternyata angka sial!' Pikir Arata.
BOOMMMM…
__ADS_1
Terdengar suara ledakan yang berarti pertandingan pertama telah di mulai.
Arata hanya berdiam diri menonton pertandingan nya, tetapi semakin lama ia merasa bosan.
"Hahh sungguh membosankan…" Ucapnya sambil menguap.
"Hey kawan jangan seperti itu… Walaupun membosankan tetapi tetap hargai mereka" Ucap pemuda di sampingnya Arata.
"Hah?" Ucap Arata terkejut.
"Coba ku lihat kau no berapa?" Ucap nya kemudian melihat no yang berada di tangan Arata.
"Oh kau no 50? aku 49!" Ucapnya terkejut karena ternyata Arata yang akan menjadi lawannya.
"Hoo benarkah?" Ucap Arata yang tidak menyangka bahwa lawannya tepat berada di sampingnya.
"Nanti jangan terlalu serius teman… Aku kesini bukan karena tertarik dengan hadiahnya tetapi hanya mencoba kekuatan ku dan mencari pengalaman saja" Ucapnya.
Arata hanya diam sambil melihat penampilan pemuda tersebut yang agak sedikit mencolok tetapi tidak menarik.
Pemuda tersebut memakai pakaian berwarna biru dengan sebuah pedang di pinggangnya.
"Hmmm menarik juga pedang yang kau miliki" Ucap Arata.
"Hah? pedang ini? ahh ini pemberian ayahku" Ucapnya.
"Ohh pasti ayah mu seorang pengelana di masa mudanya" Ucap Arata tersenyum kecil.
"Bagaimana kau bisa tahu? hey teman?" Ucapnya terkejut.
"Panggil aku Arata" Ucapnya sambil menguap.
"Perkenalkan terlebih dahulu namamu" Ucap Arata dengan ekspresi malas.
"Oh maafkan aku… Namaku Zhu Wei panggil saja sesuka mu" Ucapnya.
Arata hanya mengangguk dan diam kembali.
"Hey Arata kau belum menjawab pertanyaan ku sebelumnya!" Ucapnya.
"Yang aku tahu hanyalah pedang itu tidak ada di kekaisaran ini" Ucapnya secara singkat.
"Haishh kau ini sungguh misterius tetapi menarik, apa boleh aku menjadi temanmu?" Tanya Zhu Wei dengan penuh harapan.
"Terserah" Ucap Arata.
"Baiklah karena sekarang kita teman, nanti jangan terlalu keras terhadap ku oke? karena aku merasa kau menyembunyikan level mu yang sebenarnya" Ucap Zhu Wei.
Arata yang sedang duduk malas seketika tersentak mendengar perkataan pemuda tersebut.
'Bagaimana ia tahu? apakah kepekaan nya sangat tajam?' Pikir Arata.
Tetapi Arata hanya diam sambil memejamkan matanya.
Pemuda bernama Zhu Wei tersebut terus menerus mengajak Arata berbincang tetapi Arata hanya menjawabnya dengan singkat.
Hingga kemudian no mereka berdua di sebutkan oleh tetua Lin.
Mereka pun segera menaiki panggung arena pertandingan.
__ADS_1
"Zhu Wei, keluarkan seluruh kekuatan mu kita akan bermain serius" Ucap Arata dengan tersenyum kecil.
"Hahaha akhirnya kamu berbicara denganku teman… Baiklah kalau itu mau mu" Ucap Zhu Wei tertawa senang karena Arata berbicara dengan nya terlebih dulu.
"Apa kalian siap? kalau begitu mulai!" Ucap tetua kemudian keluar arena.
Tetapi tidak ada pergerakan di antara mereka berdua setelah tetua mengucapkan mulainya pertandingan, hal tersebut membuat semua orang yang melihatnya heran dengan Arata dan Zhu Wei.
"Apa yang mereka lakukan? kenapa hanya diam saja?"
"Hey cepat mulai?! kami menginginkan pertarungan!"
Teriakan kesal para penonton terdengar tetapi Arata dan Zhu Wei masih belum ada pergerakan mereka hanya diam sambil bertatapan.
"Pedang?" Ucap Arata.
"Boleh" Jawab Zhu Wei.
Arata pun mengeluarkan pedangnya yang telah ia beli sebelumnya begitupun dengan Zhu Wei ia mengeluarkan pedangnya.
Swoshhhh…
Aura mereka berdua keluar dan saling bertabrakan berusaha untuk mendominasi.
Angin kencang seketika menerpa mereka semua yang berada disana.
Hawa dingin dan panas terasa sangat berat di rasakan oleh para penonton, bahkan di pihak klan Lin pun mereka sampai menatap tidak percaya kepada mereka berdua.
"Apa-apaan mereka berdua itu?! bagaimana bisa di usia semuda ini mereka mempunyai aura menakutkan seperti itu?" Ucap para tetua terkejut.
"Mulai?" Tanya Arata.
"Kapanpun aku siap" Ucap Zhu Wei.
SWOOOOSSHHH… TRANGGG…
Suara dentingan pedang terdengar oleh telinga mereka semua tetapi mereka tidak bisa melihat kedua pemuda yang sedang bertarung tersebut.
"Apa-apaan mereka itu?!!" Ucap heboh para penonton, bahkan para peserta lainnya pun fokus memperhatikan Arata dan Zhu Wei.
Disisi lain tempat sekte Lin, seorang pria paruh baya menatap serius ke arah arena pertandingan.
"Menarik… Siapa mereka berdua?" Tanya nya ke seseorang di sampingnya.
"Mereka berdua adalah Luo An dan Zhu Wei" Jawab orang tersebut.
"Hoo Arata? dari klan mana dia? dan klan Zhu mereka mendapatkan monster tetapi tidak ada kabar tentangnya" Ucap pria paruh baya tersebut.
"Kami tidak tahu patriak tetapi untuk pemuda bernama Zhu Wei itu kemungkinan ia baru keluar dari latihan tertutupnya"
"Setelah pertandingan mereka, tidak peduli siapa pemenangnya bawalah mereka untuk bertemu denganku" Ucap pria paruh baya itu ternyata Patriak klan Lin.
"Baik Patriak"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Oke author tanya apa yang kurang?
Kalau di tanya mohon di jawab teman-teman!
__ADS_1
Author juga tidak sombong karena tidak menjawab pertanyaan kalian 😕